Fungsi Komponen Sleeve Yoke: 2 Peran & Cara Kerja

Fungsi Komponen Sleeve Yoke Adalah – Untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka propeller shaft terdiri dari beberapa bagian, salah satunya yaitu komponen sleeve yoke. Lalu apa fungsi komponen sleeve yoke adalah? Bagaimana cara kerja sleeve yoke?

Saat sebelum lakukan pekerjaannya secara baik, ada syarat khusus yang perlu dipenuhi dengan fungsi propeller shaft. Komponen ini memiliki syarat dapat bergerak bebas ke bawah, ke atas, ke samping sepanjang melanjutkan perputaran transmisi gardan.

Tidak stop sampai di sana saja, komponen ini juga harus melanjutkan gaya putar dari transmisi ke gardan secara halus. Oleh karena itu, propeller shaft tidak dibuat cuma sendiri saja. Ada banyak bagian kembali untuk bisa penuhi syarat yang diperlukan itu. Lalu apa sebagai komponen pas untuk propeller shaft? Umumnya, komponen ini terdiri dari 5 bagian mencakup, universal joint, drive shaft, flange yoke, center bearing, sampai sleeve yoke.

Untuk komponen sleeve yoke akan bekerja sebagai penyambung di antara poros transmisi dengan poros propeller yang bisa bekerja lewat sebuah universal joint. Pada bagian depan komponen ini ada sebuah poros yang di bagian dalamnya ada ujung bergerigi yang hendak mengikat dengan output transmisi.

Dan komponen propeller shaft yang melanjutkan gaya puntir dari transmisi ke arah poros gardan adalah tangkai propeller atau drive shaft. Untuk lebih jelasnya terkait fungsi komponen sleeve yoke adalah untuk apa, serta bagaimana cara kerjanya akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

Baca Juga  Cara Pasang Relay Klakson : Pengendali Positif & Negatif
fungsi komponen sleeve yoke adalah

Fungsi Komponen Sleeve Yoke

Fungsi komponen sleeve yoke adalah sebagai komponen propeller shaft yang pertama dan berperanan sebagai penghubung antara poros transmisi dengan poros propeller melalui sebuah front universal joint.

Dalam kata lain sleeve yoke terhubung dengan output shaft transmisi. Di bagian ujung depan dari sleeve yoke ini ada sebuah Poros yang di bagian dalamnya ada spline bergerigi yang akan mengikat dengan output shaft transmisi. Dan di bagian ujung belakangnya, sleeve yoke memiliki bentuk U yang akan terhubung dengan front universal joint.

Sleeve yoke yang mempunyai nama lain slip yoke, sliding joint, atau slip joint sebagai komponen propeller shaft yang berperan sebagai penyambung di antara poros transmisi dengan poros propeller lewat sebuah front universal joint. Sleeve yoke tersambung dengan output shaft transmisi.

Pada bagian ujung depan dari sleeve yoke ada sebuah poros yang di bagian dalamnya mempunyai spline bergerigi. Spline bergerigi ini sama-sama mengikat dengan output shaft transmisi. Dan pada bagian ujung belakangnya, sleeve yoke mempunyai wujud U yang hendak tersambung dengan front universal joint.

Fungsi sleve yoke pada propeller shaft adalah seperti berikut :

  1. Sebagai komponen penyambung di antara output shaft transmisi dengan drive shaft (tangkai propeller) lewat front universal joint.
  2. Sebagai tempat berubahnya propeller shaft supaya bisa memanjang atau memendek saat terjadi peralihan jarak karena peralihan sudut pada roda dan gardan.
Baca Juga  Letak Expansion Valve Yaitu: Posisi Dan Ulasannya

Cara Kerja Sleeve Yoke

Setelah mengetahui fungsi komponen sleeve yoke adalah untuk apa, maka perlu diketahui pula cara kerjanya. Cara kerja dari sleeve yoke sebenarnya sangat sederhana. Bila mobil berjalan pada permukaan yang cukup rata, ini tidak punya pengaruh pada fungsi propeller shaft yang terjadi antara gardan dan transmisi. Karena poros transmisi yang tersambung dengan slip yoke akan memutar komponen itu sesuai arah perputaran yang dibuat oleh propeller shaft.

Perputaran itu barusan akan membuat komponen tangkai poros, universal joint, dan flange yoke berputar-putar ke satu arah yang serupa. Dengan demikian, semua komponen yang berada di poros transmisi akan berputar-putar pada sebuah kesatuan.

Tetapi, hal itu akan sesuaikan dengan keadaan jalan yang dilewati. Makin tidak rata jalanan, karena itu bisa terjadi peralihan jarak dan sudut jadi lebih besar.

Slip yoke akan berubah lebih mundur dari poros transmisi hingga bisa menambahkan jarak yang diperlukan propeller shaft. Dan cara kerja propeller shaft di bagian universal joint akan memberi perubahan pojok putar lewat slip yoke dan flange yoke.

Agar bekerja yang baik untuk melanjutkan tenaga atau mengalihkan perputaran mesin lewat transmisi, propeller shaft terdiri dari 5 komponen simpatisan, seperti universal joint, drive shaft, flange yoke, center bearing, dan sleeve yoke.

Diatas adalah ulasan terkait fungsi komponen sleeve yoke dan cara kerjanya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Ayo Cilacap - - - -