fungsi stator coil

Fungsi Stator Coil , Bagian, & Jenisnya

Fungsi Stator Coil – Didalam alternator pengisian terdapat komponen stator coil yang memiliki fungsi dan peranan penting. Tanpa adanya stator coil maka tidak akan timbul arus listrik untuk proses pengisian baterai. Lalu apa saja fungsi stator coil? Untuk lebih jelasnya terkait fungsi stator coil akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi stator coil

Fungsi Stator Coil

Fungsi kumparan stator atau stator coil pada mekanisme pengisian adalah untuk hasilkan arus listik. Tetapi arus listrik yang dibuat oleh kumparan stator ini ialah arus bolak-balik alias arus AC. Kumparan stator berada dalam alternator.

Mekanisme pengisian adalah mekanisme yang ada di kendaraan yang perannya untuk mencharger atau isi kembali baterei, dan karena mekanisme pengisian isi kembali baterei atau aki karena itu mekanisme pengisian tentunya hasilkan arus listrik.

Komponen yang berperan untuk hasilkan arus listrik pada mekanisme pengisian namanya kumparan stator. Seterusnya arus litrik (AC) itu disearahkan oleh dioda supaya beralih menjadi arus DC sesuai arus baterei yang sejenis DC.

Kumparan stator ini dipasang secara masih pada pokok stator dan terlilit pada rumah alternator (untuk mempermudah mengingatnya jika stator itu statis alias masih, karena itu dia bukan komponen yang berputar-putar, sedang komponen yang bergerak ialah rotor).

Bagian Stator Coil

Posisi stator ada di bagian luar rotor coil, jadi ada jarak beberapa milimeter di antara permukaan rotor dengan permukaan stator. Karena jaraknya lumayan kecil, karena itu medan magnet dari stator akan sentuh kumparan stator. Hingga demikian rotor diputar, medan magnet itu akan berpotongan dengan stator coil.

Baca Juga  Fungsi Steering Column, Jenis, Dan Cara Kerjanya

Kumparan stator terdiri dari 3 gulungan kawat yang berisolasi yang dililitkan pada slots disekitar kerangka besi (pokok stator). Tiap gulungan mempunyai jumlah belitan yang serupa.

Ke-3 gulungan kawat itu dililitkan secara sama-sama bertumpuk-tumpuk dan berurut untuk memperoleh pojok fasa yang dibutuhkan hingga tegangan yang dibuat oleh tiap gulungan stator memiliki pojok fasa yang lain supaya output alternator itu jadi tiga fasa.

Bagian yang diam (stator) terbagi dalam bagian-bagian, yakni:

1. Pokok stator.

Wujud dari pokok stator ini berbentuk cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat kemungkinan untuk menghindar rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada pokok ini ada slot-slot untuk tempatkan konduktor dan untuk mengendalikan arah medan magnetnya. Untuk menghindar arus pusar dan panas yang muncul, karena itu pokok stator dibikin dari lurusan baja tipis dan isolasi satu pada lainnya.

2. Lilitan stator.

Sisi stator yang terbagi dalam beberapa tangkai konduktor yang ada di dalam slot-slot dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slots disambungkan untuk memperoleh tegangan induksi.

3. Jalur stator

Sebagai sisi stator yang berperanan sebagai tempat lilitan stator ditaruh.

4. Rumah stator.

Sisi dari stator yang biasanya dibuat dari besi tuangkan yang berupa silinder. Sisi belakang dari rumah stator ini umumnya mempunyai sirip-sirip sebagai alat tolong pada proses pendinginan.

Jenis Stator Coil

Ada dua tipe jalinan di antara gulungan pada kumparang stator, yakni jalinan delta dan jalinan bintang. Ikatan mode bintang pada alternator (saksikan gambar berikut ini) bisa dideteksi dengan gampang karena tipe ini mempunyai empat ujung kumparan, yakni tiga ujung kumparan yang terkait dengan dioda dan satu ujung kumparan yang disebut kombinasi ke-3 ujung kumparan stator yang disebutkan dengan ikatan netral (N).

Baca Juga  Suspensi Rigid : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Dan Cara Kerjanya

1. Stator coil mode bintang

Kumparan mode bintang ini dipakai pada alternator yang memerlukan output tegangan yang tinggi pada kecepatan lamban. Di saat berlangsungnya tegangan contoh pada satu fasa, dua kumparan tersambung secara seri pada suatu serangkaian tertutup.

fungsi stator coil

2. Stator coil mode delta

Ikatan mode delta (saksikan gambar di atas) pada kumparan stator dapat dideteksi dengan gampang karena pada kumparan tipe ini cuman mempunyai tiga ujung kumparan stator yakni ujung kumparan yang ke-3 nya disambungkan dengan dioda penyearah.

Ikatan delta kumparan stator ini umumnya dipakai untuk alternator yang sanggup hasilkan arus yang besar di saat perputaran rendah. Ke-3 kumparan pada ikatan delta disambungkan secara pararel.

fungsi stator coil

Diatas adalah ulasan terkait fungsi stator coil, bagian, dan jenis jenisnya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Join the discussion