Komponen Sistem Pengisian Sepeda Motor: 6 Bagian & Ulasan

komponen sistem pengisian sepeda motor

Komponen Sistem Pengisian Sepeda Motor – Pada sepeda motor terdapat berbagai sistem, salah satunya sistem pengisian. Pada sistem ini terdapat berbagai komponen. Lalu apa saja komponen sistem pengisian sepeda motor?

Komponen sistem kelistrikan seperti starter motor, beberapa lampu dan yang lain tidak bisa berperan bila tidak ada battery. Kemampuan battery mempunyai batasan hingga tidak sanggup memasok keperluan tenaga listrik secara terus-terusan.

Karena itu, battery harus berisi penuh agar dipakai untuk menghidupkan mesin saat dibutuhkan atau memasok keperluan sistem kelistrikan pada sepeda motor itu.

Tetapi, sistem komponen pengisian pada sepeda motor bukan hanya alternator, tetapi ada banyak komponen yang berkaitan. Sistem pengisian pada sepeda motor terbagi dalam banyak komponen yang bekerja bersama supaya keperluan listrik pada motor bisa tercukupi secara terus-menerus.

Berikut ulasan terkait komponen sistem pengisian pada sepeda motor yang lebih dalam pada artikel berikut ini.

komponen sistem pengisian sepeda motor

Komponen Sistem Pengisian Sepeda Motor

Terdapat beberapa komponen sistem pengisian yang ditemukan pada sepeda motor, diantaranya yaitu:

1. Spul (Stator Coil)

Komponen pertama pada sistem pengisian sepeda motor yaitu spul. Spul atau stator coil berperan sebagai kumparan statis yang hendak terima perpotongan garis style magnet dari rotor / magnet. Kumparan ini sebagai bagian pada motor yang penting yang terkait dengan kelistrikan motor. Spul berperan untuk sumber pemroduksi energi listrik yang hendak menyuplai semua keperluan keelektrikan motor gampangnya spul ini berperan sebagai pemroduksi energi listrik untuk semua keperluan kelistrikan motor.

Spul hasilkan arus listrik berbentuk tegangan AC (arus bolak – balik), arus yang dibuat bergantung berapa besar perputaran mesin. Arus itu selanjutnya ke arah kiprok, kemudian ke arah komponen lain pada sistem kelistrikan yang ada pada motor, terhitung isi daya accu. Tegangan dari spul berbentuk AC (arus bolak – balik) hingga perlu diganti lebih dulu jadi DC (arus sama arah) memakai kiprok.

Baca Juga  Sistem Pengapian Transistor: Pengertian, Komponen & Cara Kerja

komponen sistem pengisian sepeda motor

2. Rotor / Magnet

Selain itu komponen sistem pengisian sepeda motor yang kedua yaitu rotor. Rotor / magnet berperan untuk menggunting stator coil. Saat ada kemagnetan pada rotor magnet maka muncul garis style magnet dari pole utara ke arah selatan. Karena letak rotor magnet bersisihan dengan spul karena itu garis style magnet itu akan berkenaan spul.

Saat mesin motor di stater kutub engkol akan berputar-putar, karena rotor ini berada pada ujung kutub engkol karena itu rotor akan turut berputar-putar. Perputaran rotor ini akan menggerakan garis style magnet yang awalnya ada. Gerakan berikut yang memunculkan perpotongan garis style mganet. Tatapi ada ketidaksamaan pada rotor mobil dan motor, selainnya dari memiliki bentuk kemagnetan rotor ini berlainan.

Pada mobil kemagnetan rotor harus dibangkitkan lewat induksi dari battery. Sementara pada motor, rotor magnet ini telah diperlengkapi magnet tetap hingga tidak perlu diberi induksi untuk membuat garis style magnet. Oleh karena itu disebutkan dengan rotor magnet karena rotor ini telah diperlengkapi dengan magnet.

komponen sistem pengisian sepeda motor

 

3. Kiprok / Regulator

Kiprok menjadi satu diantara part atau komponen sistem pengisian sepeda motor yang kerap dilihat keadaannya jika terjadi permasalahan pada pengapian dan kelistrikan motor. Fungsi kiprok pada sepeda motor diantaranya sebagai penstabil arus dan tegangan yang masuk ke accu, hingga, arus yang masuk ke accu sama sesuai tidak besar atau tidak kekecilan. Kiprok pada motor berperan sebagai penyearah atau pengubah arus AC (arus bolak – balik) dari spul jadi arus DC (arus sama arah). Arus DC ini selanjutnya dimuat dalam accu.

Baca Juga  Perbedaan CDI AC Dan DC : 5 Perbedaan & Cirinya

Permasalahan bisa terjadi bila kiprok pada sepeda motor tidar berperan normal. Untuk ketahui keadaan kiprok, dapat dengan menghitung tegangan pada kiprok triknya ukur memakai multimeter. Yakinkan angka tegangannya cocok sama sesuai detail kiprok pada motor. Bila tegangannya kurang ataupun lebih, maknanya ada tanda-tanda permasalahan pada kiprok.

komponen sistem pengisian sepeda motor

4. Battery / ACCU

Battery atau ACCU sebagai penyimpan tenaga listrik yang dibuat oleh sistem pengisian, energi listrik diganti di dalam wujud energi kimia. Bagian ini berperan sebagai penyuplai tenaga listrik sementara (berbentuk tegangan DC) yang dibutuhkan oleh sistem – sistem kelistrikan sepeda motor, dengan disokong oleh sistem pengisian.

Kemampuan battery sebagai kekuatan battery simpan beberapa daya listrik, dipastikan dalam unit amper hour (AH). Dalam battery saat terjadi pengosongan atau pengisian terjadi reaksi kimia di antara pelat positif, elektrolit dan pelat negatif.

5. Kabel (Wire)

Kabel sebagai komponen yang ada selalu pada serangkaian kelistrikan baik pada motor atau mobil. Terhitung pada sistem pengisian, ada beberapa kabel yang dibutuhkan pada suatu kendaraan. Umumnya untuk membandingkan tipe kabel satu sama lainnya dipakai ketidaksamaan warna kabel.

Untuk arus positif biasanya memakai kabel warna, dan pada kabel periode biasanya memakai kabel warna hitam. Bila pada kabel untuk lampu atau beban lainnya dapat warna kuning atau hijau, hal tersebut bergantung pada tipe motor.

6. Sekering (Fuse)

Fuse atau sekring pada intinya berperan sebagai pengaman arus pada serangkaian kelistrikan kendaraan. Membuat perlindungan serangkaian dari kerusakan karena pemakaian daya berlebihan atau jalinan singkat dengan putuskan saluran listrik yang masuk ke serangkaian.

Diatas adalah ulasan terkait komponen sistem pengisian sepeda motor. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.