Sistem Pelumasan Sepeda Motor: Fungsi & Jenis

Sistem Pelumasan Sepeda Motor – Tidak hanya mobil, namun pada sepeda motor pun memerlukan sistem pelumasan. Lalu apa itu sistem pelumasan sepeda motor?

Sebenarnya pelumasan pada sepeda motor memiliki peranan yang sama seperti di mobil. Hal ini dikarenakan struktur mesin keduanya yang hampir sama. Untuk lebih jelasnya terkait sistem pelumasan sepeda motor baik pengertian, fungsi, dan jenis akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

sistem pelumasan sepeda motor

Pengertian Sistem Pelumasan Sepeda Motor

Pelumasan mesin sebagai pemberian bahan pelumas di suatu mesin dengan arah untuk menahan contact langsung/persinggungan di antara permukaan komponen mesin yang bergerak. Pelumasan mempunyai satu peran yang perlu pada performa satu mesin dan perlengkapan yang ada satu komponen yang sama-sama bersinggungan, yakni sebagai pengaman supaya tidak ada kerusakan yang fatal.

Sistem pelumas mesin sebagai kelengkapan sepeda motor yang berperanan untuk memulasi beberapa komponen pada mesin untuk menahan keausan, mempernyerap getaran yang diakibatkan oleh mesin dan menolong mendinginan temperatur mesin. Disamping itu, bahan pelumas/oli mesin berperan sebagai penyekat (seal) pada cincin torak yang bisa membantu membesarkan kompresi motor.

Fungsi Sistem Pelumasan Pada Mesin Sepeda Motor

Fungsi minyak pelumas keseluruhannya adalah untuk menahan atau kurangi:

  1. Gesekan
  2. Persentuhan sektor kerja
  3. Pemanasan yang terlalu berlebih
  4. Keausan
  5. Karatan
  6. Endapan kotoran

Bila sistem pelumasan di suatu mesin tidak dilaksanakan maka menyebabkan beberapa hal berikut:

  1. Sisi perlengkapan yang bersinggungan akan cepat aus.
  2. Munculnya panas yang berlebihan;
  3. Tenaga mesin berkurang;
  4. Muncul karat/korosi;
  5. Usia penggunaan menyusut.

Hingga pelumasan yang teratur dan selalu memerhatikan kualitas minyak pelumas bisa perpanjang umur motor bakar pada kerusakan, karena terbebas dari:

  1. Keausan silinder
  2. Terbakarnya bantalan
  3. Pengotoran busi
  4. Kemacetan cincin-cincin torak
  5. Pelumpuran
  6. Deposit
  7. Pemborosan bahan bakar

Kerusakan Sistem Pelumasan Mesin

Kerusakan pada sistem pelumasan sepeda motor bukan hanya berpengaruh rusaknya sepeda motor tapi dapat memunculkan kebakaran dan kecelakaan sopir. Kebakaran bisa terjadi disebabkan karena sisi yang panas bisa meluluhkan pembalut kabel dan karena itu akan selekasnya terjadi jalinan singkat dan recikan api. Bahan bakar bensin menyikat recikan api dan bisa terjadi kebakaran.

Baca Juga  Cara Kerja Sistem AC Mobil : Prinsip Dan Cara Kerja

Pelumasan dinding silinder sebagai sisi yang perlu untuk jadi perhatian. Fungsi pelumasan di sini seperti disebutkan bukan untuk kurangi gesekan tapi juga untuk perapat. Untuk jamin pelumasan dinding silinder karena itu terpasang ring oli. Ring oli tidak bisa bekerja yang baik bila pelumas terlampau kental, atau jika terjadi lumpur (sludge) pada sela ring.

Macam Sistem Pelumasan Sepeda Motor

Pelumasan menggenggam peranan yang penting dalam semua mesin otomotif. Usia dan service yang dikasih ke sepeda motor bergantung pada perhatian yang kita beri pada pemulasannya. Sistem pelumasan pada kendaraan motor pada intinya bisa dibagi jadi beberapa macam, yakni seperti berikut.

1. Sistem Pelumas Campur (Mix)

Sistem pelumasan campur sebagai salah satu sistem pelumasan mesin sepeda motor 2 Tak dengan cara menambah langsung minyak pelumas (oli campur samping) berbahan bakar (bensin) di dalam bak sepeda motor, hingga di antara minyak pelumas/oli samping dan bahan bakar bersatu dalam bak bahan bakar. Jenis ini lebih banyak dipakai pada mesin 2 tak yang bermanfaat untuk memulasi torak dan kutub engkol karena bahan bakar dan oli campur samping saat sebelum terbakar akan melalui kutub enkol dan torak.

sistem pelumasan sepeda motor

Karakter-sifat sistem pelumasan campur diantaranya seperti berikut.

  • Oli yang dipakai selalu baru, karena oli turut terbakar berbahan bakar.
  • Memunculkan pencemaran berbentuk asap putih yang keluar knalpot.
  • Sistem pelumasan jenis oli yang paling simpel.
  • Memakai oli khusus 2 tidak yang memiliki sifat menambah baik berbahan bakar dengan ampuran 2%-4% oli samping.

2. Sistem Pelumasan Autolube

Sistem pelumasan autolube dipakai pada mesin 2 tak, dan memakai konsep pelumasan kombinasi. Namun pada sistem pelumasan autolube ini oli samping/campur ditaruh pada tempat tertentu, yang nanti oli akan masuk ke ruangan engkol karena dipompa oleh pompa oli. Jumlah oli samping/campur yang masuk ke ruangan engkol ikuti perputaran mesin dan pembukaan katup masuk (reet valve).

sistem pelumasan sepeda motor

Sistem pelumasan autolube mempunyai karakter-sifat seperti berikut.

  • Oli yang dipakai selalu baru.
  • Muncul pencemaran berbentuk asap putih yang keluar knalpot.
  • Penggunaan oli jadi boros.
  • Kandungan oli samping pada kombinasi bahan bakar dan oli yakni 2%-4% (lebih persisnya saksikan detail pabrik pada sepda motor).
  • Membutuhkan tempat untuk memuat oli samping.
Baca Juga  Fungsi Hold In Coil: Peran Dan Ulasannya

3. Sistem Pelumasan Recik

SIstem pelumasan recik adalah Sistem pelumasan yang diterapkan pada mesin sepeda motor 4Tak yang manfaatkan pergerakan dari sisi yang bergerak seperti kutub engkol untuk memercikan minyak pelumas ke beberapa bagian yang membutuhkan pelumasan seperti block silinder. misalkan pada kutub engkol berputar-putar sekalian memercikan minyak pelumas yang bermanfaat untuk memulasi dinding silinder. Jenis ini kerap dipakai pada mesin dengan katup samping (side valve) contoh pada compressor udara dan kemampuan kecil.

sistem pelumasan sepeda motor

Karakter-sifat pada sistem pelumasan recik ini yakni seperti berikut.

  • Pergantian oli atau pelumas ini dilaksanakan secara periodik.
  • Pada pelumasan type pecikkan dirasakan buruk hanya karena pada beberapa bagian tertentu saja yang bisa dicapai oleh recikkan olinya.

4) Sistem Pelumasan Model Tekan

Cara kerja sistem pelumasan model tekan adalah minyak pelumas yang ada pada karter mesin disedot dan didesak ke beberapa bagian yang diolesi dengan memakai pompa oli. Sistem pelumasan ini baik sekali untuk memulasi beberapa bagian pada mesin yang paling akurat atau susah dicapai. Penekanan dan saluran minyak pelumas benar-benar bergantung dalam jumlah perputaran mesin, ini karena pompa oli diputarkan oleh mesin. Sistem pelumasan ini dipakai pada jenis mesin sepeda motor 4 tak dan sistem ini mempunyai kelebihan pelumasan yang lebih rata dan teratur. Minyak pelumas yang sudah memulasi beberapa bagian mesin selanjutnya akan balik ke karter mesin.

tekan

Sistem pelumas model tekan ini mempunyai karakter-sifat seperti berikut.

  • Pemulasannya yang rata dan teratur.
  • Sistem pelumasan ini bisa dipakai pada mesin 4 tidak atau 2 tidak.
  • Pergantian oli atau pelumas ini dilaksanakan pada jarak waktu atau jerak menempuh km tertentu untuk jaga kualitas oli.

Diatas adalah ulasan terkait sistem pelumasan sepeda motor baik pengertian, fungsi, dan jenis jenis nya. Sempga dapat menambah wawasan pengetahuan.