Urutan Aliran Oli Pada Sistem Pelumasan: 7 Aliran

urutan aliran oli pada sistem pelumasan

Urutan Aliran Oli Pada Sistem Pelumasan – Oli atau pelumas pada sistem pelumasan harus bisa bersirkulasi di semua elemen mesin. Ini agar mesin bisa bekerja yang baik. Lantas bagaimana urutan aliran oli pada sistem pelumasan?

Sebuah mesin bisa bergerak dengan maksimal. Bila, aliran oli pada sistem pelumasan mesin di rawat dengan baik sekali. Sistem pelumasan pada mesin kendaraan memakai oli sebagai pelumasan. Oli itu digunakan sebagai pencuci, pendinginan, dan sebagai cara turunkan gesekan supaya tenaga mesin masih tetap maksimal.

Tiap benda yang bergerak akan alami yang bernama gesekan, dari gesekan itu akan membuat panas. Pada mesin kendaraan jika gesekan tidak diredam oleh pelumasan oli, maka mengakibatkan kerusakan pada beberapa elemen mesin.

Berkaitan urutan aliran oli pada sistem pelumasan yang dipakai pada mesin kendaraan akan dibahas lebih dalam pada artikel di bawah ini. Berikut posisinya:

Urutan Aliran Oli Pada Sistem Pelumasan

Mesin diesel 2 tidak dan 4 tidak sebagai mesin pembakaran dalam (intern combustion) yang mempunyai thermal mesin yang tinggi, hingga dalam proses pelumasan nya memerlukan elemen tambahan untuk mendinginkan temperatur oli mesin itu.

urutan aliran oli pada sistem pelumasan

Berdasar gambar di atas, karena itu urutan aliran oli pada sistem pelumasan yang betul ialah

  1. Berawal dari di nyalakan nya mesin bertepatan itu oil pump akan berputar-putar.
  2. Selanjutnya strainer akan memfilter oli saat sebelum terserap oleh oil pump.
  3. Oli bertekanan yang telah terserap oleh oil pump, akan di tujukan lewat lajur output oil pump ke oil filter. Selanjutnya oli akan disaring pada bagian oil filter, agar kotoran atau partikel yang memiliki ukuran kecil yang tidak tersaring di strainer tidak terikut masuk ke proses pelumasan.
  4. Oli yang telah di saring oleh oil filter, selanjutnya oli akan ke oil cooler untuk didinginkan agar kualitas pelumasan oli selalu terlindungi secara baik. Pada oil cooler ada dua jalur masuk untuk aliran oli, yakni:
  5. Jalur Masuk Khusus: Memungkinkannya aliran oli bertekanan akan ditujukan masuk ke jalur khusus bila keadaan oil cooler normal (tidak mampet). Temperatur oli yang awalan nya telah di turunkan oleh oil cooler kemudian akan ke oil gallery. Gallery ini membagikan oil bertekanan ke masing-masing komponen yang ada pada block mesin.
  6. Jalur Masuk bypass: Untuk optimis pelumasan mesin yang terkait. bila oil cooler mampet, lajur bypass yang berada di aliran masuk oli ke pendingin, memungkinkannya oli lewat pendingin dan mengucur langsung ke galeri oil dan aliran oli yang bertekanan itu mulai dialokasikan ke tiap komponen dalam blok mesin.
  7. Jika semua komponen yang dalam mesin telah terlumasi oleh oli. Karena itu kemudian, aliran oli akan balik ke bak oli (oil pan)
Baca Juga  Transfer Case: Fungsi, Jenis, Dan Konstruksi

Diatas adalah ulasan terkait urutan aliran oli pada sistem pelumasan yang digunakan pada mesin kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.