pemeriksaan kopling

Pemeriksaan Kopling : 17 Cara Dan Ulasannya

Pemeriksaan Kopling – Mekanisme kopling pada kendaraan perlu perawatan dan beragam pemeriksaan. Ada banyak cara pemeriksaan kopling pada kendaraan. Lantas bagaimana cara pemeriksaan kopling?

Pemeriksaan secara visual atau pengukur perlu dikerjakan untuk jaga kinerja mesin. Ini membantu tetapkan apa segi itu remuk bisa lebih cepat dari yang seharusnya, dan membantu merasakan masalah sebelum kopling dipasang kembali.

Sejauh proses perombakan, beragam elemen pada kopling mobil harus dilaksanakan pengujian untuk ketahui keadaan. Beragam elemen pada mekanisme kopling yang perlu dicheck terbagi dalam fly wheel, plat kopling, penutup kopling , bantalan pembebas dan pilot bearing.

Ketika kerjakan perawatan dan perawatan kopling, terutama bila ada pertanda yang menunjukkan bila kampas kopling remuk atau habis, satu diantaranya trick-nya dengan membedah dan memeriksa cakram kopling dengan kerjakan pengukuran. Berikut pembahasan berkaitan cara pemeriksaan kopling pada mobil.

pemeriksaan kopling

Pemeriksaan Kopling

Ada banyak cara pemeriksaan kopling pada mobil yakni:

  1. Pemeriksaan flywheel
  2. Pemeriksaan clutch cover
  3. Pengujian pressure plate
  4. Pemeriksaan clutch disc
  5. Pemeriksaan pegas penekan
  6. Pengujian release bearing

Berikut penjelasannya satu-satu berkaitan pemeriksaan kopling pada mobil.

1. Pemeriksaaan Sisi Flywheel Atau Roda Gila

Pemeriksaan kopling yang pertama yakni memeriksa sisi flywheel. Roda gila harus memiliki permukaan datar untuk meredam getaran, dan untuk memberikannya koefisien gesekan diperlukan. Keausan permukaan gesekan biasanya cekung.

Apabila tidak datar maka permukaan kampas kopling yang rata tidak dapat duduk dengan baik. Hal ini terjadi maka dapat menyebabkan berbagai hal seperti keausan plat kopling, getaran atau bahkan kopling selip. Panas, dan aus dapat terjadi jika ada slip yang terlampau berlebihan.

pemeriksaan kopling

Pemeriksaan run out flywheel (roda gila) :

  • Runout pada roda gila harus dilakukan pengecekan agar tidak berlebihan.
  • Dengan dial indicator periksalah run-out fly wheel.
  • Hasil pengukuran runout tidak boleh melebihi 0.2 mm.

2. Pemeriksaan Clutch Cover Atau Rumah Kopling

a. Pemeriksaan clutch cover secara visual :

  • Cover harus dicheck secara visual dengan melihat apa ada kotoran, cidera tersisa gesekan / terbakar, tergores dan atau retak.
  • Pengecekan permukaan clutch cover dari keausan yang dapat menyebabkan kerusakan lainnya.
  • Selip terlampau berlebihan dapat menyebabkan lajur, gosong, dan meliuk.
  • Jika ada kotoran, cidera tersisa gesekan / terbakar, tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.
  • Jika kerusakannya akut, semestinya diganti.
Baca Juga  Kode Warna Kabel: 31 Kode Dan Ulasannya

b. Pemeriksaan kecocokan jemari jari di bagian diafragma spring:

  • Hasil pengukuran kedalaman maksimal adalah 0.6 mm. Sementara untuk lebar maksimal 5.0 mm.
  • Apabila hasil pengukuran berbeda dari standar dapat menyebabkan bantalan pembebas dan jari-jari pegas diafragma bentrok
  • Ukur lebar dan kedalaman keausan untuk tetapkan apa masih dalam batas tolerir.
  • Jika keausan melalui detil ganti sama dengan yang baru pemeriksaan kopling

c. Pemeriksaan kearataan tinggi diafragma spring:

Alat yang dipakai untuk kerataan tinggi pegas diafragma yakni memakai dial indicator.
Untuk memudahkan pengukuran pakailah dial dengan magnetik base pada mesin. Penyimpangan optimal : 0.5 mm.

pemeriksaan kopling

d. Proses penyetelan diafragma spring (pegas diaphragma) :

Jika hasil dari pemeriksaan kerataan pada pegas diafragma kopling tidak sesuai dengan standar maka perlu dilaksanakan penyetelan pada pegas diaphragma memakai alat SST.

penyetelan pegas diafragma

3. Pemeriksaan Pressure Plate / Plat Penekan

Disamping itu pemeriksaan kopling dilaksanakan pada elemen pressure plate atau pelat penekan yang terbagi dalam:

a. Pemeriksaan pressure plate secara visual :

  • Dengan cara melihat apa ada kotoran, cidera tersisa gesekan / terbakar, tergores dan atau retak.
  • Jika ada kotoran, cidera tersisa gesekan/ terbakar, tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.
  • Perlu menggunakan mesin bubut untuk melembutkan permukaan pressure plate atau bila mustahil karena itu perlu lakukan pergantian unit.

b. Proses pemeriksaan kerataan plat kopling dengan straigh edge dan filler gauge :

Ketidakrataan max adalah 0.5 mm.

pemeriksaan kerataan plat kopling

4. Pemeriksaan Clutch Disk

Hal keempat untuk pemeriksaan kopling pada mobil yakni pemeriksaan clutch disc. Terdapat beberapa pemeriksaan pada kampas kopling diantaranya yaitu ketebalan kampas pelat kopling, kondisi pegas peredam radial, hub spline (jalur-alur hub), dan runout aksial dengan ketinggian permukaan atas paku keling.

Baca Juga  Apakah Aki Kering Bisa Di Cas Atau Diisi Ulang?

a. Pemeriksaan paku keling dan hitung ketebalan kampas kopling :

  • Mengukur kedalaman paku keling dengan jangka sorong.
  • Batas kedalaman paku keling, minimal 0.3 mm.
  • Jika kedalaman sudah melalui detil, ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.
  • Pergantian kampas kopling pada kendaraan yakni bisa dengan melepaskan paku keling dan menukars kampas kopling sama yang baru. Tetapi untuk kendaraan memiliki ukuran kecil umumnya ditukar satu set kampas kopling. pemeriksaan paku keling

b. Pemeriksaan run out clutch disk :

  • Untuk dapat mengetahui tingkat kelengkuangan kampas kopling dapat dilakukan dengan cara memeriksa runout aksialnya.
  • Disc (plat kopling) diputar sekaligus melihat keolengan (runout) permukaan atasnya.
  • Pelat kopling perlu pergantian jika lebih dari 0,031 inchi (0.8mm) atau lebih. pemeriksaan run out kampas kopling

c. Pemeriksaan kekocakan di bagian torsion dumper :

Jika pada pemeriksaan kopling merasakan terjadi kekocakan pada torsion dumper karena itu perlu pergantian pelat kopling.

5. Pemeriksaan Pegas Penekan

a. Pemeriksaan sisi pegas penekan :

  • Jika dilaksanakan pemeriksaan kopling pada panjang pegas penekan mempunyai limit panjang yang berlainan bergantung tipe dan ukuran dari kopling.
  • Demikian juga dengan ketidaksikuan pegas penekan.
  • Ukuran besar kecilnya unit kopling biasanya menentukan tingkat limit/ tolerensi. pemeriksaan pegas penekan

b. Pemeriksaan tegangan pegas penekan :

  • Kekuatan kerja kopling dalam meneruskan putaran dan daya mesin sangat dipengaruhi oleh tegangan pegas penekan.
  • Kuat / besar tegangan pegas penekan yang digunakan tergantung dari ukuran kendaraan. Detil tegangan pegas dapat dilihat pada buku petunjuk kendaraan.
  • Ketidaksesuaian di antara pegas juga tidak dapat terlalu besar, karena akan membuat penekanan kopling tidak rata. pemeriksaan tegangan pegas penekan

6. Pemeriksaan Release Bearing / Bantalan Pembebas

Pemeriksaan release bearing (bantalan pembebas) pada sistem kopling terdiri dari :

  • Release bearing dicek secara visual dan dirasakan putaranyya. Release Bearing biasanya diganti satu set dengan disk dan clutch cover .
  • Pada self adjusting release bearings karena itu perlu dicheck apa proses rekonsilasi diri pada release bearing bekerja yang baik atau mungkin tidak. pemeriksaan release bearing

Di atas ialah pembahasan berkaitan pemeriksaan kopling pada mobil. Mudah-mudahan bisa menambahkan wacana dan pengetahuan.

Join the discussion