Fungsi Regulator Pada Sistem Pengisian: 5 Fungsi & Ulasan

regulator pada sistem pengisian mempunyai fungsi

Regulator Pada Sistem Pengisian Mempunyai Fungsi – Sebetulnya regulator pada sistem pengisian mobil mempunyai fungsi sebagai apa? Sama sesuai keterangan di atas, fungsi intinya ialah atur output tegangan yang sudah dibuat oleh alternator supaya masih tetap konstan. Elemen alternator dan perannya ini tercermin dari namanya sendiri yakni peraturan yang maknanya ketentuan.

Jadi jelas sudah jika regulator berperan untuk atur tegangan alternator supaya masih tetap konstan. Bagaimana triknya? Tentu saja dengan atur kecil besarnya arus yang sudah mengucur ke rotor coil. Bukan hanya hanya itu tapi juga atur kuat kurang kuatnya medan magnet yang berada di rotor coil. Berikut akan dibahas berkaitan regulator pada sistem pengisian mempunyai fungsi pada artikel di bawah ini.

Apa Itu Regulator Pada Sistem Pengisian?

Perputaran mesin mobil yang tidak konstan memengaruhi ketakstabilan daya yang keluar alternator. Walau sebenarnya accu mobil memerlukan bentang daya tertentu (bergantung kemampuan) saat lakukan pengisian. Jika daya yang masuk turun naik, karena itu accu mobil bisa jadi hancur.

Dalam masalah ini, sistem pengisian daya memerlukan elemen yang lain berperan untuk memantapkan daya pengisian pada accu mobil. Maka, regulator pada sistem pengisian mempunyai fungsi penting. Penting apakah itu akan dijelaskan di bawah.

Tegangan dari accu hidupkan mobil saat kunci contact dihidupkan. Tegangan mengucur lewat starter untuk jalankan mobil dengan mengakibatkan ledakan termonitor dalam ruang bakar mesin.

Sesudah mobil berpijar, rotor yang ada dalam alternator berputar-putar bertindak selaku generator dan hasilkan listrik. Arus listrik itu bergerak dari alternator ke arah battery lewat pengontrol tegangan (voltage regulator).

Baca Juga  Komponen Injektor Diesel : 9 Bagian, Fungsi, & Cara Kerja

Arus listrik itu bisa hidupkan dan mematikan alternator bergantung kecil besarnya tegangan. Bila tegangan kurang dari 13,5 volt, karena itu sensor voltage regulator akan tutup serangkaian ke alternator. Kebalikannya, bila tegangan lebih dari 14,5 volt, karena itu sensor pengontrol tegangan akan mematikan saluran arus dari alternator dan ke accu. Ini menahan battery alami pengisian yang terlalu berlebih, dan peluang meletus atau terbakar.

regulator pada sistem pengisian mempunyai fungsi

Fungsi Regulator Pada Sistem Pengisian Mobil

Proses memantapkan daya pada pengisian accu mobil oleh regulator merujuk pada ide hukum ohm lewat penataan tegangan listrik dan arus listrik. Penuturannya seperti pada gambar grafik hukum ohm. Berdasar hal itu fungsi regulator pada sistem pengisian seperti berikut:

1. Sebagai Pengontrol Tegangan

Regulator mempunyai fungsi untuk batasi tegangan output dari alternator supaya tidak melewati bentang detail. Elemen elektrikal mobil di pasar Indonesia pada biasanya memiliki detail bentang tegangan di antara 13 volt sampai 15 volt. Pada hukum ohm, regulator mengatur tegangan listrik.

Fungsi ini biasa disebutkan dengan voltage regulator. Voltage regulator bisa atur arus yang masuk ke sisi rotor coil. Dengan begitu, tegangan output alternator dapat stabil dan konstan. Ketahanan pada kumparan rotor ini sanggup capai 100 Ohm.

2. Sebagai Pengontrol Medan Magnet Rotor

Disamping itu regulator pada mobil mempunyai fungsi sebagai pengontrol magnet. Mobil di pasar Indonesia telah menerapkan tehnologi Integrated Sirkuit. IC regulator memiliki keunggulan yaitu bisa atur kuat kurang kuatnya medan magnet pada sekitaran rotor lewat limitasi arus listrik. Lewat kehebatan penataan medan magnet ini, IC bisa memberi tanggapan yang cepat saat keadaan perputaran mesin tidak sedang konstan.

Baca Juga  Komponen Transmisi Otomatis: 9 Bagian & Ulasannya

3. Sebagai Voltage Relay

Voltage relay berperanan untuk mematikan lampu pengisian (CHG) selanjutnya menyambungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini mempunyai ketahanan sampai 25 Ohm.

4. Sebagai Pemisah Arus

Regulator pada mobil mempunyai fungsi khusus yakni untuk batasi arus listrik berlebihan yang dari dinamo. Saat jumlah arus yang keluar lebih dari yang diputuskan, karena itu arus itu automatis disalurkan ke sebuah tahanan, dan ditujukan ke kumparan medan. Dengan begitu, arus yang dibuat oleh dinamo jadi kurang. Dan jika arus yang dibuat itu kekecilan, karena itu style pegas arus listrik akan secara automatis menambahkan arus listrik.

5. Fungsi Regulator Sebagai Cut Out Relay

Regulator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk menahan berlangsungnya arus kembali ke dinamo yang dari battery. Arus balik ini disebakan oleh tegangan listrik yang dibuat oleh dinamo. Pada satu perputaran tertentu, tegangan listrik dinamo lebih rendah dari tegangan listrik battery, dan jika ini terjadi, maka muncul arus balik.

Di atas ialah pembahasan berkaitan regulator pada sistem pengisian yang mempunyai fungsi penting pada kendaraan. Mudah-mudahan bisa menambahkan wacana pengetahuan.