Fungsi Oil Pressure Switch: Fungsi & Cara Kerja

bagian oil pressure switch

Fungsi Oil Pressure Switch – Untuk keamanan sistem pelumasan, maka pada mekanisme ini ditambahkan oil pressure switch. Lalu apa fungsi dari oil pressure switch pada sistem pelumasan?

Tekanan oli pada sistem pelumasan harus dijaga agar tetap sesuai. Hal ini untuk memastikan pelumas dapat melumasi setiap bagian pada mesin. Untuk mengetahui tekanan pelumas standar atau tidak maka ditambahkan oil pressure switch. Berikut ulasan terkait fungsi oil pressure switch dan cara kerja akan dibahas lebih dalam pada artikel berikut ini.

Fungsi Oil Pressure Switch

Fungsi oil pressure switch adalah untuk mengetahui tekanan atau pressure oil. Apabila terjadi tekanan abnormal maka akan muncul warning di dalam monitor cabin. Fungsi oil pressure switch biasanya digunakan sebagai aktuator yang secara langsung mengaktifkan lampu peringatan oli di dasbor pengemudi. Hal ini terjadi ketika tekanan oli di menurun nilai critical value yang ditetapkan atau membawa sinyal ke ECU (Control Unit). Jadi dengan kata lain fungsi komponen ini adalah peringatan tentang tekanan rendah oli dan mencegah kerusakan pada .

Oil pressure tergantung pada konstruksi. Oil pressure switch biasanya dapat ditemukan di salah satu lokasi yang paling umum yaitu di blok silinder atau di housing filter oli serta pada beberapa jenis dapat ditemukan di cylinder head.

fungsi oil pressure switch

Prinsip Kerja Oil Pressure Switch

Oil pressure switch dioperasikan oleh diafragma elastis sendiri atau diafragma bergerak dengan hairspring yang dipasang, yang posisinya ditentukan oleh tekanan yang diterapkan padanya. Tekanan oli di bawah standard yang diperlukan untuk meningkatkan diafragma dan mengaktifkan (menyalakan atau mematikan) switch contact ditentukan oleh tekanan oli. Pressure oli ini adalah individu untuk setiap jenis mesin dan dapat bervariasi. Nilai biasa adalah antara 0,25 dan 0,75 bar (3,5 – 11 psi).

Baca Juga  Fungsi Brake Shoe Pada Rem Tromol & Ulasan

cara kerja oil pressure switch

Jika tekanan oli menurun di bawah critical value ini, oil pressure switch secara langsung mengaktifkan lampu peringatan oli di dasbor cabin atau di beberapa sistem manajemen, oil pressure switch mengembalikan sinyal ke ECU, jadi untuk diperingatkan tentang tekanan rendah oli dan mencegah kerusakan pada mesin. Kontak switch dapat terbuka secara normal atau biasanya ditutup.

 

Komponen atau bagian oil pressure switch:

bagian oil pressure switch

  1. Washer for sealing,
  2. Diaphragm,
  3. Switch housing,
  4. Connector,
  5. Switch contacts (A normally open, B normally closed),
  6. Thread for tightness.

Gambar 1, di atas (A) menunjukkan gambar ilustrasi dari satu jenis sakelar tekanan oli dengan kontak yang biasanya terbuka, dan di bawah (B) satu jenis sakelar dengan kontak yang biasanya ditutup.

Pengoperasian switch jenis ini pada dasarnya mirip dalam semua kasus, meskipun jenis, ukuran, dan konstruksi dapat bervariasi pada aplikasi produsen atau persyaratan sistem yang digunakan. Pada sakelar dengan kontak yang terbuka normal, ketika tekanan oli mesin mencapai tingkat kritis yang telah ditetapkan, menghasilkan pergerakan diafragma dan mengaktifkan kontak sakelar, sehingga kontak terhubung bersama, yaitu sakelar ditutup (dinyalakan).

Sakelar dengan kontak yang biasanya ditutup bekerja berlawanan, ketika tekanan oli mesin mencapai tingkat kritis yang telah ditetapkan, menonaktifkan kontak switch yang sudah terhubung, jadi sekarang kontak terputus, yaitu sakelar terbuka (dimatikan).

Diatas adalah ulasan terkait fungsi oil pressure switch dan cara kerja pada sistem pelumasan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Baca Juga  Fungsi Reverse Idle Gear Transmisi, Letak, Dan Cara Kerja