fungsi rotor coil

Fungsi Rotor Coil : 3 Bagian Dan Cara Kerja

Fungsi Rotor Coil – Pada alternator terdapat komponen rotor coil yang memiliki peranan penting. Lalu apa saja fungsi rotor coil? Nah untuk lebih jelasnya berikut akan diulas terkait fungsi rotor coil, bagian, dan cara kerja rotor coil.

fungsi rotor coil

Fungsi Rotor Coil

Rotor coil ialah sisi generator yang bergerak atau berputar-putar. Di antara rotor dan stator dipisah oleh sela udara (air jarak). Rotor berperan untuk menghidupkan medan magnet yang selanjutnya tegangan dibuat dan akan diinduksikan ke stator.

Fungsi rotor coil ialah untuk menyediakan medan magnet dalam alternator. Kita ketahui jika konsep kerja alternator yaitu dengan manfaatkan perpotongan garis style magnet untuk hasilkan saluran listrik.

Untuk memperoleh perpotongan style magnet itu, karena itu harus ada medan magnet yang dibangkitkan lebih dulu. Pada pengisian sepeda motor, rotor telah memakai tetap magnet hingga tidak perlu dibangkitkan kembali medan magnetnya.

Tetapi pada alternator mobil, rotor dibuat dari kumparan yang dapat keluarkan medan magnet cuman jika dialiri arus listrik. Darimanakah arus listrik berasal? Pasti dari aki, hingga tanpa accu mobil tidak dapat dihidupkan. Rotor ini tersambung ke kutub alternator, hingga saat kutub berputar-putar rotor berputar-putar dan medan magnet akan bergerak.

Bagian Rotor Coil

Rotor terdiri dari 2 sisi umum, yakni:

1. Kerangka Stator

Kerangka stator dibuat dari besi tuangkan dan sebagai rumah dari semua beberapa bagian generator. Komponen ini berupa lingkaran di mana ikatan-sambungan pada rusuknya akan jamin generator pada getaran-getaran.

Baca Juga  Komponen Power Steering : 17 Bagian Dan Ulasan

2. Pokok kutub

Di bagian pokok kutub ada kutub dan pokok rotor yang mempunyai fungsi sebagai jalan atau lajur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan.

4. Kumparan medan

Pada kumparan medan ini ada dua sisi, yakni sisi penghantar sebagai lajur untuk arus pemacuan dan sisi yang diisolasi. Kutub medan magnet rotor bisa berbentuk salient pole (kutub mencolok) dan non salient pole (kutub silinder).

Jenis Rotor Coil

fungsi rotor coil

a. Rotor Wujud Mencolok (Salient Pole)

Pada tipe salient pole, kutub magnet mencolok keluar dari permukaan rotor. Lilitan-belitan medannya disambung seri. Saat lilitan medan ini disuplai oleh eksiter, karena itu kutub yang bersisihan akan membuat kutub bersimpangan. Rotor kutub mencolok akan alami rugi-rugi angin yang besar dan bernada berisik bila diputar dengan kecepatan tinggi dan konstruksi kutub mencolok tidak lumayan kuat untuk meredam penekanan mekanis jika diputar dengan kecepatan tinggi.

b. Rotor Wujud Silinder (Non-Salient Pole)

Jenis rotor silinder dapat ditemukan pada generator sesuai dengan kecepatan putar tinggi (1500 atau 3000 rpm). Rotor silinder baik dipakai pada kecepatan putar tinggi karena konstruksinya berkekuatan teknisi yang bagus pada kecepatan putar tinggi dan distribusi di sekitar rotor dekati wujud gelombang sinus hingga lebih bagus dari kutub mencolok.

Cara Kerja Rotor Coil

Kumparan rotor ialah sisi alternator kerjanya berputar-putar, hingga dinamakan rotor yang disebut penyesuaian dari “perputaran”. Kumparan rotor berperan untuk menghidupkan kemagnetan. Pada rotor ada kuku-kuku yang berperan sebagai kutub-kutub magnet, ada pula slip ring yang berperan sebagai penyalur listrik ke kumparan rotor.

Baca Juga  Power Steering : Pengertian, Komponen, Dan Cara Kerja

fungsi rotor coil

Di atas ialah pembahasan berkaitan rotor coil pada alternator baik fungsi rotor coil, komponen, dan cara kerja. Mudah-mudahan bisa menambahkan wacana pengetahuan.

Join the discussion