Fungsi Platina, Komponen, Dan Cara Kerja

komponen platina

Fungsi Platina – Dalam sistem pengapian konvensional tidak lepas dari komponen yang bernama platina. Komponen ini terletak didalam distributor yang memiliki fungsi penting pada mekanisme pengapian. Lalu apa fungsi platina? Untuk lebih jelasnya berikut merupakan ulasan terkait fungsi platina beserta cara kerjanya.

fungsi platina

Fungsi Platina

Kontak pemutus atau breaker point adalah salah satu dari beberapa komponen mekanisme pengapian konvensional. Fungsi platina adalah untuk memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir dari aki ke kumparan primer di koil sehingga menimbulkan terjadinya induksi elektromagnetik pada kumparan sekunder. Induksi ini yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik bertegangan tinggi. Listrik tegangan tinggi yang akan diubah oleh busi menjadi percikan bunga api dalam ruang bakar.

Komponen ini bekerja seperti langkah kerja sakelar kelistrikan biasanya yang ingin memutuskan arus listrik jika kontak sakelar dibagi. Untuk melakukan proses membuka dan menutup kontak sakelar pada platina ini dipakailah kutub distributor (cam). Pada kutub distributor ini ada benjolan (nok) yang akan dipakai untuk mendesak ebonit (dudukan platina).

Komponen Platina

Konstruksi dari platina yang banyak digunakan pada kendaraan terdiri dari:

komponen platina

  1. Nok distributor
  2. Kontak tetap
  3. Kontak bebas
  4. Pegas kontak pemutus
  5. Lengan kontak pemutus
  6. Skrup pengikat
  7. Tumit ebonit
  8. Kabel dari minus coil
  9. Jalur penyetel celah platina

Cara Kerja Platina

Cara kerja dari platina memanfaatkan prinsip saklar. Artinya platina bekerja dengan membuka dan menutup rangkaian pengapian sesuai dengan kebutuhan mesin yaitu:

Baca Juga  Urutan Tenaga Putar Tenaga Gerak Sehingga Roda Depan Dapat Membelok

1. Saat Platina Menutup

Waktu platina menutup, dan mesin menyala nok distributor akan turut berputar karena terhubung melalui poros camshaft. Saat nok distributor tidak mendesak tumit ebonit platina platina akan pada kondisi tutup. Kondisi platina yang menutup ini maka arus listrik dari kumparan primer koil akan tersambung ke massa sehingga pada kumparan primer koil akan membuat medan magnet.

2. Saat Platina Membuka

Pada saat platina membuka atau nok distributor berputar dan mendesak tumit ebonit platina maka platina akan membuka sehingga saluran listrik dari kumparan primer koil yang akan ke arah massa diputus. Proses berlangsungnya pemutusan saluran listrik secara mendadak dan cepat akan menimbulkan terjadinya induksi listrik pada kedua kumparan di koil pengapian.

Induksi listrik pada kumparan primer koil ini akan diserap dan dialirkan ke kondensor yang kemudian disimpan sementara untuk proses pengapian selanjutnya. Sementara induksi listrik pada kumparan sekunder koil ini akan diteruskan ke busi untuk menghasilkan percikan bunga api. Induksi listrik yang dibuat pada kumparan sekunder koil pengapian seputar 20.000 volt atau lebih.

Ukuran celah platina yang tercipta saat platina membuka akan memengaruhi besarnya sudut dwell. Sudut dwell ini akan berpengaruh pada kekuatan pengapian. Semakin besar sudut dwell maka setelan celah platina terlalu sempit, namun sebaliknya semakin kecil sudut dwell maka celah platina semakin besar. Pada umumnya celah platina standar adalah 0.45 mm tergantung jenis dan merk kendaraan.

Baca Juga  Cara Kerja Spul Motor: Fungsi Dan Ulasannya

Demikian artikel mengenai fungsi platina mobil beserta komponen dan cara kerjanya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.