Pemeriksaan Baterai Atau Aki Mobil: 6 Cara Dan Perawatan

Pemeriksaan Baterai Atau Aki Mobil – Accu atau baterai merupakan salah satu bagian yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini termasuk pengecekan dan perawatan secara berkala. Lalu apa saja pemeriksaan baterai atau accu? Dan bagaimana caranya?

Baterai sebagai sumber tenaga listrik yang dipakai pada kendaraan. Baterai ini akan menyuplai listrik untuk motor starter di saat mesin pertama dihidupkan. Sesudah mesin hidup, karena itu baterai akan diisi kembali.

Bersamaan dengan penggunaan kendaraan, karena itu baterai akan alami pengurangan kekuatan. Karena itu perlu dilaksanakan pemeriksaan pada baterai yang dipasang pada kendaraan.

Pemeriksaan baterai bermanfaat untuk mengetahui keadaan baterai apa masih tetap baik atau telah jelek. Adapaun pemeriksaan pada baterai dipisah jadi dua yaitu pemeriksaan secara visual dan pemeriksaan baterai dengan alat ukur. Untuk lebih jelasnya terkait cara pemeriksaan baterai atau accu baik visual maupun dengan alat ukur akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

pemeriksaan baterai

Pemeriksaan Baterai Atau ACCU

Terdapat beberapa cara yang perlu dilakukan untuk pemeriksaan baterai atau accu pada kendaraan diantaranya yaitu:

1. Pemeriksaan Terminal Baterai

Pemeriksaan baterai atau accu yang pertama yaitu secara visual pada terminal baterai adalah untuk memeriksa apa terminal baterai hancur atau kotor. Seiring waktu berjalan, aki yang kerap dipakai akan memengaruhi terminal aki, yaitu terminal aki jadi kotor. Terminal aki menjadi kotor karena debu yang melekat pada terminal atau karena reaksi kimia yang hendak mengakibatkan proses oksidasi pada terminal.

Bila terminal baterai kotor, membersihkan terminalnya, karena terminal yang kotor tingkatkan tahanan pada saluran arus. Bila terminal teroksidasi (ada bintik putih), bisa dibikin bersih sama air panas yang dituangkan ke terminal baterai, lalu membersihkan dengan kain atau bisa dengan mengosok dengan amplas lembut dan sikat kawat.

Dan yang paling penting perlu diamati bagaimana keadaan terminal adakah kerusakan (adakah sisi yang hancur patah). Apabila terminal rusak dapat menyebabkan konektor kendor sehingga listrik tidak bisa maksimal.

2. Pemeriksaan Keadaan Fisik Baterai

Cara selanjutnya pemeriksaan visual keadaan fisik baterai atau accu adalah memeriksa keadaan kotak baterai kemungkinan dari kerusakan. Kotak baterai sebagai sisi paling luar dari baterai dan dapat segera mengecek keadaan langsung.

Kotak baterai normal adalah lurus dan tidak menggembung, tidak ada retakan di kotak baterai, dan tidak ada kebocoran di kotak baterai. Maka dari itu, bila mendapati baterai dengan kondisi kotak baterai yang tidak normal. Misalkan ada yang retak atau bocor, tidak rata atau bergelembung maka perlu penggantian.

3. Pemeriksaan jumlah elektrolit

Pemeriksaan secara visual yang ke-3 dari baterai atau accu adalah pemeriksaan jumlah elektrolit dalam baterai (cuma berlaku untuk baterai basah). Tinggi elektrolit dalam baterai bisa dijumpai dengan menyaksikan tinggi permukaan elektrolit dengan batasan atas atau batasan bawah pada kotak baterai.

Baca Juga  Power Steering : Pengertian, Komponen, Dan Cara Kerja

Jumlah elektrolit pada baterai harus sama sesuai didalamnya. Janganlah sampai berlebihan dan janganlah sampai kurang. Langkah untuk ketahui jumlah elektrolit itu pas adalah tinggi permukaan elektrolit harus ada di tanda lower dan upper (batasan bawah dan batasan atas).

Bila tinggi permukaan elektrolit ada di atas pertanda upper karena itu jumlah elektrolit kebanyakan hingga harus dikurangkan. Akan tetapi jika tinggi elektrolit di bawah pertanda lower karena itu jumlah elektrolit dalam baterai kurang. Bila kurang karena itu perlu ditambahan, tambahan ini memakai air suling.

4. Tutup baterai dan aliran sirkulasi

Bagian lain dari baterai atau accu yang perlu pemeriksaan yaitu tutup baterai. Saat terjadi proses pengisian baterai (saat mesin dihidupkan), bisa terjadi reaksi kimia di antara kutub baterai dan cairan elektrolit. Reaksi itu bisa memunculkan gas.

Pada tutup baterai ada aliran sirkulasi untuk mengeluarkan gas itu. Pemeriksaan yang bisa dilaksanakan adalah pastikan aliran sirkulasi tidak mampet. Disamping itu pastikan tutup baterai dipasang dengan kuat, untuk menahan cairan elektrolit tumpah.

5. Pemeriksaan tegangan pada baterai

Cara pemeriksaan selanjutnya dengan memakai alat ukur yaitu pemeriksaan tegangan baterai. Tegangan baterai bisa dicheck memakai alat volt mtr. atau dapat memakai multimeter/ multitestes pada rasio volt.

Pemeriksaan tegangan memakai multimeter dilaksanakan dengan :

  • Set 0 multimeter, yakinkan jarum pada status “0”.
  • Putar selektor pada rasio DC Volt, tujukan pada angka tegangan di atas dari tegangan baterai (di atas 12 V).
  • Kenakan probe merah ke terminal positif baterai dan probe hitam ke terminal negatif baterai.
  • Baca ukuran baterai.

Tegangan baterai yang bagus yaitu memperlihatkan angka 12 volt atau diatasnya. Jika tegangan baterai kurang karena itu ada peluang baterai perlu di pengisi daya atau baterai telah lemah.

pemeriksaan baterai

6. Pemeriksaan Berat Jenis Elektrolit Baterai

Cara pemeriksaan berat jenis elektrolit memakai alat ukur untuk memeriksa berat jenis baterai (pada baterai basah). Pemeriksaan berat jenis elektrolit memakai hidrometer.

Saat penggunaan atau pengisian elektrolit akan mengalami reaksi kimia dan terjadi perubahan berat jenis. Oleh karena itu perlu pengecekan nilai density elektrolit baterai dari tiap-tiap sel baterai. Bila baterai bagus (kondisi berisi), itu akan memperlihatkan berat jenis sekitaran 1,25 sampai 1,27 masing-masing sel.

Selainnya tulisan, pada hidrometer ada tanda warna. Berikut keterangan dari warna itu:

  • Warna hijau memberikan berat jenis bagus
  • Warna kuning memberikan berat jenis buruk
  • Merah memberikan berat jenis benar-benar kurang.

Untuk berat jenis pada kemampuan baterai adalah seperti berikut:

  • Berat jenis elektrolit 1,26 -1,28 Kemampuan baterai 100%
  • Berat jenis elektrolit 1,230 Kemampuan battery75%
  • Elektrolit Dengan Berat Jenis 1,190 Kemampuan baterai 50%
  • Elektrolit dengan berat jenis 1,145 Kemampuan battery25 %
  • Berat jenis elektrolit 1,000 Kemampuan baterai 0 %

Selanjutnya kerjakan pengisi daya atau setrom pada baterai sepanjang beberapa saat dan lakuakn test berat jenis kemampuan dan voltase / tegangannya , bial tidak ada peralihanya memiliki arti sel sel baterai mulai hancur dan selekasnya dilaksanakan pengantian.

Baca Juga  Suhu Saat Bekerjanya Thermostat Adalah: Temperatur & Ulasan

pemeriksaan baterai

Cara Merawat Aki Mobil

Setelah mengetahui berbagai cara pemeriksaan baterai atau accu perlu diketahui pula cara merawatnya yaitu:

1. Beban Penggunaan Aki

Salah satunya langkah terbaik untuk merawat aki mobil adalah dengan memperhatikan beban pemakaian aki secara periodik. Pengecekan harus dilaksanakan dengan teratur. Proses ini bermanfaat supaya keadaan aki dapat dijumpai secara tepat. Pengecekan beban pemakaian aki sendiri dapat dilaksanakan di bengkel sah Nissan paling dekat di kota Anda.

2. Pembersihan Aki

Salah satunya panduan paling mudah dalam jaga keadaan aki adalah dengan bersihkan aki secara periodik. Salah satunya sisi yang penting memperoleh perhatian lebih adalah sisi terminal aki. Terminal aki umumnya tertutup oleh kotoran dan debu.

Ini mengakibatkan hantaran listrik dari aki ke elemen mobil jadi terhalang. Langkah paling mudah untuk bersihkan terminal aki adalah dengan membersihkan dengan sikat kawat atau sikat plastik.

3. Menggunakan mobil secara berkala

Tahukah Anda jika memanasi mobil adalah salah satunya langkah terbaik dalam merawat kesehatan aki mobil Anda? Walau mobil sedang tidak akan digunakan tetapi memanasi mesin mobil tiap hari adalah hal yang wajib buat dilaksanakan.

Mobil yang tak pernah dipanasi akan memberikan imbas pada keadaan aki. Aki bisa menjadi cepat tekor dan rusak. Maka dari itu, lakukan untuk memanasi mesin mobil tiap hari minimal sepanjang 5 sampai 10 menit.

4. Pengecekan Supllay Listrik Ke Aki

Jaga supply listrik dalam aki adalah salah satunya langkah terbaik dalam merawat aki mobil Nissan Serena Anda. Saat Anda berasa mobil mulai susah dihidupkan karena itu ada peluang bila cadangan listrik dalam aki mobil Anda mulai tipis. Selekasnya isi ulangi cadangan listrik mobil Anda.

5. Melepas Kabel Apabila Tidak Digunakan Dalam Jangka Waktu Lama

Saat mobil tidak dipakai dalam periode saat yang lumayan panjang karena itu sebaiknya untuk melepas kabel aki dari terminal penyambungnya. Ini mempunyai tujuan untuk menghindar saluran listrik yang terus-terusan. Bila didiamkan terus-terusan maka berpengaruh pada aki mobil sebagai tekor atau rusak.

6. Kualitas Aki

Aki kering yang ada dipakai oleh mobil Nissan Serena adalah salah satunya aki kering dengan kualitas terbaik yang berada di pasaran. Untuk kenyamanan berkendara sebaiknya supaya selalu memakai aki kering dengan kualitas terbaik.

Salah pilih mode aki atau pilih aki gadungan cuma akan menghancurkan elemen mobil Anda yang lain. Ini karena aki mobil terkait kuat dengan kelistrikan mobil. Bila supply listrik ke beberapa komponen lain terusik, bukan mustahil elemen itu akan cepat hancur atau memiliki masalah.

Diatas adalah ulasan terkait cara pemeriksaan baterai atau accu pada mobil beserta cara merawatnya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.