Constant Velocity Joint Adalah: Fungsi Dan 4 Jenisnya

Fungsi Dan Jenis Constant Velocity Joint Adalah – Pada mesin mobil berpenggerak depan maka akan ditemukan as yang menghubungkan antara transaxle dengan roda. Bagian tersebut adalah constant velocity joint atau yang dikenal dengan CV joint.

Bagian ini memiliki peranan yang sama seperti poros axle atau as roda. Tanpa adanya bagian ini maka tenaga tidak dapat diteruskan ke bagian roda. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan terkait constant velocity joint atau cv joint baik fungsi maupun jenis jenisnya.

constant velocity joint adalah

Constant Velocity Joint Adalah?

CV Joint atau Constant-Velocity Joint atau seringkali dikenali dengan panggilan Bearing Sumbu As Roda adalah komponen yang berfungsi untuk meneruskan perputaran dari differential ke arah roda dengan bermacam radius sudut putar.

Constant-Velocity Joint atau CV joint adalah sebagai bagian dari As roda mobil yang diletakkan pada ke-2 ujung As roda (Drive shaft) kanan dan kiri. Ujung as roda yang satu akan tersambung dengan roda mobil dan ujung yang lain akan berjumpa dengan differential dalam transmisi.

Sebagai contoh, pada mobil berpenggerak roda depan, as roda harus dapat ikuti peralihan sudut roda saat membelok. Ketika yang serupa, as roda harus juga dapat salurkan tenaga putar yang dibuat differential ke arah roda.

Oleh karena itu CV joint semakin banyak di dapatkan pada beberapa mobil dengan lay-out FF (Front Engine Front Wheel Drive) dan mobil ber lay-out Full Time Four Wheel Drive (Full Time 4WD).

Fungsi CV Joint

Constant-Velocity Joint atau CV Joint adalah komponen yang berfungsi meneruskan tenaga atau perputaran pada mobil berpenggerak roda depan. Fungsi Constant-Velocity Joint atau cv joint sebagai komponen drive shaft, drive shaft sendiri adalah komponen dalam mekanisme transmisi yang membuat roda berputar-putar. Pada cv joint ada gendut (grease) sebagai pelumas cv joint agar bekerja yang baik dan betul.

Baca Juga  Urutan Tenaga Putar Tenaga Gerak Sehingga Roda Depan Dapat Membelok

Cv joint mempunyai tutup yang namanya boot cv joint, tutup ini berfungsi sebagai pengaman supaya gendut (grease) tidak keliar dan masih tetap memulasi cv joint. Hal jelek bisa terjadi bila boot ini hancur, bukan hanya gendut akan keluar tempatnya hingga membuat cv joint tidak terlumasi tetapi bisa membuat cv joint berkarat atau hancur karena terserang air.

Jenis Constant Velocity Joint

Setelah mengetahui fungsi Constant-Velocity Joint maka perlu diketahui pula jenis jenisnya. Terdapat beberapa jenis Constant-Velocity Joint yang digunakan pada drive shaft diantaranya yaitu:

1. Birfield Joint

Birfield Joint / Rzeppa Joint adalah jenis constant velocity joint yang konstruksinya memakai beberapa bola baja yang terpasang pada suatu cangkang (cage) dan ditempatkan antara inner race dan outer race. Dapat disebut jika birfield joint ini sama memiliki bentuk dengan Rzeppa joint.

Jenis ino umum dipakai sebagai Outer CV joint, yaitu joint yang terpasang dan tersambung pada bagian segi roda mobil. Biasanya Birfield Join ini memakai penutup (dust cover) dengan bahan plastik yang keras. Birfield Joint / Rzeppa Joint ini mempunyai banyak kelebihan yaitu :

  • sudut operasionalisasi yang besar
  • Konstruksi yang solid hingga memerlukan sedikit saja ruangan penempatan
  • Lebih tahan pada berat beban dan hentakan yang berat
  • Bisa bergerak mengarah axial
  • Gampang dikontrol

2. Tripod joint

Tripod joint adalah jenis constant velocity joint yang konstruksinya memakai yoke yang mempunyai tiga kaki (kerap dikatakan sebagai trunnion/tripod), di mana pada masing-masing kaki ada jenis bearing bertipe roller bearing yang berwujud cincin besar di bagian pada akhirnya.

Baca Juga  Fungsi Resonator Knalpot Mobil: 3 Peran Dan Ulasannya

Jenis ini umum dipakai sebagai Inner CV joint, yaitu joint yang terpasang dan tersambung pada bagian segi transmisi mobil. Tripod joint semakin banyak diketemukan memakai penutup debu dengan bahan karet yang tebal dan plastis. Berikut banyak kelebihan yang dipunyai oleh tripod joint yaitu:

  • Bisa berubah dalam arah aksial
  • Tahan pada berat beban dan hentakan berat
  • Mempunyai tahanan geser yang rendah
  • Solid dan gampang dikontrol

3. Tracta Joint

Tracta Joint merupakan jenis constant velocity joint yang konstruksinya memakai yoke dan semi spherical sliding yang diberi nama Spigot Swivel joint (male) dan Slotted swivel joint (female), di mana masing-masing joint mempunyai interlock yang bekerja secara mengambang (floating).

Karena konstruksinya yang cukup sulit dan mempunyai bermacam kekurangan, tracta joint telah jarang-jarang dipakai pada beberapa mobil kekinian saat ini.

4. Weiss joint

Weiss joint merupakan jenis constant velocity joint yang konstruksinya terbagi dalam 2 buah yoke yang mengapit lima bola baja. Satu bola baja di kenakan di tengah-tengah yoke dengan sebuah pin dan empat bola baja yang lain bisa bergerak bebas.

Dengan demikian, karena itu ke-4 bola baja ini bisa bebas mengelilingi bola baja yang terpasangkan di tengah-tengah gabung itu. Weiss joint sering terpasangkan sebagai Outer CV joint yang terkait dengan roda.

Sama dengan tracta joint, weiss joint juga mulai jarang dipakai pada beberapa mobil saat ini karena jumlahnya kekurangan yang dipunyainya.

Diatas adalah ulasan terkait constant velocity joint atau cv joint baik fungsi maupun jenis jenisnya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.