Fungsi Oil Strainer: Peran Dan Letak Pada Sistem Pelumasan

fungsi oil strainer

Fungsi Oil Strainer – Didalam komponen sistem pelumas terdapat berbagai bagian salah satunya yaitu oil strainer atau saringan kasar oli. Lalu apa fungsi oil strainer? Berikut ulasan terkait fungsi oil strainer yang ada di sistem pelumas secara lebih jelas.

Fungsi Oil Strainer

Oil strainer dan oil filter sebenarnya nyaris mempunyai kemiripan. Fungsi oil strainer adalah sebagai komponen yang berupa saringan dan berperan untuk pisahkan partikel yang berada di dalam mesin. Terletak ada di aliran masuk oli hingga oli yang akan tersebar akan ‘diseleksi’ dahulu oleh oil strainer.

Oil strainer mempunyai nama lain saringan oli kasar. Oil strainer untuk memfilter oli mesin pertama kalinya dari kotaran yang mempunyai lingkup ukuran yang besar atau kasar yang berada di bak oli mesin.

Proses filtrasi ini mempunyai tujuan supaya kotoran kotoran kasar ini tidak turut bersirkulasi atau masuk ke sistem pelumas. Jika kotoran ini masuk ke sistem pelumas bisa mengakibatkan kerusakan pada beragam komponen sistem pelumas khususnya pompa oil.

fungsi oil strainer

Peran Dan Letak Oil Strainer Pada Pelumasan

Kita kenali sesungguhnya pelumasan ialah satu sistem atau serangkaian pada kendaraan di mana pelumas dimuat, dihisap, disaring, selanjutnya dialokasikan secara detail ke tiap bagian mesin. Media pelumas yang dipakai pada sistem ini ialah oli yang sanggup masuk sampai ke sela mesin.

Baca Juga  Perbedaan Mesin 2 Tak Dan Mesin 4 Tak : 7 Perbedaan

Oli yang melapis celah-celah mesin diberi nama oil film. Susunan ini melekat benar-benar kuat pada komponen mesin dan susah dilepaskan. Ini membuat setiap komponen mesin yang sebagian besar dibuat dari logam bersinggungan, susunan itu menjadi penghambat berlangsungnya gesekan langsung.

Sistem ini dibikin dengan mempertimbangkan beberapa fungsi diantaranya yaitu medinginkan komponen mesin dan mencuci kotoran yang melekat pada komponen mesin. Akibatnya mesin bisa bekerja lebih bagus.

Pelumasan dilaksanakan untuk memberikan penyekat pada lubang di antara silinder dan torak. Penyekat ini berperan sebagai pencegah kebocoran penekanan dari ruangan pembakaran. Disamping itu, pelumasan berperan untuk memulasi semua permukaan komponen mesin supaya tidak bersinggungan langsung.

Jika peran oil strainer tidak bisa optimal karena itu yang terjadi ialah sistem pelumasan tidak bisa bekerja optimal hingga bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin.

Untuk mencapai fungsi dari saringan kasar oli maka diletakkan dibagian karter oli. Dengan begitu komponen ini yang pertama kali dilalui oleh oli yang mengendap dibagian bak penampung.

Diatas adalah ulasan terkait fungsi oil strainer pada sistem pelumasan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.