Penyebab Dinamo Starter Berat: 6 Faktor Dan Perbaikan

Penyebab Dinamo Starter Berat Dan Cara Mengatasi – Terdapat beberapa permasalahan yang kerap terjadi pada dinamo starter salah satunya berat. Lalu apa penyebab dinamo starter berat? Bagaimana cara mengatasinya?

Hal tersebut tentu menjadi tanda permasalahan pada kendaraan. Ini benar-benar menjengkelkan, apa lagi saat keadaan terburu-buru dan sedang berada di tempat umum.

Oleh karena itu perlu dipahami terkait faktor penyebab permasalahan tersebut dapat terjadi. Untuk lebih jelasnya terkait penyebab dinamo starter berat dan cara mengatasi akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

penyebab dinamo starter berat

Penyebab Dinamo Starter Berat

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dinamo starter berat diantaranya yaitu:

1. Suplay listrik kurang

Penyebab pertama dinamo starter berat, kemungkinan kemungkinan terjadi kekurangan supply listrik yang berasal dari accu. Maka dari itu, lihatlah elemen penyusun accu mobil ini dan umumnya apabila sudah rusak, saat distarter akan kedengar suara “Tek, Tek, Tek ” dengan frekwensi lumayan cepat.

Hal ini karena air accu telah di bawah standard. Ketika sudah menyusut, beberapa sel yang berada di accu meliuk dan membuat kutub positif dan negatif sama-sama bersinggungan, hingga memacu korsleting dan tidak dapat menyimpan tegangan listrik.

2. Elemen Pompa Bensin yang Menurun

Bukan hanya tegangan accu saja sebagai penyebab dinamo starter mobil berat saat sopir akan menghidupkan kendaraan beroda 4 itu. Pompa bensin bisa juga menyebabkan tanda dan keadaan itu bisa terjadi.

Ini karena bagian dari aliran mesin langsung terkait dengan tangki kendaraan atau disebut pompa bensin. Bila kondisi fuel pump tidak bisa bekerja dengan optimal, maka dapat berpengaruh pada pendistribusian bahan bakar yang tidak imbang.

Hal itu menyebabkan mobil jadi berat distarter. Jika hal itu terjadi, akan lebih bagus untuk selekasnya dilakukan penggantian pada elemen fuel pump supaya perform mobil kembali bekerja dengan maksimal.

3. Kabel Kendur

Penyebab dinamo starter mobil berat seterusnya dapat disaksikan dengan mengecek apa ada kabel kendur dan korosi. Timbulnya korosi kabel ini membuat saluran listrik menjadi kurang kuat. Ada beberapa pertanda accu mulai kering dan rusak, dan bisa terjadi banyak permasalahan yang diakibatkannya.

Untuk menahan kerusakan selanjutnya, perlu kontribusi bagaimana menjaga accu kering, ketahui beberapa jenis accu mobil dan bagaimana panduan pemilihannya saat melakukan pembelian supaya dapat semakin tahan lama.

4. Terjadi Permasalahan Pada Sisi Busi

Penyebab seterusnya yaitu ada permasalahan yang terjadi pada busi mobil. Busi yang mengalami permasalahan terjadi karena ada beberapa kotoran atau tingkat kerenggangan busi terlampau padat atau renggang.

Baca Juga  Cara Menyetel Klep : 8 Prosedur Penyetelan

Untuk memastikan penyebab dinamo starter mobil berat, Anda dapat melakukan dengan cara melepaskan busi lebih dulu dan membersihkan. Kemudian memasangkannya kembali dengan tepat.

5. Karburator Mobil Terkena Air

Pada beberapa macam kendaraan beroda 4 tertentu yang memakai elemen karburator, umumnya bisa menjadi penyebab dinamo starter mobil jadi lebih berat bila dihidupkan.

Hal itu muncul karena keadaan karburator terdapat kandungan air atau banjir yang lumayan banyak hingga bisa menyebabkan starter mobil susah dihidupkan.

Untuk memeriksa keadaan mobil selanjutnya, karena itu Anda perlu melakukan pengecekan pada karburator dengan melepaskannya lebih dulu.

6. Sensor WTS memiliki masalah

Apa kendaraan yang digunakan bertipe injeksi? Jika memang iya, maka sensor WTS dapat menjadi penyebab terakhir dinamo starter mobil berat. Biasanya, sensor yang rusak adalah sisi WTS (Water Temperature System), yang berperan sebagai pendeteksi temperatur mesin untuk selanjutnya dilanjutkan ke ECU.

Jika sensor WTS rusak, karena itu pengangkutan signal informasi terkait temperatur mobil akan terusik. Secara automatis, mekanisme kerja mesin injeksi terusik dan mobil susah di-starter

Cara Mengatasi Dinamo Starter Berat

Setelah mengetahui penyebab dinamo starter berat maka perlu dipahami juga terkait bagaimana cara mengatasinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dinamo starter mobil berat.

Coba untuk bersihkan korosi yang terjadi dan isi kembali air accu. Jika susah distarter, coba untuk memancing listriknya. Mencari accu mobil lain yang normal dan yakinkan kemampuan ke-2 accu sama. Bila mobil anda manual, coba dorong untuk memacu mesin bergerak. Hidupkan contact dan pencet kopling dan dorong mobil. Kemudian, coba melepaskan kopling dan umumnya mesin dapat hidup.

Jika kerusakan pada bagian solenoida umumnya terjadi di gulungan, yaitu pull in coil atau hold in coil. Bila rusak, kekuatan magnet meredam sisi pinion akan turun. Efeknya, gear pinion stater malah dapat bekerja mundur.

Carbon brush habis dan mengakibatkan tidak bisa menghubungkan pull in dengan sisi ground. Akibatnya pull in coil tidak bisa menggerakkan sisi pinion gear secara baik. Gulungan di-starter malah tidak dapat berperan dan terjadi efek-efek lain. Bila ini terjadi, seharusnya dibawa ke bengkel. Berikut lebih jelasnya terkait cara mengatasi dinamo starter berat diantaranya yaitu:

1. Menghitung tegangan accu mobil saat cranking atau cranking engine

Cara pertama untuk mengatasi penyebab dinamo starter berat yaitu menghitung tegangan accu. Pakai Avo meter atau volt mtr hubungan dengan terminal accu pada ujung alat ukur atau avometer itu. Melepas bagian sekring EFI atau IG maupun relay EFI selanjutnya starter mobil dari kunci contact, sekalian check pembacaan tegangan turun pada accu saat starter mobil. Bila tegangan turun terlampau jauh ada di bawah 10 volt maka kemungkinan accu rusak.

Baca Juga  Cara Mengeluarkan Air Wiper Depan: 5 Prosedur

Bila tegangan accu tidak turun di bawah 10 volt, anggaplah masih ada di atas 10,2 volt saat mobil di starter tapi starter mobil berasa berat terjadi kemungkinan kerusakan adalah lajur kabel atau saluran arus listrik terhalang karena jaringan atau jalinan lajur kabel tidak bagus, ada peluang grounding jelek.

Cara yang serupa bisa juga pakai load tester, berapakah turun voltage atau tegangan accu saat memakai load tester. Jika tegangan turun di bawah 9 atau di bawah 10 volt, accu rusak dan saat accu nya di tukar.

2. Lakukan Pengukur arus listrik ke Motor Starter

Untuk menghitung arus listrik yang mengucur ke arah motor starter dengan memakai tang ampere. Bila di kenali saat lakukan pengukur arus listrik dengan tang ampere rupanya arus terlampau besar lebih dari ukuran detail stater, maknanya terjadi short atau konslet pada field coil motor stater.

Catatan : Untuk motor starter dengan tenaga 1Kw atau 1000 watt, arus listrik mengucur ke starter sekitaran 80 an Ampere saat starter diputar tanpa beban mesin, tapi saat motor starter memutar mesin arus listrik mengucur sekitar di antara 100 Ampere sampai 120 Ampere.

Maka bila arus listrik yang terarah di atas 130 Ampere untuk motor starter 1 Kw ada tanda-tanda jika motor starter yang short atau rusak. Analisis lainnya, bila arus listrik mengucur sama sesuai detail dan starter masih berasa berat dibarengi tegangan accu turun ada di bawah 9 volt saat di stater maknanya accu rusak.

3. Cara Paling Gampang untuk Check Motor Stater Mobil Berat

Ini cara termudah dan tanpa alat untuk mengatasi dan mengetahui elemen yang mana rusak saat starter mobil berat yaitu pinjam accu yang bagus. Jika accu mobil telah di pinjamkan rupanya stater mobil masih tetap berat pertanda terjadi kerusakan motor starter atau lajur kabel. Benahi lajur kabel ke motor starter dan benahi dinamo starter.

Saat accu telah ditukar,starter telah dites bekerja yang baik dan perkabelan telah bagus, hal paling akhir adalah membuka busi dan putar puli crankshaft (kutub mesin) dengan tangan memakai kunci, bila berasa berat memang mesinnya sebagai penyebab stater berat.

Diatas adalah ulasan terkait penyebab dinamo starter berat dan cara mengatasi. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -