Fungsi Crossover Audio Mobil: Peran & Cara Kerja

Fungsi Crossover Audio Mobil – Didalam sistem audio mobil terdapat berbagai bagian salah satunya crossover. Lalu apa fungsi crossover pada audio mobil?

Fungsi crossover dalam audio mobil adalah pastikan jika audio berperan dengan normal. Tidak itu saja, elemen itu membuat suara yang dikeluarkan dari mekanisme audio kendaraan kedengar jernih dan kuat.

Tentunya dengan suara audio yang maksimal, pengalaman berkendaraan menjadi lebih nyaman dan perjalanan juga tidak berasa menjemukan. Untuk lebih jelasnya terkait fungsi crossover audio mobil, cara kerja, dan jenisnya akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi crossover audio mobil

Apa Itu Crossover?

Crossover adalah elemen dalam mobil yang berperan untuk tentukan kualitas suara dari audio. Elemen ini akan atur pembagian frekwensi ke speaker-speaker mobil, hingga Anda dapat dengarkan suara musik, radio, atau panggilan suara yang jernih saat ada dalam mobil. Tanpa crossover, karena itu kejernihan suara dari audio akan terusik atau justru kedengar menyumbang.

Di mana elemen satu ini mempunyai peran yang perlu dalam mekanisme itu, yaitu untuk tentukan bagaimana kualitas dari suara yang dibuat oleh mekanisme audio. Crossover tentukan kualitas suara ini dengan membagikan frekwensi yang ada. Frekwensi itu dipisah ke speaker speaker yang berada di dalam kendaraan, hingga Anda juga bisa dengarkan suara musik, radio, dan panggilan suara yang jernih saat berkendaraan.

Maka jika elemen crossover ini ditiadakan, karena itu Anda akan merasakan audio yang menyumbang pindah alih kejernihan suara seperti diharapkan.

Fungsi Crossover Audio Mobil

Fungsi crossover pada sistem audio mobil adalah untuk tentukan kualitas suara dari audio kendaraan. Untuk cara kerjanya, elemen ini membagikan frekwensi kerja di antara dua driver.

Baca Juga  Jenis Motor Starter : 3 Macam & Cara Kerjanya

Misalkan, pada mekanisme speaker 2-way sebuah mobil, fungsi crossover audio mobil akan membagikan frekwensi suara antara dua elemen, yakni midbass dan tweeter. Elemen akan menggunting frekwensi tweeter pada 4 Khz dengan slope 12 dB per oktaf. Dan, pemangkasan frekwensi pada midbass dilaksanakan pada bentang 2,5 s/d 3,5 Khz untuk menyeimbangi tweeter.

Tetapi, bila kendaraan menggunakan mekanisme audio dengan 1 speaker saja, karena itu fungsi crossover audio tidak dibutuhkan. Ini karena, audio satu speaker tidak memerlukan pembagian frekwensi di antara dua speaker. Mekanisme semacam ini perlu highpass yang hendak menolong kurangi beban audio saja.

Cara Kerja Crossover

Untuk cara kerjanya, crossover lakukan pembagian frekwensi kerja di antara dua driver. Sebagai contoh pada suatu mobil yang memiliki mekanisme speaker dengan jenis 2 way, crossover nanti akan membagikan frekwensi dari suara antara dua elemen speaker ini yaitu tweeter dan midbass. Crossover akan menggunting frekwensi pada tweeter di 4 Khz, dengan slope 12dB/oktaf.

Sementara pemangkasan frekwensi pada bagian midbass akan dilaksanakan yaitu pada bentang 2,5 sampai 3,5 Khz, agar menyeimbangi elemen tweeter pada speaker.

Fungsi dan cara kerja crossover speaker audio mobil ini tidak berlaku atau dibutuhkan, jika kendaraan Anda cuman memakai jenis speaker satu suara. Karena yang diperlukan hanya high pass, untuk kurangi beban.

Jenis Crossover Audio Mobil

Pada umumnya, fungsi crossover dipisah jadi dua, yakni aktif dan pasif. Masing-masing mempunyai cara kerja berlainan dalam penataan frekwensi, dan mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing untuk mekanisme audio. Untuk ketahui ketidaksamaan ke-2 nya, baca pembahasan berikut ini.

Baca Juga  Fungsi Bushing Mobil: 2 Peran Dan Ulasannya

1. ​​​​​​​Crossover Aktif

Fungsi crossover aktif adalah membagikan frekwensi sesudah signal suara audio diperkokoh oleh power amplifier. Dengan jenis yang aktif ini, dapat secara mudah atur frekwensi suara dari audio mobil untuk setiap speaker.

Lalu, Anda juga dapat tentukan waktu timbulnya suara di masing-masing speaker dengan memakai feature time alignment. Tetapi, kekurangan dari crossover aktif ini adalah Anda perlu memakai amplifier yang semakin banyak.

2. Crossover Pasif

Berbeda dari crossover aktif, versus yang pasif ini akan membagikan frekwensi sesudah signal suara audio diperkokoh oleh power amplifier.

Keunggulan memakai jenis ini adalah dapat semakin bebas atur frekwensi suara. Lantas, bila mekanisme crossover pasif dibikin dengan maksimal, karena itu bukan mustahil kualitas suara yang dibuat lebih jernih dari mekanisme aktif.

Bunyi dari audio akan kedengar alami. Tetapi, kekurangan mekanisme pasif ini adalah penataan time alignment yang jadi lebih susah.

Fungsi crossover dalam audio sangat penting karena punya pengaruh pada kualitas suara yang dikeluarkan oleh speaker. Tanpa elemen itu, suara dari audio Anda akan kurang optimal.

Diatas adalah ulasan berkait fungsi crossover audio mobil, cara kerja, dan jenis jenis nya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.