Lampu Check Engine Menyala: 11 Penyebab & Ulasan

Kenapa Lampu Check Engine Menyala – Lampu indikator atau check engine pada kendaraan merupakan salah satu indikator terjadi kerusakan pada sistem. Oleh karena itu perlu diwaspadai apabila lampu indikator check engine menyala. Lalu knapa lampu check engine menyala?

Walau sebenarnya, pemicunya kadang disebabkan karena beberapa hal yang remeh. Tetapi, tidak tutup peluang bila ada kerusakan yang nyaris kronis pada mobil itu, walau jarang ada.

Umumnya, ada banyak penyebab lampu indikator check engine pada mobil injeksi ini menyala. Berikut ulasan terkait kenapa lampu check engine menyala pada mesin.

lampu check engine menyala

Kenapa Lampu Check Engine Menyala?

Secara tehnis lampu check engine akan menyala bila ada tidak berhasil peranan sensor yang ada di tempat mesin. Juga bisa disebabkan karena rusaknya socket atau kabel putus, hingga Elektronik Kontrol Module (ECM) tidak dapat membaca saluran listrik. Pemicunya dapat berbagai macam, oleh karena itu harus dipahami banyak hal pemicu knapa lampu check engine menyala yaitu:

1. Mass Air Flow

Pada mobil kekinian, cara paling mudah untuk lakukan pengujian ini dengan memakai alat scanner. Alat scanner berperan untuk menyaksikan beragam malfungsi yang berada di dalam mobil. Satu diantaranya ialah mass air flow yang kadang kotor.

Mass air flow ini sebagai alat yang berperan sebagai pengukuran jumlah udara yang mengucur lewat throttle valve. Beberapa mobil injeksi akan memakai alat ini.

Umumnya permasalahan yang muncul karena mass air flow telah hancur, atau juga bisa tempat sirkuit atau kabelnya kotor. Triknya cukup dibikin bersih lebih dulu dengan memakai cairan khusus mass air flow.

2. Manifold Absolute Pressure

Hal yang lain menjadi kenapa lampu indikator check engine menyala ialah Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor. Ini sebagai sensor yang bermanfaat menghitung penekanan udara dalam intake manifold atau vaccum intake manifold.

Sensor ini umumnya akan atur timing pengapian. Oleh karena itu apabila timbul kerusakan maka lampu check engine menyala. Bila hancur, salah satunya cara dengan menukarnya.

Harga sensor ini dapat disebut tidak begitu mahal, sekitar Rp180 beberapa ribu sampai juta-an rupiah bergantung tipe mobilnya.

3. Camshaft Position Sensor

Penyebab yang lain dapat membuat check engine menyala ialah rusaknya camshaft position sensor. Sensor ini punyai peranan sebagai pemasti lokasi ‘top’ pada salah satunya silinder. Status ‘top’ sebagai status piston di salah satunya silinder ada di akhir kompresi.

Baca Juga  Akibat Oli Transmisi Kurang: 8 Dampak & Cara Mengecek

Camshaft position sensor ini akan tentukan ‘top’ pada silinder pertama. Data dari sensor ini akan bermanfaat sebagai timing dasar sistem pengapian.

4. Oil Pressure Sensor

Sensor ini bekerja untuk mengetahui oli dalam mesin mobil. Umumnya penyebab lampu indikator check engine menyala ini juga bisa disebabkan karena minimnya oli mesin.

Hingga saat oli menyusut, penekanan oli yang turun akan diterima sensor ini. Secara automatis, mesin akan mengirim signal ke ECU dan akan membuat lampu indikator check engine menyala.

Karena yang lain juga bisa karena oli yang telah kotor, hingga sensor tidak bekerja maksimal. Ini umum terjadi karenak pemilik mobil melalui periode pergantian oli yang telah ditetapkan.

5. Water Temperature Sensor

Sensor yang lain menjadi penyebab lampu indikator injeksi menyala ialah water temperature sensor. Komponen ini dikenal juga dengan engine coolant temperature yang bekerja mengetahui temperatur air pendingin pada radiator.

Sensor ini nanti akan mengirim signal untuk menghidupkan ekstra fan untuk mendinginkan radiator. Umumnya dalam mobil ada 2 biji sensor water temperature. Secara usia, sensor ini akan harus ditukar bersamaan penggunaan mobil.

Umumnya sensor yang hancur ini akan membuat pendinginan mesin jadi terusik. Mengakibatkan mesin mobil dapat menjadi lebih cepat panas. Seharusnya di check secara periodik ya.

6. Tutup bensin tidak rapat

Tutup bahan bakar yang terbuka atau mungkin kurang rapat oleh sensor pada ECU dipandang bisa mencelakakan untuk yang ada dalam mobil atau lingkungan sekitarnya. Evaporasi pada bahan bakar bisa menyebabkan kebakaran dan berpengaruh fatal.

Jika indikator check engine menyala, tapi Anda tidak rasakan ada yang keliru pada mobil, bisa saja penutup bak bahan bakar berikut pemicunya. Selekasnya stop menyopir, eratkan penutup bak bahan bakar, dan check adakah kebocoran yang terjadi.

7. Sensor oksigen

Elemen ini berperan untuk memantau oksigen di knalpot dan tentukan jumlahnya bahan bakar yang terbakar. Bila sensor oksigen (O2) hancur atau mungkin tidak bekerja dengan seharusnya karena itu dapat mengusik performa mesin dan menghancurkan catalytic converter.

Biasanya, permasalahan disebabkan karena tertutupnya sensor oksigen oleh oli dari hari ke hari hingga kurangi kekuatan sensor untuk memproses oksigen dan bahan bakar.

Baca Juga  Motor Yang Tidak Bisa Di Oversize & Ulasan

8. Catalytic converter

Catalytic converter sanggup mengganti karbon monoksida dan beberapa zat beresiko yang lain jadi senyawa yang aman untuk lingkungan.

Salah satunya pertanda bila catalytic converter alami kerusakan ialah bahan bakar yang bisa lebih cepat habis atau mobil tidak mempunyai tenaga untuk meluncur bahkan juga pedal gas diinjak dalam-dalam, selainnya jumlah gas buang yang tidak konstan.

Anda tak perlu mencemaskan ini apabila sudah teratur lakukan service. Penyebab yang lain bisa saja karena sensor oksigen yang hancur hingga catalytic convertor tidak dapat lakukan proses alterasi.

9. Check Accu

Jika lampu check engine menyala, tidak ada kelirunya Anda mengecek keadaan accu mobil. Triknya dengan mengambil kabel connector negatif pada accu lalu nantikan sepanjang tiga deik. Apabila sudah pasang lagi kabel connector negatif pada kubunya.

10. Busi dan kabel

Suku cadang yang ini memang kecil, tetapi apabila sudah memiliki masalah punya pengaruh besar pada performa mobil. Busi yang terusik performanya bisa membuat konsumsi bahan bakar pada mobil jadi lebih boros karena pembakaran yang kurang maksimal pada ruangan mesin. Pekerjaan busi lah yang memantik api supaya pembakaran pada ruangan mesin bisa jalan.

Disamping itu, kabel busi yang mulai getas atau mungkin tidak dipasang dengan prima akan kurangi pembakaran dan performa busi. Karenanya, supaya pembakaran lebih prima dan mendadak indikator check engine menyala, Anda dianjurkan untuk memeriksa busi dan kabelnya. Apabila sudah kotor, dapat dibikin bersih, tetapi lebih maksimal ditukar sekaligus yang baru. Pergantian busi umumnya dilaksanakan pada jarak penggunaan 20.000 km.

11. Penyaring udara

Selainnya tutup bak bahan bakar yang belum tertutup prima atau mungkin tidak rapat, indikator check engine akan menyala jika filter udara polusi atau perlu ditukar.

Penyaring udara ini kuat hubungannya dengan mass airflow sensor yang berperan tentukan jumlah bahan bakar yang perlu dipakai berdasar udara yang masuk ke mesin mobil. Jika penyaring udara telah terlampau kotor, kotoran atau debu di luar bisa masuk dan menghalangi supply udara yang masuk ke ruangan bakar.

Diatas adalah ulasan knapa lampu indikator check engine menyala. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -