Fungsi Resonator Knalpot Mobil: 3 Peran Dan Ulasannya

Fungsi Resonator Knalpot – Didalam knalpot mobil terdiri dari beberapa bagian yang memiliki peran berbeda, salah satunya resonator knalpot. Lalu apa fungsi resonator knalpot pada mobil?

Fungsi resonator knalpot mobil dapat digunakan untuk menahan suara. Resonator bekerja dengan menggagalkan bentang frekwensi tertentu. Elemen knalpot ini berada pada exhaust sistem. Persisnya ada di tengah dari mekanisme itu sendiri atau bergantung pada design exhaust system yang ada pada mobil.

Resonator pada knalpot itu sendiri sebagai elemen berwujud tabung. Knalpot mobil yang tidak memakai resonator dapat memunculkan banyak permasalahan. Beberapa mobil tanpa resonator umumnya hasilkan suara yang lebih kasar, keras, dan condong memunculkan dengung dalam kabin.

Untuk lebih jelasnya terkait fungsi resonator knalpot mobil akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi resonator knalpot

Apa itu Resonator?

Diambil dari KBBI, resonasi adalah bergetarnya satu benda yang disebabkan oleh getaran yang dibuat dari sumber bunyi pada frekwensi tertentu. Bukan hanya benda yang bergetar tetapi elemen udara dan air sekitaran kita ikut juga terimbas.

Hingga, bisa kita simpulkan jika fungsi resonator knalpot adalah alat atau elemen pada kendaraan yang bermanfaat untuk menahan suara hasil pembuangan gas dari dalam kendaraan.

Resonator umumnya berada pada sisi tengah Exhaust sistem, saat sebelum muffler. Berwujud tabung dan kadang ada di belakang catalityc converter.

Secara singkat semacam ini konsep atau cara kerja resonator knalpot. Dari hasil kerja mesin adalah sebuah gas hasil pembakaran dengan penekanan yang lumayan tinggi dan harus keluar dalam mobil.

Baca Juga  Komponen Speedometer Motor: 6 Bagian Dan Fungsi

Pembuangan gas harus lewat resonator lebih dulu buat untuk memperoleh back pressure dan torsi tertentu dan menahan suara yang dibuat dari pembuangan gas. Hingga kendaraan bisa meluncur seperti semestinya.

Fungsi Resonator Knalpot

Sama seperti yang telah ditulis di atas, fungsi resonator knalpot mobil adalah menahan suara yang dibuat dari mobil lewat knalpot. Pada intinya semua mobil yang sama sesuai standard pabrik mempunyai resonator karena konsentrasi yang diputuskan bukan perform mesin, tetapi standard emisi gas buang.

​​​​​​Namun seiring waktu berjalan, beberapa pemilik mobil yang berasa kurang senang dengan kualitas suara dari mobil sendiri. Mereka ingin suara yang lebih ganas kembali.

Untuk itu, banyak yang memodifikasi mekanisme exhaust jadi bebas kendala. Umumnya elemen yang ditukar adalah muffler atau bahkan juga semua mekanisme exhaust. Dapat ditegaskan suara yang dibuat jadi lebih keras seperti mobil balap. Tetapi janganlah lupa untuk dapat terus jaga kenyamanan kuping dan faksi yang lain disekitaran mobil, karena itu perlu tetap memasangkan resonator didalamnya.

Dengan kekuatan menahan suara, karena itu resonator dapat menggagalkan bentang frekwensi suara tertentu. Bila tidak mempunyai resonator dalam mobil, karena itu sudah tentu suara dari knalpot jadi lebih keras, kasar, bahkan juga sampai memunculkan dengung di kabin mobil. Tentunya itu benar-benar mengusik Anda dan penumpang. Menyaksikan fungsi dari resonator, tetap ada orang yang memilih untuk melepaskan elemen ini. Keputusan ini membuat suara sudah tentu lebih keras. Secara suara lebih keras, tetapi nilai kenyamanan sudah tentu turun.

Baca Juga  Fungsi Universal Joint : 4 Fungsi & Ulasannya

Sama seperti yang dapat disaksikan, resonator adalah elemen yang berada antara exhauset manifold dan exhaust panduan. Ada dua fungsi khusus resonator knalpot yang penting kalian kenali, yaitu:

1. Melembutkan suara knalpot

Fungsi khusus dari memasangkan resonator knalpot adalah sebagai peredam suara saat mesin bekerja. Knalpot mobil yang tidak menggunakan resonator umumnya akan bernada lebih kasar, keras, serta dengungannya dapat terdengar sampai dalam kabin. Ini pasti kurangi kenyamanan berkendaraan.

2. Mengganti saluran gas buang jadi tenaga

Fungsi penting lain dari resonator knalpot mobil adalah mengganti saluran gas buang jadi tenaga. Tenaga hasil dari pembakaran ini sebetulnya mempunyai penekanan yang lumayan tinggi. Tetapi, karena knalpot mobil tidak mempunyai saringan pada lajur gas buangnya, karena itu tenaga dorong yang dibuat kurang cukup kuat.

Dengan memasangkan resonator, saluran gas buang ini dapat digunakan untuk meningkatkan kerja mobil dengan menggantinya sebagai tenaga. Perform mesin mobil akan semakin optimal. Di lain sisi, konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat karena mobil lebih memiliki tenaga dan tak perlu bersumber tenaga berbahan bakar.

3. Membuat back pressure

Fungsi terakhir dari resonator knalpot adalah membuat back pressure. Penempatan resonator dapat membuat back pressure atau penekanan balik pada saluran gas buang. Langkah ketahui berapa besar back pressure yang dibuat adalah dengan ketahui ketidaksamaan resonator panjang dan pendek.

Diatas adalah ulasan terkait fungsi resonator pada knalpot mobil. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.