cara kerja shock absorber

Cara Kerja Shock Absorber : Prinsip Dan 2 Transisi Kerja

Cara Kerja Shock Absorber – Shock absorber adalah elemen utama pada mekanisme suspensi satu kendaraan. Komponen ini bekerja dengan memanfaatkan fluida baik hidrolik maupun pneumatik. Lalu bagaimana cara kerja shock absorber?

Shock absorber adalah komponen suspensi yang digunakan untuk menahan style osilasi dari pegas. Peredaman ini dikerjakan dengan perlambat dan kurangi besarnya getaran dari pergerakan osilasi pegas, yakni dengan mengganti energi kinetik dari pergerakan suspensi jadi energi panas yang bisa dilepaskan lewat cairan hidrolik.

Bila pada mekanisme suspensi mobil hanya ada pegas saja, karena itu kendaraan akan condong lagi bergetar dan bergetar turun naik saat terima surprise dari jalan. Ini akan memunculkan ketidaknyamanan waktu mengemudi. Oleh karenanya, shock absorber benar-benar berperanan penting untuk menahan getaran dan guncangan yang berlangsung.

Oleh karenanya shock absorber yang bekerja untuk meredam style oskilasi dari pegas supaya tidak memunculkan guncangan berlebihan. Untuk lebih jelasnya terkait cara kerja shock absorber akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

cara kerja shock absorber

Prinsip Kerja Shock Absorber

Konsep kerja shock absorber itu ibarat compressor, di mana untuk meredam oskilasi dipakailah satu fluida yang tertekan/terkompresi. Waktu fluida ini terkompresi automatis oskilasi pada pegas dapat ditahan. Berikut komponen shock absorber

  1. Tabung shock berperan selaku tempat berhubungan fluida dengan piston.
  2. Piston berperan untuk merekayasa volume ruangan di dalam tabung shock untuk mengkompresi fluida.
  3. Salah satu komponen shock absorber yaitu piston rod yang berperan menyambungkan piston dengan kutub roda supaya pergerakan piston sesuai pergerakan kutub roda.
  4. Piston valve berperan selaku pemisah di antara ruangan di atas dan di bawah piston.
  5. Fluida adalah cairan hidrolik spesial (biasa disebutkan oli shock) selaku fluida yang akan menahan guncangan.
Baca Juga  Fungsi Suspensi : 5 Fungsi Dan Ulasannya

Cara kerja Shock Absorber

Sock absorber bekerja dalam dua transisi kerja yakni transisi kompresi dan transisi ekstensi. Masing masing transisi bekerja secara berganti-gantian bersamaan dengan gerakan pegas yang memikat atau menggerakkan piston rod. Berikut cara kerja shock absorber

1. Transisi kompresi (Penekanan)

Cara kerja shock absorber yang pertama adalah transisi kompresi yang merupakan salah satu transisi kerja shock absorber saat piston rod dalam status tertekan karena style osilasi pegas suspensi. Desakan yang berlangsung pada piston rod ini membuat shock absorber mengalami pemendekan ukuran.

Waktu transisi kompresi berlangsung, piston akan bergerak di dalam dan mendesak minyak shock absorber yang ada dalam ruangan bawah piston. Akibatnya minyak akan tertekan dan mengucur ke arah ruangan atas piston lewat satu lubang valve yang memiliki ukuran besar selaku tempat beralihnya minyak shock absorber.

Lubang orifice kecil pada piston akan tertutup oleh katup yang berbentuk membran tipis yang terpasang di bawah piston. Tertutupnya lubang orifice ini berlangsung karena desakan pada piston yang mendesak minyak. Desakan minyak ini akan membuat katup / membran itu tutup lubang orifice.

Dengan demikian shock absorber tidak lakukan peredaman pada gaya tekan osilasi dari pegas suspensi sebab minyak bisa naik langsung ke dalam ruangan di atas piston dengan gampang lewat lubang valve memiliki ukuran besar barusan.

Baca Juga  Cara Mengatasi Shock Belakang Jedag Jedug & Penyebab

2. Transisi Ekstensi (Memanjang)

Selain itu cara kerja shock absorber yang kedua yaitu transisi ekstensi yang merupakan transisi kerja shock absorber saat piston bergerak dari status bawah kembali pada atas. Pergerakan ini akan mengganti ukuran shock alami pemanjangan ukuran kembali lagi.

Piston yang bergerak naik keatas ini membuat minyak shock absorber yang telah ada di ruang atas piston menjadi tertekan. Di lain sisi, lubang valve memiliki ukuran besar ini akan tertutup karena desakan minyak yang makin membesar.

Selain itu desakan minyak akan mendesak membran yang menutup lubang orifice kecil awalnya. Saat membran penutup lubang orifice ini terbuka, karena itu minyak shock absorber akan mengucur kembali pada ruang di bawah piston.

Namun dikarenakan tempat mengucurnya minyak shock pada lubang orifice ini begitu kecil, karena itu saluran minyak shock absorber ini akan terhalang dan tidak bisa cepat turun ke ruangan bawah piston. Ketika berikut shock absorber lakukan peredaman pada style osilasi pegas suspensi.

Diatas merupakan ulasan terkait cara kerja shock absorber. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Join the discussion