Fungsi Tensioner: Peran & 3 Jenisnya

Fungsi Tensioner – Salah satunya dalaman mesin bermotor yang jarang terjamah adalah tensioner. Fungsi tensioner pada kendaraan motor penting. Lantas apakah itu tensioner? Apa fungsi tensioner? Lalu apa saja jenis jenisnya?

Untuk beberapa orang nama tensioner akan berasa asing karena terletak yang ada dalam mesin. Tensioner berupa kecil, tapi fungsi tensioner dan peranannya lumayan besar memengaruhi mesin kendaraan. Elemen ini sebagai pendukung rantai keteng

Bila bicara berkenaan permasalahan sepeda motor, Anda akan mengeluhkan saat suara motor yang didengar bising bila ada di jalanan yang tidak rata. Hal itu pasti mengusik telinga orang sekeliling yang dengar. Nach, fungsi penting tensioner benar-benar dibutuhkan dalam masalah ini.

Meski begitu, sedikit orang yang mengetahui keutamaan menjaga sisi itu. Bahkan juga, bahkan juga banyak pada mereka yang belum ketahui perannya. Untuk memperjelasnya berkaitan fungsi tensioner dan jenis tipe nya akan dibahas lebih pada dalam artikel di bawah ini.

fungsi tensioner

Apa Itu Tensioner ?

Tensioner adalah sebagai elemen yang ada pada mesin bermotor yang banyak dikatakan sebagai salah satunya kompnen bebas perawatan, hingga jarang-jarang sekali jadi perhatian beberapa pemilik sepeda motor.

Benda ini berupa kecil, tapi fungsi dan peranannya lumayan besar memengaruhi mesin kendaraan. Sisi ini sebagai pendukung rantai keteng.

Dalam pada itu, fungsi rantai keteng sendiri adalah terima perputaran yang dari crankshaft. Perputaran itu bermanfaat untuk gerakkan camshaft yang berada di silinder head. Dan tensioner berperan jaga kemelut rantai keteng. Maksudnya supaya rantai keteng masih tetap konstan.

Baca Juga  Fungsi Air Radiator Mobil : Peran, Jenis, Dan Cara Kerja

Fungsi Tensioner

Sama seperti yang telah kami berikan di atas, fungsi tensioner pada suatu sepeda motor untuk jaga kemelut rantai keteng supaya masih tetap sesuai yang di perlukan oleh mesin.

Sama seperti yang telah disebut awalnya, fungsi tensioner adalah untuk jaga dan menjaga konsistensi rantai keteng. Bila elemen ini tidak berperan, mesin bermotor akan kedengar bising dan tidak nyaman didengarkan.

Beberapa permasalahan lain dapat diakibatkan karena rantai keteng yang tidak konstan. Misalkan saja terjadi peralihan gir noken as yang disebabkan karena kendornya rantai keteng. Mengakibatkan, piston dan payung klep memungkinkan muncul bentrokan yang dapat mengusik kerja mesin.

Bahkan juga jika hal itu masih tetap kalian diamkan akan memunculkan beberapa permasalahan besar pada mesin bermotor. Seperti status gir noken as yang dapat beralih karena rantai keteng kendor. Ini sudah pasti akan menyebabkan piston dan payung klep akan bertabrakan. Oleh karena itu fungsi tensioner sangat penting pada kendaraan bermotor.

Jenis – Jenis Tensioner

Sesudah kalian pahami terkait fungsi tensioner motor, tidak ada kelirunya kalian harus juga mengerti dan memahami beberapa jenis tensioner motor yang ada sekarang ini. Berikut ulasan terkait 3 macam tensioner:

1. Tensioner Manual

Jenis tensioner yang pertama yakni Tensioner Manual, yang di mana proses penataan pada tensioner ini bisa di kerjakan dengan manual dengan longgarkan mur pengunci lebih dulu.

Baca Juga  Kegunaan Reservoir Tank Adalah : Fungsi & Cara Kerja

Kemudian kalian bisa lakukan geprekelan sesuai keperluan hingga mesin bermotor segera dapat keluarkan bunyi yang lembut dan tidak bising.

2. Tensioner Semi Automatis

Selanjutnya jenis yang ke-2 yakni Tensioner Semi Automatis. Pada jenis ini kalian segera dapat mengatur yang sedikit gampang dibandingkan dengan tensioner manual di atas.

Di mana untuk lakukan penataannya, kalian perlu longgarkan baut penahan di bagian tangkai penegang. Bila tangkai penegang terdrong oleh pegas tensioner di depan, dan dirasakan mesin telah keluarkan suara lembut, silakan mengencangkan kembali baut itu.

3. Tensioner Automatis

Sementara jenis tensioner motor yang ke-3 yakni tensioner Automatis. Sama sesuai namanya, pada jenis ini kalian tak perlu lakukan geprekelan tensioner karena pegas tensioner akan secara automatis tekan tangkai pegas di saat rantai keteng mulai mengendor.

Di atas adalah pembahasan berkaitan fungsi tensioner dan jenis tipe nya. Mudah-mudahan bisa menambahkan wacana pengetahuan.