Fungsi Pegas Diafragma: Peran, Kelebihan, Dan Kekurangan

Fungsi Pegas Diafragma – Pada sistem kopling terutama clutch disc terdapat beberapa bagian, salah satunya pegas diafragma. Pegas ini memiliki peranan yang sangat penting pada sistem kopling. Lalu apa fungsi pegas diafragma pada kopling?

Kopling atau clutch adalah komponen pada chasis mobil yang terhitung bagian sistem pemindah tenaga. Fungsi kopling adalah kurangi perputaran mesin saat dilaksanakan peralihan gigi hingga peralihan transmisi bisa masuk secara lembut.

Jika sejauh ini, kopling hanya pedal yang berada di samping kiri rem dan gas, maka jelas salah. Komponen itu terbagi dalam beragam jenis komponen yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri. Untuk lebih jelas terkait fungsi pegas diafragma pada sistem kopling dan kelebihan serta kelemahan akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi pegas diafragma

Fungsi Pegas Diafragma

Jika dengar kata pegas, umumnya terpikir pada benda berulir yang dapat membal kembali saat didesak. Pegas memang sebuah benda plastis yang dipakai untuk simpan energi mekanis supaya selanjutnya dapat dipantulkan kembali.

Fungsi pegas diafragma dalam kopling mobil juga kurang lebih semacam ini, yaitu menyimpan energi untuk selanjutnya dipantulkan kembali. Fungsi pegas diafragma pada kopling kendaraan beroda 4 adalah menekan dan menarik pressure plate pada clutch cover saat pedal kopling diinjak.

Tetapi, dalam sistem kopling, tidak sesimpel itu peranan pegas diafragma. Bagian yang kerap disebutkan dengan diafragma spring ini akan tekan dan menarik pressure plate pada clutch cover saat pedal kopling diinjak. Style dari pedal sampai pada diafragma spring dengan rangkaian komponen simpatisan.

Baca Juga  Jenis Sistem Pendingin : 4 Macam Dan Ulasannya

Pegas diafragma menarik pressure plate supaya tidak tekan disc pelat. Tarikan ini menyebabkan perputaran flywheel dengan disc plate bebas. Demikian sebaliknya saat pedal kopling dilepaskan.

Pegas ini dipasang di tengah-tengah tubuh tutup kopling secara melingkar. Komponen type ini umumnya dipakai pada tipe kendaraan enteng seperti mobil pick up, sedan, dan SUV.

Pemakaian clutch cover type ini mempunyai kelebihan pada entengnya pedal kopling hingga memerlukan tenaga yang semakin sedikit untuk memencetnya. Diaphragm spring mempunyai pelat penekan dengan daya pencet yang lebih rata pada pelat kopling.

Disamping itu, komponen ini mempunyai gaya sentrifugal berkecepatan tinggi yang hendak membuat daya pegas tidak menyusut saat mesin digerakkan dengan kecepatan tinggi. Namun, tutup kopling type diaphragm spring condong lebih gampang slip jika beban torque terlampau besar.

Kelebihan Dan Kekurangan Pegas Diafragma

Setelah mengetahui fungsi pegas diafragma maka perlu diketahui terkait kelebihan dan kekurangan dari pegas diafragma. Penggunaan pegas diafragma pada kopling tentu memiliki beberapa keuntungan. Kopling dikenali bernama kopling diafragma, karena clutch cover atau rumah koplingnya memakai pegas diafragma. Pegas ini seperti piringan , dengan bagian tengahnya dibelah – iris seperti sirip, yang memiliki bentuk nyaris seperti diafragma.

Untuk konstruksi yang lain masih tetap sama dengan tipe kopling mobil yang lain yaitu, ada pressure plate atau pelat pencet dan kampas kopling. Karena pegasnya yang cuman satu , keadaan penekanan pegas ke pelat pencet akan sama, meskipun keadaan pegasnya telah menurun. Mengakibatkan penekanan pelat pencet ke kampas kopling akan rata, hingga terbebas kemungkinan dari selip.

Baca Juga  Letak ECU Avanza Atau Xenia: Posisi Dan Ulasannya

Kelemahan dari kopling type ini adalah tidak bisa memberi penekanan yang semakin kuat dibandingkan type kopling mobil coil spring, karena jumlah pegas yang cuman satu. Karena itu kopling ini cuma pas untuk mobil berbeban enteng , seperti sedan.

Diatas adalah ulasan terkait fungsi pegas diafragma pada sistem kopling dan kelebihan serta kelemahannya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -