komponen sistem ac mobil

Komponen Sistem AC Mobil : 15 Komponen Dan Ulasannya

Komponen Sistem AC Mobil – Ada banyak komponen sistem AC pada mobil yang memiliki peranan yang berbeda. Namun setiap bagian tersebut mengambil peran untuk pengaturan suhu ruang kabin. Lalu apa saja komponen sistem AC mobil?

Saat ini Indonesia mempunyai temperatur panas yang kemungkinan dapat di ngomong tinggi. Tidaklah aneh pemakaian alat pendingin atau yang lebih dikenali dengan AC cukup sering dipakai warga. Hal itu berlaku untuk AC mobil yang mana ini jadi salah satunya alat pendingin yang tentu saja akan memberi kenyamanan ke tiap pemakainya. Ditambah lagi ketika musim panas saat ini, sudah pasti AC mobil yang mempunyai keadaan baik akan menolong.

Tetapi pernah tidak kalian beberapa pemakai mobil yang pahami apa s saja komponen AC mobil dan bagimana langkah kerja AC mobil itu ? Nah untuk pemakai yang belum pahami akan hal itu, tidak jadi masalah dan tak perlu kawatir.

Untuk menjawab terkait komponen sistem AC mobil akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

komponen sistem ac mobil

Komponen Sistem AC mobil

1. Compressor AC

Komponen sistem AC mobil yang pertama yaitu kompressor AC. Fungsi compressor AC untuk memompa saluran freon supaya freon sanggup bersirkulasi ke semua komponen AC mobil. Tetapi compressor ini bukan hanya membuat freon bersirkulasi, compressor akan mendesak freon supaya molekul freon lebih rapat.

Hasilnya, freon akan berbeda bentuk jadi cair dan penekanan freon juga jauh semakin besar dibanding pada selang input compressor. Ini diperuntukkan supaya proses pengembangan bisa berjalan dengan mulus.

Langkah kerja compressor dengan memakai pergerakan rotari yang didapat dari pulley mesin. Kutub compressor tersambung dengan pelat yang mempunyai beberapa nok. Saat nok itu sentuh piston, karena itu piston akan bergerak kedepan. Hingga bisa mendesak freon dan memaksakan keluar dengan penekanan tinggi.

Saat nok terlepas dari piston, karena itu piston kembali bergerak kebelakang karena ada pegas pengembali. Ini membuat freon dari selang low pressure masuk ke ruangan piston. Dan demikian selanjutnya performa compressor AC.

2. Magnetic clutch

Selain itu, komponen sistem AC mobil yang lain yaitu magnetic clutch. Fungsi magnetic clutch untuk mengendalikan kapan saat compressor bekerja walau dan stop walau pulley mesin masih berputar-putar. Saat compressor bekerja, karena itu penekanan freon yang keluar dari compressor semakin meningkat. Apa lagi saat mesin dipacu, karena itu tambahan penekanan freon jadi lebih cepat.

Pasti ada risiko jika kompressor terus bekerja, karena itu saat penekanan freon capai titik maksimal, magnetic clutch akan memutus hubungan di antara pulley kompressor dengan kutub compressor.

Magnetic clutch bekerja dengan memakai daya magnet magnet, seuah coil dipakai untuk memunculkan daya magnet magnet lewat proses induksi elektromagnetik. Saat induksi itu terjadi karena itu kopling magnet akan mengarah ke arah coil dan melekat dengan pulley compressor hingga kutub sanggup berputar-putar.

3. Kondensor

Komponen AC Mobil yang selanjutnya ialah Kondensor AC Mobil. Kondensor ini mempunyai fungsi yang pun tidak kalah keutamaan dalam sistem kerja AC Mobil. Pasalnya komponen ini bisa mengalihkan panas dari dalam freon ke udara luar.

Di mana untuk melepas panas ke udara dengan semaksimal kemungkinan, freon tentu saja harus melalui beberapa core seperti sistem kerja radiator. Di mana ditengah-tengah core itu ada rongga yang bisa membuat udara yang melaluinya akan bawa temperatur panas itu.

Baca Juga  Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Otomotif

4. Dryer

Untuk menjaga aliran sistem AC maka perlu di saring terlebih dahulu melalui komponen yang bernama receiver dryer. Dryer adalah komponen tambahan pada sistem AC yang perannya serupa filter. Seperti namanya, fungsi khusus dryer ialah keringkan freon dari air. Walau transisi AC mobil itu tertutup, tetapi tidak tutup peluang sedikit ada uap air masuk di dalam aliran AC.

Uap air ini dapat masuk saat proses refill freon atau saat anda lakukan pergantian salah satunya komponen AC mobil. Saat aliran AC terbuka, karena itu udara dapat masuk kesistem. Dan karena udara di Indonesia memiliki sifat lembab karena itu sedikit ada uap air yang juga masuk ke sistem. Di dalam dryer ada material pasir silika yang sanggup mengikat air di dalam saluran freon.

5. Expansion valve

Komponen sistem AC mobil yang selanjutnya ada expansion valve. Fungsi expansion valve untuk mengganti bentuk freon cair supaya cenderung ke wujud gas lewat proses spraying. Kita misalkan minyak wangi spray, walau temperatur tabung minyak wangi normal (tidak dingin) tetapi saat kita semprotkan minyak wangi itu akan berasa sejuk.

Ini karena zat cair yang awalannya ada di dalam selang bertekanan tinggi keluar ke ruangan bertekanan rendah dengan kecepatan yang tinggi, hingga temperaturnya berasa lebih dingin. Pada freon, proses spraying ini digunakan supaya temperatur freon makin dingin saat sebelum freon dimasukkan pada evaporator.

Expansion valve, bekerja dengan memberi dua ruangan yang mempunyai volume berlainan dan diusapt memakai aliran kecil. Hingga bisa ada ketidaksamaan penekanan pada ruangan itu. Saat freon cair keluar dari aliran kecil itu ke ruangan dengan volume semakin besar karena itu molekul freon makin lebih renggang. Hingga penekanan lebih rendah dan bentuknya seperti gas.

6. Evaporator

Komponen sistem AC yang keenam adalah evaporator. Fungsi evaporator untuk mendinginkan udara yang akan diventilasikan di dalam kabin. Konsep kerja evaporator sama dengan kondensor, di mana freon bersuhu dingin akan diteruskan di dalam core yang ada sirip-sirip konduktor.

Temperatur dingin itu akan mengucur rata ke semua permukaan sirip karena memiliki sifat konduktor, hingga saat ada udara diembuskan melalui sirip evaporator, temperatur udara itu akan menyusut.

Di sini terjadi proses peralihan panas dari udara bebas ke freon. Hingga udara yang sudah terhembus melalui sirip evaporator mempunyai temperatur dingin, tetapi temperatur freon sesudah keluar dari evaporator lebih bertambah dibanding awalnya.

7. High pressure hose

High pressure hose adalah salah satu komponen AC mobil. Fungsi high pressure hose sebagai aliran yang menyalurkan freon cair bertekanan tinggi. Biasanya selang penekanan tinggi ini berdiameter yang lebih kecil dibanding selang low pressure.

Hal itu diperuntukkan supaya terjadi ketidaksamaan penekanan di antara sisi high pressure dan low pressure, hingga di dalam expansion valve sanggup terjadi spraying.

8. Low pressure hose

Selain tekanan tinggi maka pada sistem AC terdapat juga low pressure hose. Fungsi low pressure hose untuk salurkan freon berwujug gas penekanan rendah dari evaporator balik ke compressor. Berlainan dengan high pressure hose, selang ini berdiameter semakin besar dan condong tahan bocor. Hanya karena memuat freon bertekanan rendah.

Baca Juga  Fungsi Oil Strainer: Peran Dan Letak Pada Sistem Pelumasan

9. Cooling fan

Komponen yang selanjutnya yaitu cooling fan. Fungsi cooling fan rupanya tidak cuma sebagai pendingin radiatior, tapi cooling fan berperan mendinginkan kondensor yang berada dimuka radiator mobil. Hingga saat kita menghidupkan AC tentu kipas pendingin akan berputar-putar walau temperatur mesin masih dingin.

Cooling fan bekerja dengan membuat embusan udara melalui kondensor hingga temperatur freon di dalam kondensor dapat menyusut.

10. Blower

Komponen sistem AC mobil yang kesepuluh yaitu blower. Jika cooling fan itu hembuskan udara pada kondensor, karena itu blower berperan untuk hembuskan udara melalui evaporator. Blower ini sebagai ventilator dari sistem sirkulasi mobil.

Saat kita hidupkan blower, karena itu motor blower akan berputar-putar dan udara akan terhembus dari sisi luar melalui evaporator dan keluar lewat kisi-kisi AC.

11. Freon

Komponen selanjutnya ialah freon sebagai refrigerant. Freon adalah gas khusus yang mempunyai temperatur normal dingin. Dibanding gas lainnya, temperatur freon saat sebelum didinginkan saja dapat nyaris 0 derajat Celsius.

Disamping itu freon mempunyai ketahanan pada radiasi panas yang lumayan baik, ini karena proses perputaran AC mobil akan melalui sisi mesin. Sementara mesin, kita ketahui untuk sumber panas pada mobil.

Ada beberapa tipe freon yang dipakai pada sistem AC, diantaranya R12, R22, dan yang paling ramai dipakai saat ini ialah R134a, freon tipe ini mempunyai karakter yang lebih ramah lingkungan. Karena tidak bisa menghancurkan ozon walau dapat memunculkan pemanasan global.

12. Thermostat

Selanjutnya ada pula komponen namanya Thermostart. DImana komponen ini mempunyai pekerjaan untuk memberi signal keadaan suhu yang ada di dalam kabin ke compressor dengan automatis.

Sementara di dalam komponen ini ada sebuah sensor yang akan mengetahui temperatur pada evaporator. Bukan hanya sampai disana, Thermostart mempunyai peran penting karena bisa menjadi pengontrol kerja untuk compressor AC.

13. Pressure Switch

Untuk amankan sistem kerja AC mobil, ada satu komponen yang namanya Pressure Switch atau Press Switch. Yang di mana di bagian dalam komponen ini ada sensor liquid yang secara automatis akan bekerja dengan didasari pada penekanan yang ada di perputaran gas freon dan suhu temperatur mesin.

14. Relay

Tentu saja telah tak lagi asing dong dengan komponen yang ini karena komponen ini nyaris ada di tiap komponen kelistrikan di Mobil atau Motor.

Nah fungsi khusus dari Relay pada AC mobil tentu saja untuk menyalurkan arus listrik ke magnetic clutch, blower motor dan yang lain untuk mencegak berlangsungnya kerusakan pada kunci contact.

15. Amplifier AC

Komponen paling akhir dari AC mobil ialah amplifier AC. Komponen ini adalah rtangkaian elektronik yang berperan sebagai relay automatis. Yang mana komponen ini nanti akan menyambungkan dan memutus saluran listrik dari baterei ke Magnetic Clutch.

Diatas adalah ulasan terkait komponen sistem AC mobil yang penting dan harus kalian kenali. Dengan ketahui beberapa komponen itu tentu saja kalian bisa lebih pahami sistem kerja dari serangkaian AC mobil. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Join the discussion