Alat Ukur Pneumatik : 5 Jenis Dan Ulasannya

alat ukur pneumatik

Alat Ukur Pneumatik – Pada proses perawatan dan perbaikan kendaraan sering ditemui alat ukur pneumatik. Alat ukur ini bisa dipakai atau bekerja jika ada sebuah ketidaksamaan desakan gas, udara, dan zat gas yang lain. Dalam kata lain alat ini memanfaatkan desakan atau kevakuman untuk menghitung suatu hal.

Alat ukur pneumatik di bagian otomotif pemakaiannya kemungkinan tidak sebanyak yang lain. Namun pada kendaraan terdapat berbagai sistem yang memanfaatkan desakan dan kevakuman. Tentu saja tiap sistem tersebut mempunyai standard yang perlu dipertahankan supaya kinerja mesin dapat maksimal.  Untuk mengetahui hal tersebut maka dibutuhkan beberapa jenis alat ukur pneumatik.

Alat ukur ini terdiri dari dua jenis yakni barometer dan vacuum gauge. Barometer dipakai untuk menghitung desakan zat gas yang terjadi pada suatu ruangan. Sementara vacuum gauge dipakai untuk mengetahui tingkat kevakuman. Kedua jenis alat ukur ini sesungguhnya sama namun memiliki fungsi dan penamaan yang berbeda pula.

Oleh karena itu ada beberapa macam jenis alat ukur pneumatik dengan bermacam peranan yang berbeda. Tiap jenis alat ini mempunyai proses pemakaian yang berbeda. Untuk lebih detilnya berikut adalah pengkajian berkenaan alat ukur pneumatik baik dari jenis atau manfaatnya.

Pengertian Alat Ukur Pneumatik

Salah satu jenis alat ukur yang banyak ditemukan adalah alat ukur pneumatik. Pengertian alat ukur ini adalah alat yang dipakai untuk menghitung dampak desakan atau ketidaksamaan desakan gas, udara, dan zat gas yang lain. Alat ukur ini menggunakan desakan atau kevakuman dalam satu mekanisme yang ada di kendaraan untuk menunjukan sebuah nilai. Salah satu mekanisme yang memanfaatkan desakan atau kevakuman adalah desakan kompresi, kevakuman intake manifold, dan lain sebagainya.

Macam Alat Ukur Pneumatik

Dalam penggunaannya pada proses perbaikan kendaraan, terdapat beberapa macam atau jenis alat ukur pneumatik. Setiap jenis alat ukur tersebut memiliki fungsi dan peranan yang berbeda, yaitu:

1. Compression Tester

Compression tester adalah salah satu jenis alat ukur pneumatik yang mempunyai peranan untuk menghitung desakan kompresi yang terjadi pada silinder kendaraan. Desakan kompresi pada silinder satu kendaraan mempunyai standar yang perlu dijaga supaya kinerja kendaraan dapat maksimal. Nilai besaran desakan kompresi jangan melewati atau kurang dari standar.

Baca Juga  Cara Kerja Sistem Pelumasan : Jenis & Prinsip Kerjanya

Langkah memakai compression tester yakni dengan menempatkan selang penyambung ke lubang busi selanjutnya start mesin 10-15 detik. Nilai desakan kompresi akan diperlihatkan pada manometer yang ada pada compression tester. Untuk memperoleh nilai maksimal maka gas harus diinjak penuh. Sementara pengapian serta mekanisme bahan bakar ditiadakan supaya tidak muncul kerusakan. Standar desakan kompresi bermacam kendaraan berlainan satu yang lain dengan buka manual repair book.

alat ukur pneumatik

2. Vacuum Tester

Salah satu jenis alat ukur pneumatik adalah vacuum tester. Alat ini mempunyai peranan untuk menghitung kevakuman pada intake manifold, booster rem, dan sisi kendaraan yang manfaatkan kevakuman yang lain. Vacuum tester memberikan ketidaksamaan dengan desakan udara pada atmosfer luar dengan nilai kevakuman pada intake manifold.

Langkah pemakaian vacuum tester yaitu memasang selang vacuum tester di bagian elemen yang akan diukur. Selanjutnya hidupkan mesin dan nilai besaran kevakuman bisa dibaca langsung pada rasio pengukur yang ada. Untuk mengenali nilai desakan yang sebenarnya karena itu kevakuman hasil pengukur harus ditambah lagi desakan standard atmosfer luar. Unit hasil dari pengukur kevakuman yakni CmHg atau InHg.

alat ukur pneumatik

3. Radiator Tester

Radiator tester merupakan salah satu jenis alat ukur pneumatik yang mempunyai peranan untuk memeriksa kebocoran mekanisme pendingin dan kerja tutup radiator. Hal ini dikerjakan untuk menjaga performa dari mekanisme pendinginan agar tetap optimal sehingga tidak timbul overheating pada mesin. Dengan demikian kerusakan yang muncul bisa di hilangkan.

Dalam proses pengujian kebocoran, karena itu alat radiator tester terpasang pada aliran tutup radiator. Kemudian radiator tester dipompa sampai desakan standard radiator yakni 1.5 kg/cm2. Jika berlangsung air pendingin yang menetes atau merembes dari sirip-sirip radiator atau elemen mekanisme pendingin lain karena itu terjadi ada kebocoran.

Disamping itu, untuk pengecekan performa tutup radiator karena itu alat ukur radiator tester terpasang pada tutup radiator. Selanjutnya memberi desakan sama standard yang tercatat pada tutup radiator yakni seputar 0.9 kg/cm2 – 1.1 kg/cm2. Perhatikan gerakan jarum pada rasio pengukur. Jika jarum turun perlahan-lahan dan pengurangan melewati atau di bawah 0.6 kg/cm2 karena itu bisa disebutkan tutup radiator masih berperan secara baik.

Baca Juga  Komponen Turbo: 6 Bagian Dan Ulasannya

alat ukur pneumatik

4. Tyre Pressure Gauge

Tyre pressure gauge adalah salah satunya alat ukur pneumatik yang mempunyai peranan untuk menghitung kekerasan ban. Kekerasan ban harus disamakan dengan standarnya yakni seputar 30-40 Psi. Jika kurang maka mengakibatkan persoal seperti keausan ban yang tidak rata, dan setir berat. Begitupun jika desakan terlalu berlebih maka dapat memunculkan bermacam persoalan juga.

Tyre pressure gauge umumnya terbagi dalam beberapa jenis. Ada yang telah memakai manometer digital, namun ada pula yang memakai analog. Disamping itu tire pressure gauge ada juga yang built jadi satu dengan selang, akan dan juga ada yang terpisah.

Langkah pemakaian tyre pressure gauge benar-benar gampang. Tinggal menempatkan ujung alat tyre pressure gauge pada pentil dop. Karena itu hasil atau nilai desakan pada ban bisa dibaca langsung pada manometer. Biasanya rasio ukuaran yang dipakai yakni psi dan kg/cm2.

alat ukur pneumatik

5. Manifold Gauge

Manifold gauge adalah salah satunya alat ukur pneumatik yang mempunyai peranan untuk menghitung desakan dan pengisian pengosongan refrigerant pada mekanisme AC kendaraan. Jadi kecuali untuk pengukur karena itu alat ini dipakai langsung untuk mengosongi atau isi freon yang ada pada mekanisme AC.

Alat ini terdiri dari 3 buah selang yang hubungan ditata memakai kran. Selang itu yakni merah untuk desakan tinggi, biru untuk desakan rendah, dan kuning untuk fungsional untuk pompa vacuum atau tabung freon.

Langkah pemakaian manifold gauge untuk pengukur sesungguhnya benar-benar gampang sekali. Menempatkan ke-2 selang pada pentil dop mekanisme AC sesuai warna. Untuk selang merah pada aliran desakan tinggi mekanisme AC. Saat itu untuk selang biru pada aliran desakan rendah mekanisme AC. Hasil pengukur atau desakan refrigerant bisa dibaca langsung pada manometer dengan rasio pengukur PSi atau Kg/cm2.

alat ukur pneumatik

Diatas merupakan ulasan terkait alat ukur pneumatik. Tiap alat ukur memanfaatkan desakan dan kevakuuman. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -