Perbedaan Porting Dan Bore Up: 4 Faktor Dan Ulasan

Pengertian Dan Perbedaan Porting Dan Bore Up – Bermacam langkah dilaksanakan pemilik motor untuk mendongkrak kecepatan atau perfoma mesin. Beberapa cara yang dilakukan adalah porting dan bore up. Lalu apa perbedaan antara porting dan bore up?

Beberapa pencinta otomotif dan kecepatan, terkadang melaksanakan sedikit perubahan supaya mesin lebih responsive saat gas ditarik atau ditekan. Tenaga yang bisa lebih cepat dan besar membuat beberapa orang memberikan sentuhan simpel pada bidang mesin.

Sentuhan ini dapat dilakukan dengan proses porting dan bore up. Namun keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Untuk lebih jelasnya terkait perbedaan porting dan bore up pada mesin motor akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

perbedaan porting dan bore up

Pengertian Porting Dan Bore Up

Sebelum mengetahui perbedaan antara porting dan bore up maka perlu dipahami terlebih dahulu terkait pengertiannya. Berikut adalah ulasan terkait pengertian porting dan bore up:

1. Pengertian Porting

Pengertian porting Motor adalah salah satu wujud modifikasi motor yang sudah dilakukan dengan memanfaatkan sistem polishing atau melembutkan. Tetapi pada prosesnya, penghalusan bukan dilaksanakan pada bodi atau jok motor.

Satu diantaranya yaitu porting polish yang dilakukan untuk membuat motor menjadi lebih cepat dan responsive tanpa perlu mengganti diamater piston (bore-up). Porting polish adalah sebuah sistem melembutkan lajur masuk dan keluar bahan bakar ke mesin motor.

Simpelnya porting polish dapat disebut melakukan modifikasi lubang inlet untuk mempercepat pergerakan bahan bakar dan udara ke arah ruang bakar. Tujuan dari porting polish ini yaitu agar lajur bahan bakar ke arah mesin atau lajur gas buang dari mesin menjadi semakin lancar.

Baca Juga  Perbedaan Sensor Dan Aktuator : 4 Perbedaan Dan Ulasan

2. Pengertian Bore Up

Pengertian Bore up adalah terkait ukuran diameter pada silinder atau ruang bakar. Bore up ini secara kasar adalah meningkatkan diameter ruang bakar atau menukar piston dan boring/ dinding silinder dengan yang bertambah luas atau lebar).

Bore up adalah modifikasi yang sudah dilakukan untuk meningkatkan diameter piston atribut dari pabrikasi. Nanti piston akan mempunyai ukuran yang semakin besar. Untuk mempermudah berikut contoh yang mana sebuah kendaraan beroda 2 yang mempunyai piston berdiameter 51 mm. Piston itu dipandang kurang memiliki tenaga hingga pemilik kendaraan melakukan bore up atau mengganti diameternya jadi 53 mm. Peralihan itu nanti akan meningkatkan cc dari mesin kendaraan itu.

Misalkan kendaraan yang semula hanya 150 cc akan diubah menjadi mesin dengan kapasitas 220 cc. Contoh lain bisa pada kendaraan 200 cc menjadi kapasitas 300 cc. Kenaikan ini bergantung pada kemauan dan kebutuhan pemilik kendaraan.

Perbedaan Porting Dan Bore Up

Setelah mengetahui pengertian porting dan bore up maka perlu dipahami terkait perbedaan keduanya. Porting motor dan bore up mempunyai arah yang serupa, yaitu meningkatkan perform kendaraan. Namun keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaan antara porting dan bore up pada mesin adalah:

1. Tenaga yang dihasilkan

Perbedaan yang pertama antara porting dan bore up adalah bore up memberi imbas peralihan atau perbedaan yang semakin besar sementara porting akan meningkatkan sedikit perfoma mesin. Hal ini dikarenakan perubahan yang dilakukan berbeda antara keduanya.

Baca Juga  Akibat Oli Transmisi Kurang: 8 Dampak & Cara Mengecek

2. Bagian yang dirubah

Bore up terhitung modifikasi yang lebih serius. Jika porting cuma melembutkan lubang inlet, bore up dilaksanakan dengan menambahkan diameter piston.

Misalnya, standar mesin sepeda motor mempunyai piston diameter sebesar 51 mm. Selanjutnya, pemilik kendaraan beroda 2 ini memodifikasi bore up sampai diameternya jadi 53 mm. Dengan beralihnya ukuran piston, karena itu ukuran cc sepeda motor juga turut naik.

3. Biaya

Perbedaan dari segi harga maka bore up memiliki harga yang lebih mahal daripada porting motor. Hal ini dikarenakan bore up memerlukan penggantian atau perlakuan yang lebih khusus dibanding porting. Akibatnya biaya yang dibutuhkan juga berbeda.

4. Penggunaan sehari hari

Porting polish meningkatkan performa mesin menjadi lebih maksimal tanpa mengganti cc. Hasilnya, sepeda motor mempunyai tenaga yang semakin besar tapi tidak begitu terasa.

Selain itu, porting polis semakin aman. Modifikasi ringan ini cukup oke untuk kendaraan beroda 2 yang digunakan untuk kepentingan harian, misalkan untuk kerja atau kuliah. Sementara bore up akan memberikan resiko yang lebih tinggi ketika dipakai sehari hari.

Diatas adalah ulasan terkait pengertian dan perbedaan porting dan bore up pada mesin motor. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.