Fungsi Sistem AC : 4 Peranan Dan Ulasannya

fungsi sistem AC

Fungsi Sistem AC – Sistem AC pada mobil memiliki peranan atau fungsi yang sangat penting. Tanpa adanya sistem ac mobil maka kenyamanan berkendara akan berkurang. Lalu apa saja fungsi sistem AC mobil?

Sistem AC mobil sekarang menjadi sisi yang dipisahkan untuk beberapa mobil penumpang. Pada beberapa kendaraan bahkan juga menjadi satu sistem standard yang perlu dipunyai oleh tiap mobil penumpang supaya tidak kalah saing dengan merek-merek lainnya.

Tanpa AC di mobil, terutama bagi daerah perkotaan yang jalanannya macet dengan keadaan panas. Rasanya akan susah untuk mobil itu untuk dapat berkompetisi dengan beberapa mobil yang lain. Hal ini dikarenakanan untuk mobil lain memang diperlengkapi dengan sistem Air conditioner (AC) ini.

Sistem Air Conditioner terdiri dari 2 kata yakni air dan conditioner yang maknanya air itu udara dan conditioner itu pengkondisian. Jadi air conditioner itu ialah sistem yang bermanfaat untuk mengkondisikan atau mengendalikan udara.

Sistem AC pada kendaraan khususnya pada kendaraan mobil, biasanya ada 4 fungsi khusus untuk mengatur suhu, untuk mengendalikan kelembapan, untuk mengatur perputaran udara dan untuk beri kesegaran udara. Untuk lebih jelasnya terkait fungsi sistem AC akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi sistem AC

Fungsi Sistem AC

1. Mengatur suhu udara dalam kabin

Fungsi AC mobil yang pertama untuk mengatur suhu udara dalam kabin. AC mobil mempunyai penataan yang bisa dipakai untuk mengendalikan suhu udara dalam kabin. Pada beberapa type mobil kita dapat mendapati ada penataan temperatur udara dingin atau panas, beberapa kembali cuman sediakan satu penataan temperatur udara dingin saja. Intinya AC bukan hanya bermanfaat sebagai pendingin ruang (cooling), tetapi AC dapat bermanfaat untuk memanasi ruang (heater).

Pada mobil yang dipakai pada wilayah yang mempunyai dua cuaca yakni cuaca panas dan hujan sama dalam wilayah Indonesia, sejumlah besar mobil cuman diperlengkapi dengan sistem pendingin. Oleh karenanya orang Indonesia umumnya besar cuman tahu jika AC itu dipakai sebagai pendingin.

Baca Juga  Rangkaian Sistem Starter Mobil : Wiring Gambar & Cara Kerja

Tetapi untuk dareah yang mempunyai 4 cuaca, yakni panas, luruh, semi dan dingin sama dalam beberapa negara eropa. Kendaraan mobil disitu kecuali diperlengkapi dengan sistem pendingin, diperlengkapi dengan sistem pemanas ruangan.

Penataan temperatur dingin diikuti dengan tombol yang warna biru, ini maknanya udara dalam kabin kita dapat set untuk jadi lebih dingin dibandingkan dengan udara luar. Sedang untuk penataan temperatur hangat diikuti dengan tombol yang warna merah. Penataan ini dapat menyalurkan udara hangat di dalam kabin.

Dengan demikian, walau temperatur udara di luar kabin (di luar mobil) tidak nyaman untuk kita, kita masih dapat berkendara dengan nyaman karena ada AC yang bisa mengatur temperatur udara dalam kabin seperti keperluan kita.

2. Mengatur perputaran udara

Fungsi AC mobil yang ke-2 untuk mengatur perputaran udara. Pada sistem AC mobil biasanya disiapkan penataan perputaran udara, baik udara di luar ke atau udara cuman bersirkulasi dalam kabin saja. Disamping itu, kita bisa juga tentukan arah perputaran udara yang diembuskan lewat kisi-kisi AC yang ada di mobil.

Umumnya ada banyak opsi pengaturan perputaran udara AC ini.  Arah hembusan diawali pada kaki sopir, muka, kaki dan muka sampai dipakai untuk hembuskan udara mengarah kaca depan mobil. Hal ini bermanfaat untuk hilangkan kabut di kaca karena berlangsungnya ketidaksamaan temperatur udara di antara temperatur dalam kabin dengan di luar kabin.

3. Mengatur kelembapan udara

Fungsi AC mobil yang ke-3 untuk mengatur kelembapan udara dalam kabin. Selain untuk mengendalikan perputaran udara dan temperatur udara dalam kabin, AC mobil mempunyai fungsi untuk mengendalikan kelembabab udara dalam kabin mobil.

Penataan kelembapan pada AC mobil ini biasanya dapat dilaksanakan pada daerah pegunungan dengan temperatur dingin dan kelembapan airnya tinggi. AC mobil dapat ditata untuk kurangi kelembapan tinggi dengan mengaktifkan heater. Akibatnya udara dingin yang memiliki kandungan uap air dapat menyusut. Saat keadaan hujan karena itu udara bisa menjadi lembab dan akan mengakibatkan munculnya kondensasi atau munculnya embun pada kaca. Hal ini dapat menyebabkan sopir kehilangan penglihatan.

Baca Juga  Sistem Pengapian DLI: Pengertian, Komponen, Cara Kerja

Karena itu kelembapan udara harus ditata supaya tidak ada embun pada kaca, untuk menahan berlangsungnya embun ini karena itu dipakailah sistem AC. Sistem AC bisa mengendalikan kelembapan udara, udara yang begitu lembab bisa dikurangi dengan aktifkan sistem AC karena pada sistem AC, udara yang dikeluarkan ialah udara yang kering (tidak memiliki kandungan air).

Tetapi demikian, saat kelembapan air dalam kabin kurang (misalnya pada daerah yang panas dan kering), AC mobil bisa juga dipakai untuk kurangi tingkat kelembapan udara kering dan panas itu hingga udara dalam kabin dapat lebih sejuk dan semua penumpang dalam mobil dapat semakin nyaman sepanjang perjalanan.

4. Memurnikan udara (Purification)

Fungsi AC mobil yang paling akhir adalah sebagai sistem yang dipakai untuk memurnikan udara (Purification). Fungsi AC ini semakin banyak kita dapatkan pada AC mobil yang telah menambah filter AC/filter kabin dengan bahan aktif pemurni udara.

Beberapa udara yang dihirup dan diembuskan oleh semua penumpang dalam mobil akan disedot kembali oleh sistem AC untuk disaring lewat filter selanjutnya diembuskan oleh blower kembali keluar ke arah kabin. Saat proses penyedotan udara berikut terjadi filtrasi dan pemurnian udara yang dilaksanakan oleh filter AC kabin ini. Maka untuk mengoptimalkan fungsi purification ini seharusnya kerjakan pergantian FIlter AC secara teratur.

Diatas adalah ulasan terkait fungsi sistem AC mobil yang banyak digunakan pada kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -