Jenis Propeller Shaft : 7 Macam Dan Ulasannya

hook joint

Jenis Propeller Shaft – Dalam penggunaannya terdapat beberapa jenis poros propeller atau propeller shaft. Hal ini bergantung oleh jenis kendaraan atau ukuran kendaraan sehingga memunculkan berbagai jenis poros propeller. Seumpama kendaraan yang panjang tentu saja akan memerlukan jenis poros propeller sama ukuran yang panjang. Dan kebalikannya jika kendaraan kecil karena itu memerlukan jenis poros propeller sama ukuran yang pendek.

Propeller shaft mempunyai peranan untuk melanjutkan perputaran dari transmisi ke gardan atau axle roda belakang dengan persyaratan bisa sesuaikan dengan pergerakan turun naik kendaraan bergantung beban dan permukaan jalan.

Disamping itu karena ketidaksamaan status ini, karena itu panjang poros propeller bertambah ukuran. Karena itu poros propeller harus dapat menangani ke-2 permasalahan itu. Disamping itu dalam proses penerusan perputaran dari transmisi ke gardan harus dapat halus dan tanpa hentakan.

Disamping itu konstruksi dari poros propeller harus juga disamakan dengan perannya. Bahan yang dipakai harus memiliki ketahanan pada peristiwa puntir yang tinggi. Disamping itu bentuknya harus bisa melanjutkan perputaran secara halus hingga tenaga yang dilanjutkan bisa 100 % sampai ke poros axle atau roda.

Ingat keutamaan poros propeller pada kendaraan karena itu tiap jenis poros propeller penting dipahami. Aapa saja jenis poros propeller (poros kopel) yang dipakai pada kendaraan? Semua akan diulas pada artikel di bawah ini.

Jenis Propeller Shaft

Ada banyak jenis poros propeller yang dipakai pada kendaraan. Berikut adalah beberapa jenis poros propeller (poros kopel) dari bermacam klasfikasi atau penggolongan:

1.Jenis Propeller Shaft (Poros Kopel) Berdasar Jumlah Universal Joint

Apabila dilihat dari jumlah universal joint yang digunakan pada poros propeller maka poros propeller bisa dikelompokkan selaku berikut ini:

jenis propeller shaft

a. Type 2 Universal Joint

Untuk memudahkan pengetahuan berkenaan poros propeller type dua universal joint yakni salah satunya jenis poros propeller yang memakai dua ikatan. Hal ini yang membuat poros propeller jadi lentur dan bisa sesuaikan dengan keadaan kendaraan. Ikatan ini lebih dikenali dengan ikatan universal atau universal joint.

Baca Juga  Fungsi Regulator Pada Sistem Pengisian: 5 Fungsi & Ulasan

b. Type 3 Universal Joint

Untuk memudahkan pengetahuan berkenaan poros propeller type tiga universal joint adalah salah satunya jenis propeller shaft yang memakai tiga ikatan. Ketidaksamaan type 3 universal joint dan dua universal joint yakni pada pemakaiannya. Pada poros propeller 2 universal joint dipakai untuk kendaraan yang memiliki ukuran kecil. Sesaat untuk poros propelle type 3 universal joint dipakai untuk kendaraan yang mempunyai panjang optimal selaku contoh bis dan truck. Pada type tiga universal joint di bagian tengah ditambahkan center bearing.

2.Jenis Propeller Shaft (Poros Kopel) Berdasar Konstruksi Universal Joint

Poros propeller bisa dikelompokkan jadi beberapa jenis menurut konstruksi pada universal gabung. Berikut adalah jenis poros propeller berdasar konstruksi universal gabung yang dipakai:

a. Hooks joint

Hook gabung adalah salah satunya universal joint yang digunakan pada propeller shaft yang mana paling sering dipakai hingga saat ini. Hooks gabung ada dua jenis yakni type shell bearing cup dan kompak bearing cup. Ketidaksamaan ke-2 nya yakni pada shell bearing cup tidak dapat dilaksanakan perombakan sesaat pada type kompak bearing cup dapat dibedah.

Konstruksi dari hooks gabung sesungguhnya benar-benar simpel di mana di bagian tengah ada spider atau yang lebih dikenali dengan cross gabung sebab memiliki bentuk yang plus. Selanjutnya pada beberapa bagian ujung dari spider akan diberi sebuah bearing cup dengan pengunci. Konstruksi ini memiliki keunggulan yakni lebih kuat.

hook joint

b. Flexible Joint

Flexible joint adalah salah satunya universal gabung yang digunakan pada poros propeller yang memiliki beberapa kelebihan salah satunya yakni tidak bising, tidak gampang aus, dan tidak membutuhkan grease atau minyak pelumas. Komponen ini mempunyai konstruksi yang simpel yakni di bagian tengah ada coupling yang dibuat dari karet hingga lebih dikenali dengan rubber coupling. Di bagian luar dilapis karet atau boots. Tetapi type ini mempunyai beberapa kekurangan yakni tidak bisa mengalihkan tenaga putar yang besar.

Baca Juga  Macam Macam Transmisi Manual: 3 Jenis & Ulasan

flexible joint

c. Trunion Bolt

Trunion bolt adalah salah satunya jenis universal gabung yang dipakai pada poros propeller. Mode ini adalah kombinasi dari hook gabung dan slip gabung. Konstruksi dari trunion bolt sendiri yakni di bagian tengah ada jalur yang berperan selaku tempat memasukkan drive shaft. Disamping itu pada ujungnya ada ball yang berisi needle bearing. Tetapi type ini telah jarang-jarang dipakai sebab tidak lebih bagus dibanding slip joint.

trunion joint

d. Uniform Velocity Joint

Uniform velocity joint adalah salah satunya jenis universal gabung. Type ini mempunyai beberapa kelebihan salah satunya yakni bisa mengalihkan kecepatan pojok dengan lebih bagus. Disamping itu suara dan getaran pada type ini bisa dikurangi secara optimal.

uniform velocity joint

e. Slip Gabung

Slip joint adalah salah satunya jenis universal gabung yang sering digunakan pada poros propeller. Konstruksi slip gabung sesungguhnya dapat disaksikan pada bermacam kendaraan yang mana di bagian ujungnya ada jalur yang memungkinkannya drive shaft makin bertambah panjang disamakan dengan keadaan kendaraan. Slip gabung dipakai pada ke-2 ujung hingga bertambahnya panjang poros propeller bisa ditangani oleh universal gabung type ini.

slip joint

Di atas merupakan ulasan terkait jenis propeller shaft (poros kopel) yang dipakai pada kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.