Tanda Tanda V Belt Harus Ganti: 8 Ciri Dan Penyebab

Penyebab Dan Tanda Tanda V Belt Harus Ganti – Pemakaian van belt atau v belt pada kendaraan tentu ada batasannya. Oleh karena itu perlu diketahui tanda tanda v belt harus diganti atau sudah rusak.

Van belt atau v-belt sebagai salah satunya sisi utama pada motor. Sama dengan piranti penting yang lain pada motor, v-belt bisa juga alami periode kedaluwarsa atau putus apabila sudah rusak dan perlu diganti.

Oleh karena itu pentingnya pengujian secara periodik buat terjadi ha-hak yang tidak diharapkan seperti v-belt alami putus yang mengakibatkan motor kecintaan Anda tidak bisa meluncur.

Oleh karenanya ketahui beberapa ciri dan tanda kerusakannya dari sekarang ini. Untuk lebih jelasnya terkait tanda tanda v belt harus ganti, penyebab, dan cara merawat akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

tanda tanda v belt harus ganti

Tanda Tanda V Belt Harus Ganti

Sebenarnya apabila ingin mengetahui ciri v belt yang rusak sangat mudah. Hal ini dikarenakan tanda tanda yang muncul apabila v belt harus ganti sering kita rasakan setiap hari diantaranya yaitu:

1. Tarikan jadi berat dan kasar

Tanda tanda umum yang pertama ketika v belt harus ganti, khususnya pada motor matic kecintaan Anda. Pada intinya motor matic normal pasti hasilkan tarikan atau tenaga yang lembut.

Jika secara mendadak motor Anda berat, ngempos dan tarikan berasa kasar dan getar itu menjadi tanda v-belt motor Anda mulai aus dan menyusut kemampuannya.

2. V-belt muncul pecah pecah

Tanda tanda berikutnya terkait v belt harus ganti dapat Anda saksikan secara fisik dengan membedah elemen cvt pada motor. Perombakan dilaksanakan untuk menyaksikan keadaan karet v-belt motor matic Anda.

2. Check sisi kawat v-belt

Selanjutnya, Anda bisa juga memeriksa keadaan kawat yang ada di sisi samping. Elemen v-belt yang bagus mempunyai keadaan kawat yang kelihatan sempurna. Dan apabila sudah kelihatan berkarat, maknanya Anda harus selekasnya lakukan penggantian.

Ini karena bila kawat itu telah terlihat berkarat karena itu resiko putusnya juga lebih besar. Lepas dari bagaimana keadaan karet yang ada pada v-belt.

3. Jarak tempuh yang telah melewati batasan

Biasanya, v-belt dianjurkan untuk selekasnya diganti apabila sudah dipakai berkendaraan lebih dari 20 ribu km. Karena bila lebih dari itu elemen ini akan alami pengurangan perform. Hingga bisa membuat tarikan gas motor jadi lebih berat.

Disamping itu v-belt yang dipaksakan berkendaraan sesudah melewati usia memakainya juga riskan alami perpecahan atau bahkan juga putus setiap saat sepanjang di jalan. Mengakibatkan bisa beresiko untuk keselamatan Anda sendiri atau pengendara lain.

Kunci khusus dari perawatan v-belt dengan memeriksa keadaan fisiknya secara periodik. Selainnya itu wajib untuk Anda untuk mengenal tiap tanda yang bisa membuat perform motor matic alami pengurangan atau jadi kurang optimal. Oleh karena itu usia pakai juga dapat menjadi tanda tanda v belt harus ganti.

Baca Juga  Penyebab Mesin Diesel Pincang : 8 Penyebab Dan Ulasan

4. V Belt Melembek

Selain tanda tanda diatas v belt berasa getas, karet yang tidak plastis akan berasa lembek maka harus ganti. Tidak boleh pakai V belt yang lembek karena bisa membuat ritmenya tidak sesuai timing yang semestinya. Timing yang tidak pas akan mempengaruhi performa elemen mesin yang lain.

Jika elemen camshaft dan piston jadi tidak dapat digerakkan atau alami tubrukan yang kronis. Tidakkah mobil jadi tidak dapat bekerja yang baik? Kemungkinan awalannya Anda tidak rasakan peralihan pada mobil. Tetapi seiring waktu berjalan karena itu kendaraan kecintaan Anda jadi tidak dapat dipakai untuk melakukan aktivitas.

5. V Belt Kelihatan Tipis

Tanda tanda V belt harus ganti selekasnya dapat dilihat secara visual. V belt yang telah kelamaan dipakai akan kelihatan benar-benar tipis. Ini karena permukaan V Belt sudah aus karena gesekan dengan elemen lain di dekatnya.

Ini lumrah muncul karena V belt yang tipis mengisyaratkan jika perannya untuk gerakkan beragam elemen berjalan baik. Tetapi memang V belt pada keadaan itu tidak dapat lama dipakai untuk menggerakan beragam elemen yang tersambung

6. Gerigi Aus atau Lenyap

Sama seperti yang telah disebut pada point awalnya, V belt punyai dua tipe permukaan yakni lembut bergerigi. Permukaan yang bergerigi ini juga menjadi tanda kerusakan.

Gerigi itu terus bersinggungan dengan elemen yang lain hingga lama-lama memiliki bentuk bisa menjadi rata. Bila gerigi telah terlihat lenyap, karena itu menjadi salah satu tanda tanda v belt harus ganti dan penggantian harus selekasnya dilaksanakan. Gerigi yang bisa mengakibatkan daya cengkeram V belt turun.

7. Kecepatan tinggi tidak mulus

Ciri ciri v belt harus ganti ialah di saat motor ada di kecepatan tinggi, jalan akan berasa susah dan tidak mulus. Dalam masalah ini akan ada seperti rasa kampas kopling telah capai titik penghabisan dan RPM akan alami peningkatan sesaat tapi kecepatan motor tidak alami tambahan.

8. Muncul Getaran

Tanda tanda terakhir v belt harus ganti yang kerap jadi dasar untuk ketahui keadaan v-belt dengan mengetahui ada getaran pada motor. Tetapi, getaran pada motor yang disebabkan karena v-belt tidak dapat menjadi dasar khusus karena getaran dapat lenyap sesudah sesaat.

Penyebab V-Belt Gampang Putus

Setelah mengetahui tanda tanda v belt harus ganti maka perlu diketahui pula penyebabnya. Kenyataannya, ada faktor-faktor yang menjadi penyebab v belt motor gampang putus, bahkan juga walau usia pemakaiannya baru saja. Banyak orang berpikiran jika jarak menempuh ialah penyebab intinya. Walaupun kenyataannya jarak tempuh tidak terlalu berpengaruh terhadap kerusakan v belt.

Aspek terpenting yang mengakibatkan v-belt gampang putus ialah akselerasi atau beban kerja pada belt yang berlebihan. Disamping itu, ada factor lain yang ikut memengaruhi keadaan dari v-belt.

Baca Juga  Merk Roller Terbaik: 5 Jenis Dan Ulasannya

Saat mesin pada kondisi yang tidak sempurna selanjutnya motor dipakai pada jalanan yang ekstrim, v-belt akan alami pengurangan peranan secara automatis. Namun selain v belt, perlu juga dipahami terkait perawatan komponen lain terutama pelumas.

Pelumasan yang ada pada bagian transmisi gearbox atau CVT sebagai hal yang penting. Terutama hal ini pada kendaraan otomatis atau yang dikenal dengan matic. Mekanisme ini dapat mengurangi beban kerja dari v belt atau mekanisme CVT.

Bila v-belt pada motor memikul beban yang berat, keadaan v-belt akan makin lebih buruk dan gampang putus. Oleh karena itu perlu diperhatikan terkait tanda tanda v belt harus ganti dan apabila muncul maka selekasnya melakukan penggantian.

Usia Lumrah Pemakaian V-Belt

Sama seperti seperti produk atau barang secara umum, v-belt mempunyai usia atau usia penggunaannya sendiri. Biasanya, optimal usia pemakaian v-belt cuma pada jarak 25.000-30.000 km. Oleh karena itu apabila jarak tempuh sudah dicapai perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi v belt.

Terutama bila pemilik kendaraan sebagai seorang yang menyukai lakukan perjalanan jauh atau turing. Motor yang terus-terusan dipakai untuk perjalanan jauh seperti turing akan membuat perform dari v-belt makin alami pengurangan.

Sebagai panduan, Anda dapat lakukan pengujian atau servis teratur tiap beberapa waktu sekali atau tiap jarak menempuh alami tambahan sampai 6000 km. Hal ini bermanfaat untuk bersihkan kotoran yang ada di v-belt motor.

Cara Merawat V Belt Agar Tahan Lama

Sesudah ketahui tanda tanda dan faktor penyebab v belt harus ganti, Anda perlu pahami dan mengaplikasikan beberapa cara di bawah ini untuk membuat v-belt jadi lebih tahan lama. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat v belt yaitu:

1. Cairan Khusus yang Bisa Menambahkan Umurnya

Cara pertama untuk merawat v belt adalah dengan menambahkan cairan khusus. Dipasaran terdapat cairan-cairan yang dapat mendukung usia v-belt supaya tidak gampang putus dan tahan lama walau telah lama dipakai. Cairan ini bertugas sama seperti pelumas namun tidak menyebabkan selip.

2. Jangan memakai Aksesori Racing

Aksesori racing memanglah bisa membuat motor kelihatan lebih kece dan berpenampilan. Penggunaan aksesoris racing tentu dapat menambah perfoma namun terkadang juga memberikan beban tambahan terutama pada bagian bagian lain yang tidak diganti.

3. Berkendara yang wajar

Cara merawat v belt yang terakhir yaitu berkendara dengan wajar. Maksudnya yaitu memakai kendaraan dengan normal. Jangan disentak sentak, memutar gas dengan lembut sehingga kinerja mesin tidak akan terlalu terbebani.

Diatas adalah ulasan terkait tanda tanda v belt harus ganti, penyebab, dan cara merawat. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.