Fungsi Delivery Valve atau Katup Deliveri : 5 Fungsi & Cara Kerja

fungsi delivery valve

Delivery Valve atau Katup Deliveri – Delivery valve atau yang lebih dikenali dengan katup delivery ialah salah elemen pompa injeksi. Fungsi delivery valve untuk menahan berlangsungnya saluran balik dan mengendalikan penekanan tersisa bahan bakar. Ini mempunyai tujuan supaya tidak ada ketertinggalan supply bahan bakar dalam langkah injeksi selanjutnya.

Delivery valve berada antara delivery chamber dan injection pipe. Delivery valve batasi ruangan antara ke-2 elemen itu. Di bagian luar ada mur yang bermanfaat untuk menyambungkan dengan injection pipe. Saat itu di dalamnya ada delivery valve dan spring supaya delivery valve bisa bekerja atau berperan seperti mestinya.

Oleh karenanya delivery valve mempunyai peran yang penting. Cara kerja delivery valve sebetulnya benar-benar simpel. Delivery valve bekerja seperti katup. Saat bahan bakar ketekan oleh plunger karena itu penekanan bahan bakar ini akan menggerakkan delivery valve untuk menaklukkan pegas. Mengakibatkan bahan bakar akan masuk ke injection pipe dan siap untuk diinjeksikan.

Jika pompa injeksi tidak ada delivery valve karena itu saat plunyer bergerak dari titik mati bawah di titik mati atas karena penekanan cam atau nok, bahan bakar akan dikasih penekanan dan dilanjutkan ke injector nozzle. Tetapi saat plunger bergerak dari titik mati atas di titik mati bawah karena itu tersisa bahan bakar tersisa akan terserap kembali lagi ke delivery chamber. Jika hal itu terjadi karena itu dalam langkah injeksi selanjutnya tidak ada bahan bakar yang siap di injeksikan.

Ingat keutamaan katup delivery atau delivery valve, karena itu harus dipahami bermacam hal berkenaan delivery valve. Untuk lebih jelasnya terkait fungsi delivery valve dan cara kerjanya akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi delivery valve

Fungsi Delivery Valve

Fungsi delivery valve untuk menahan saluran balik dan mengendalikan penekanan tersisa berbahan bakar. Tetapi disamping itu masih ada bermacam fungsi berkenaan delivery valve. Untuk memperjelasnya berikut ulasan berkenaan fungsi delivery valve.

1. Menahan saluran balik bahan bakar

Fungsi delivery valve untuk menahan berlangsungnya saluran balik bahan bakar. Bahan bakar yang awalnya telah masuk ke delivery chamber akan ketekan oleh plunger. Karena dorongan ini karena itu bahan bakar akan mempunyai penekanan dan sanggup menaklukkan pegas delivery valve.

Baca Juga  Perawatan Sistem Kelistrikan : 7 Bagian & Cara Perawatan

Mengakibatkan katup akan buka dan bahan bakar diteruskan ke injection pipe. Tetapi saat plunger bergerak kebawah, jika tidak ada katup yang mengendalikan saluran bahan bakar karena itu bahan bakar akan mengucur kembali lagi ke ruangan delivery valve. Oleh karenanya dibutuhkan delivery valve untuk menahan berlangsungnya saluran balik itu.

2. Mengendalikan penekanan tersisa bahan bakar

Fungsi delivery valve untuk mengendalikan penekanan tersisa bahan bakar. Saat usai proses penginjeksian umumnya masih ada tersisa bahan bakar yang ada pada aliran injection pipe.

Jika penekanan tersisa bahan bakar tidak ditata sebegitu rupa karena itu proses penginjeksian tidak stop sama sesuai timing atau on time. Ini akan memunculkan bermacam persoalan pada proses pembakaran pada mesin diesel.

3. Menahan berlangsungnya tetes pada ujung injector nozzle

Fungsi delivery valve untuk menahan berlangsungnya tetes pada ujung injector nozzle. Jika penekanan tersisa bahan bakar tidak ditata maka muncul tetes pada ujung injector nozzle. Ini akan menyebabkan berlangsungnya proses pembakaran yang tidak tepat.

4. Menahan berlangsungnya secondary injection

Fungsi delivery valve untuk menahan terjadi secondary injection. Seperti fungsi delivery valve pada nomor tiga, jika muncul tetes pada ujung injector nozzle maka muncul pembakaran yang tidak sesuai timing. Mengakibatkan akan terjadi detonasi atau knocking yang bisa mengakibatkan bermacam kerusakan pada elemen mesin.

5. Menahan berlangsungnya ketertinggalan supply bahan bakar saat proses penginjeksian

Fungsi delivery valve untuk menahan berlangsungnya ketertinggalan supply bahan bakar saat proses penginjeksian terjadi. Saat terjadi proses penginjeksian karena itu plunger akan menggerakkan dan mengkompresikan bahan bakar menunju katup delivery valve ke injection pipe.

Jika tidak ada penekanan tersisa bahan bakar pada injection pipe karena itu butuh waktu untuk menyalurkan bahan bakar bertekanan ke injector nozzle. Mengakibatkan terjadi ketertinggalan supply bahan bakar saat proses penginjeksian terjadi. Oleh karenanya dibutuhkan delivery valve untuk mengendalikan penekanan tersisa bahan bakar untuk proses penginjeksian selanjutnya.

Cara Kerja Delivery Valve

Cara kerja delivery valve benar-benar simpel. Sesuai namanya, karena itu delivery valve bekerja sebagai katup yang mengendalikan keluarnya bahan bakar yang telah didesak oleh plunger. Penataan ini mempunyai fungsi sesuai ulasan fungsi delivery valve. Untuk memperjelasnya berikut ulasan berkenaan cara kerja delivery valve.

Baca Juga  Macam Macam Fastener: 13 Jenis Dan Ulasannya

1. Saat Plunger bergerak dari TMA Ke TMB

Bahan bakar akan disedot oleh feed pump supaya masuk ke pompa injeksi. Saat plunger bergerak dari titik mati atas di titik mati bawah karena itu bahan bakar akan terserap masuk ke delivery chamber karena ada kevakuman. Jika cam bergerak tekan tapped roller, style dorong ini akan dilanjutkan untuk gerakkan plunger dari titik mati bawah di titik mati atas.

Dorongan dari plunger mengakibatkan bahan bakar mempunyai penekanan. Penekanan ini dipakai untuk mengusung delivery valve dan menaklukkan spring atau pegas delivery valve. Mengakibatkan bahan bakar akan masuk dan mengucur ke delivery pipe yang seterusnya akan diinjeksikan oleh injector nozzle.

Saat plunger bergerak dari titik mati atas dan titik mati bawah, karena itu bahan bakar tidak sanggup mengusung dan menaklukkan pegas delivery valve. Maka delivery valve akan tergerak oleh katup dan kembali tutup ke tempat awal. Tersisa bahan bakar yang ada pada delivery pipe akan ketahan dan akan dipakai untuk proses penginjeksian seterusnya. Maknanya tidak terjadi saluran balik bahan bakar bertekanan di dalam delivery chamber. Ini mempunyai tujuan supaya tidak ada ketertinggalan supply bahan bakar saat proses injeksi dibutuhkan.

2. Akhir Penekanan

Disamping itu, delivery valve akan mengendalikan penekanan bahan bakar tersisa yang ada dalam delivery pipe akan ditata. Di saat akhir cara injeksi akan terjadi retraction piston untuk tutup lubang pada valve seat. Penekanan tersisa bahan bakar akan tekan kembali delivery valve supaya ke status awalnya. Gerakan delivery valve ini akan mengisap bahan bakar pada delivery valve untuk mengendalikan penekanan tersisa bahan bakar saat cara penginjeksian usai.

Penyedotan bahan bakar di akhir cara injeksi mengakibatkan penekanan bahan bakar tersisa di delivery pipe akan turun. Pengurangan penekanan bahan bakar ini akan menahan berlangsungnya tetes pada ujung injector nozzle yang bisa mengakibatkan secondary injection. Secondary injection bisa mengakibatkan bermacam persoalan dan kerusakan karena timing yang tidak tepat.

Di atas sebagai ulasan berkenaan katup delivery atau delivery valve. Ulasan dimulai dari fungsi delivery valve dan cara kerja delivery valve. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.