komponen injektor diesel

Komponen Injektor Diesel : 9 Bagian, Fungsi, & Cara Kerja

Komponen Injektor Diesel – Injektor nozzle diesel kerap kali dikatakan sebagai injektor atau nosel. Injektor nozzle pada intinya sebuah injektor, tetapi pemberian namaya ini lebih condong dipakai untuk beberapa mesin diesel. Komponen ini sebagai injektor yang masuk sebagai salah satunya komponen pada mekanisme bahan bakar mesin diesel.

Injektor nozzle ialah komponen yang berperan untuk menyemprot bahan bakar jenis solar ke ruangan bakar mesin diesel hingga tercipta beberapa butiran bahan bakar yang paling halus.

Hasil penginjeksian bahan bakar dan bagaimana proses pencampuran di antara udara dan butiran bahan-bakar barusan akan tentukan perform yang dibuat pada mesin diesel itu.

Sekarang ini, injektor nozzle pada mesin diesel terbagai jadi dua jenis berdasar cara kerjanya yakni injektor nozzle yang dikendalikan secara elektrik (ada di mesin dengan mekanisme common rail) dan injektor nozzle yang bekerja berdasar penekanan hidrolik berbahan bakar (mesin konservatif).

Pada artikel ini kali, akan diulas mengenai injektor nozzle pada mesin diesel berikut nama komponen, type dan cara kerjanya.

Fungsi Injektor Nozzle

Fungsi injektor nozzle untuk menginjeksikan bahan bakar solar supaya berupa beberapa butiran kecil. Wujud bahan bakar yang kecil dan halus ini akan memudahkan proses atomisasi bahan bakar dengan udara hingga gampang terbakar. Dengan demikian pembakaran pada mesin diesel akan terjadi dengan maksimal.

Proses penginjeksian terjadi karena bahan bakar yang awalnya diberi penekanan oleh pompa injeksi. Bahan bakar bertekanan ini selanjutnya disalurkan ke injektor di mana ruangan akan dipersempit hingga saluran bahan bertekanan akan makin tinggi. Mengakibatkan bahan bakar akan dispraykan atau dikabutkan.

Komponen Injektor Nozzle Pada Mesin Diesel

Injektor nozzle terbagi dalam beberapa komponen yang terpisah dan sama-sama bekerja bersama hingga bisa digabungkan jadi sebuah injektor nozzle. Lihat pada gambar injektor nozzle di bawah ini berikut beberapa nama komponennya.

komponen injektor diesel

Beberapa komponen injektor nozzle pada mesin diesel konservatif

  1. Nozzle holder
  2. Overflow pipe
  3. Adjusting washer
  4. Pressure spring
  5. Pressure pin
  6. Distance piece
  7. Nozzle needle
  8. Nozzle bodi
  9. Retaining nut

1. Nozzle Holder

Nozzle holder sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi sebagai rumah dan sebagai aliran yang menyambungkan di antara injektor dengan pipa penekanan tinggi. Komponen ini mempunyai ulir yang dipakai untuk menyambungkan dengan pipa penekanan tinggi memakai baut.

2. Overflow Pipe

Overflow pipe sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi untuk kembalikan tersisa bahan bakar yang terlalu berlebih saat proses injeksi telah berjalan. Ini supaya penekanan bahan bakar sesuai standarnya hingga proses pembakaran akan jalan seperti mestinya dan hasilkan tenaga sama sesuai keperluan mesin diesel.

3. Adjusting Washer

Adjusting washer sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi sebagai geprekel penekanan penginjeksian. Tetapi tidak seluruhnya type injektor mempunyai adjusting washer. Saat ketebalan adjusting washer ditambahkan karena itu penekanan penginjeksian bertambah besar, saat itu makin kecil ketebalan adjusting washer karena itu penekanan penginjeksian akan makin kecil.

Baca Juga  Fungsi Synchromesh, Cara Kerja, Dan Komponennya

4. Pressure Spring

Pressure spring sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi untuk kembalikan penekanan penginjeksian saat proses penginjeksian telah usai. Komponen ini akan tekan nozzle needle supaya kembali tutup aliran hingga bahan bakar tidak ada yang mengucur saat proses penginjeksian usai.

5. Pressure Pin

Pressure pin sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi untuk melanjutkan penekanan. Komponen ini akan melanjutkan penekanan berbahan bakar untuk menggerakkan pressure spring hingga nozzle needle bisa terbuka untuk salurkan bahan bakar saat proses penginjeksian terjadi.

6. Distance Piece

Distance piece sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi sebagai aliran untuk salurkan bahan bakar bertekenana ke nozzle bodi.

7. Nozzle Needle

Noozle needle sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi untuk mengontrol pola pengabutan. Nozzle needle berupa jarum yang bakal terangkut untuk buka aliran saat proses penginjeksian terjadi. Dengan demikian bahan bakar bertekanan akan di kabutkan atau dispraykan.

8. Nozzle Bodi

Nozzle bodi sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi sebagai aliran untuk salurkan bahan bakar dan lubang pengabutan. Noozle bodi berperanan sebagai rumah nozzle needle.

9. Retaining Nut

Retaining nut sebagai salah satunya komponen injektor nozzle yang mempunyai fungsi sebagai rumah bermacam komponen injektor nozzle di bagian bawah. Oleh karenanya retaining nut akan membuat perlindungan bermacam komponen injektor nozzle dari kerusakan. Retaining nut akan disambungkan dengan nozzle holder lewat ulir hingga ke-2 nya bisa menjadi rumah dari bermacam komponen injektor yang lain.

Type Injektor Nozzle

injektor nozzle mempunyai beberapa type umum yang sering dipakai pada beberapa mesin diesel sekarang ini. Lihat type-tipe injektor nozzle berikut ini

1. Injektor Nozzle lubang tunggal (singgel hole)

Injektor Nozzle lubang tunggal sebagai injektor yang cuman mempunyai satu lubang injeksi saja. Pojok injeksi pada injektor nozzle type singgel hole ini sekitar antara 4-15 derajat hingga pengabutan bahan bakar yang dibuat tidak begitu lembut.

Oleh karena itu, injektor nozzle type singgel hole ini umum dipakai pada mesin diesel yang wujud ruangan bakarnya dapat hasilkan pergerakan udara supaya proses pencampuran udara dengan butiran bahan bakar dapat semakin homogen dan rata.

2. Injektor Nozzle lubang banyak (multiple hole)

Injektor nozzle lubang banyak sebagai injektor yang pada ujung nozzle nya memliki lubang injeksi lebih satu (banyak/multiple). Type ini terbanyak dipakai pada mesin diesel jenis Direct Injection (injeksi langsung), yakni injeksi yag langsung di semprot di dalam ruangan bakar.

3. Injektor Nozzle jenis Pin (Pintle Tipe)

Injektor Nozzle jenis pintle tipe ini sebagai injektor yang ujung nozzlenya seperti pin jarum dengan ujung meruncing. Model ini banyak dipakai pada mesin diesel jenis Indirect injection yang mempunyai ruangan antara muka (pre-combustion chamber).

Baca Juga  Sistem Pengisian : Pengertian, Komponen, & Cara Kerja

4. Injektor Nozzle jenis Throttle tipe

Injektor Nozzle jenis throttle tipe ini memiliki bentuk serupa dengan injektor nozzle pin tipe, tetapi di bagian ujung nozzlenya memiliki bentuk tidak meruncing, tetapi melebar hingga memberinya karakter kerja di mana jumlah bahan bakar pada awal injeksi sedikit dan pada kahir waktu injeksi banyaknya bertambah banyak.

Cara kerja Injektor Nozzle Diesel

Cara kerja injektor nozzle ini terbgai menadi tiga status waktu yakni saat sebelum penginjeksian bahan bakar, saat injeksi, dan terakir saat injeksi bahan baar usai, baca cara kerja injektor nozzle di bawah ini

1. Injektor Nozzle saat sebelum penginjeksian

Lihat pada gambar injektor nozzle di bawah ini yang ada diposisi saat sebelum lakukan injeksi bahan bakar.

cara kerja injektor diesel

Saat sebelum penginjeksian, bahan bakar solar bertekanan tinggi yang mengucur dari injection pump, akan masuk lewat nozzle holder, oil passage, dan bergabung di bagian oil pool yang ada pada bagian bawah nozzle bodi.

Karena penekanan dari injection pump belum sanggup tekan pressure spring, karena itu sekarang ini bahan bakar akan terkumpul pada bagian oil pool saja

2. Injektor nozzle saat penginjeksian bahan bakar

Lihat pada gambar injektor nozzle yang sekarang ini ada pada status penginjeksan bahan bakar.

cara kerja injektor diesel

Penekanan bahan bakar yang tetap dikirim oleh injection pump akan mempertingkat penekanan bahan bakar dalam oil pool. Makin besar penekanan yang terkumpul akan membat bahan bakar tekan nozzle needle keatas dan tekan pressure spring.

Beberapa bahan bakar yang tekan nozzle needle ini akan menerobos masuk ke ruang tempat pressure spring bekerja dan terkumpul didalamnya.

Saat pressure spring ketekan dan nozzle needle tergerak ke atas, karena itu lubang injeksi akan terbuka. Ketika inilah penekanan bahan bakar akan disemprot di dalam ruangan bakar.

3. Injektor nozzle saat akhir penginjeksian bahan bakar

Lihat pada gambar injektor nozzle yang sekarang ini ada pada status akhir penginjeksian bahan bakar.

cara kerja injektor diesel

Sesudah bahan bakar di semprot di dalam ruangan bakar, karena itu penekanan bahan bakar dalam oil pool ini akan turun. Saat penekanan bahan bakar turun, karena itu pressure spring akan kembali menggerakkan nozzle needle kebawah dan tutup rapat lubang injeksi.

Disamping itu, beberapa tersisa bahan bakar yang ada di ruangan pressure spring ini selanjutnya akan tergerak keluar lewat overflow pipe ke arah return fuel pipe. Saat berikut akhir injeksi bahan bakar yang sudah dilakukan oleh injektor nozzle usai.

Diatas adalah ulasan terkait injektor nozzle pada mesin diesel baik fungsi, komponen, jenis, maupun cara kerjanya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Join the discussion