Tune Up Mobil Injeksi: 13 Cara Dan Ulasannya

Tune Up Mobil Injeksi – Dalam melakukan proses perawatan mobil injeksi terdapat berbagai cara salah satunya tune up. Ada banyak proses atau cara yang perlu dilaksanakan untuk lakukan tune up. Lantas bagaimana cara melakukan tune up mobil injeksi?

Tune up pada mobil injeksi mempunyai tujuan untuk kembalikan kinerja mesin supaya seperti sebelumnya. Pada proses perawatan ini ada banyak tugas yang perlu dilaksanakan dimulai dari perawatan enteng sampai sedang. Ini dipakai untuk pastikan tiap mekanisme pada mobil injeksi bisa bekerja dengan optimal.

Tetapi proses tune up harus dilaksanakan oleh orang yang professional. Jika ada kekeliruan dalam proses tune up akan menyebabkan kendaraan eror. Untuk memperjelas berkenaan cara tune up mobil injeksi akan diulas pada artikel di bawah ini.

tune up mobil injeksi

Pengertian Tune Up Mobil Injeksi

Tune up mobil injeksi satu diantara servis enteng yang berwujud kontrol komponen mesin, dan perawatan mesin untuk balikkan keadaan pada mesin mobil injeksi seperti keadaan awalnya. Tune up adalah salah satunya perawatan kendaraan yang tersering dikerjakan dibandingkan dengan perawatan mobil injeksi yang lain . Maka tune up adalah servis khusus pada satu mobil.

Keuntungan Tune Up

Ada proses tune up pada mobil injeksi maka memberi beberapa keuntungan, salah satunya yakni.

  1. Kinerja mesin kembali optimal
  2. kerusakan pada mesin akan selekasnya teridentifikasi
  3. Perawatan kendaraan akan jadi lebih enteng
  4. Keamanan dan keselamatan berkendaraan lebih terjaga

Cara Melakukan Tune Up Mobil Injeksi

Terdapat beberapa langkah atau cara untuk melakukan tune up mobil injeksi diantaranya yaitu:

1. Penyiapan

Cara pertama untuk tune up mobil injeksi adalah persiapan. Proses tune up banyak peralatan sampai Anda harus mempersiapkan semua peralatan itu awalnya mengikuti cara tune up mobil injeksi yang benar. Disamping itu ada banyak proses yang penting ditangani untuk mengenal keadaan mesin supaya tidak ada kecelakaan kerja. Langkah-langkah dalam proses ini seperti berikut.

  • Memeriksa tinggi air radiator, jika kurang air dapat ditambahkan air sekedarnya.
  • Memeriksa oli mesin, meliputi keadaan oli mesin dan volume oli mesin.
  • Keadaan visual mesin, dan tegaskan mesin pada kondisi yang aman untuk dihidupkan.
  • Nyalakan mesin dalam putaran stasioner sejauh 5-7 menit.

2. Saringan udara (Air Filter)

Saringan udara sebagai elemen yang penting dilaksanakan perawatan periodik. Lihat secara visual berkenaan keadaan saringan udara. Kemudian semprot memakai udara bertekanan untuk hilangkan kotoran yang ada pada penyaring udara.

3. Mekanisme Pendingin

Ada banyak tugas yang perlu dilaksanakan dalam proses tune up mobil injeksii khususnya pada mekanisme pendingin. Untuk memperjelasnya berikut sebagai beberapa tugas pada mekanisme pendingin.

  • Memeriksa tinggi air pendingin, ketinggian harus sampai untuk garis penuh untuk reservoir radiator
  • Memeriksa kesempatan ada : kerusakan radiator atau selang, klem selang yang lembek, berkaratnya kisi-kisi radiator, kebocoran pompa air dan radiator.
  • Melakukan pemeriksaan cara kerja tutup radiator dengan menggunakan radiator cup tester cek tegangan pegas dan status katup vakum dari tutup radiator. Jika tutup membuka untuk tekanan di bawah angka detil karenanya tutup radiator harus diganti. Detail : Standard ; 0,75 kg/cm2 – 1,05 kg/cm2. Limit ; 0,6 kg/cm2
Baca Juga  Komponen Speedometer Motor: 6 Bagian Dan Fungsi

4. Tali Kipas atau V Belt

Tali kipas atau v belt atau fan belt perlu dilaksanakan pengecekan periodik. Ini mempunyai tujuan supaya tali kipas tidak putus. Beberapa pengecekan tali kipas pada tugas tune up mobil injeksi adalah

  • Memeriksa dengan visual:tali kipas remuk atau aus, terserang oli, persinggungan dengan pulley yang tidak optimal.
  • Memeriksa dan menyetel kekencangan tali kipas. Tekan tali kipas dengan beban 10 kg, tekan tali dan tali kipas. Ukur kelenturan tali kipas memakai penggaris. Lenturan tali kipas untuk tekanan 10 kg : Pompa air – alternator; 7-11 mm, Engkol – compressor; 11-14 mm. Jika kurang dari standard karena itu setel tali kipas.

5. Battery

Pada proses tune up mobil injeksi beberapa tugas yang perlu dilaksanakan berkaitan elemen battery salah satunya yakni:

  • Check battery secara visual salah satunya yakni: penyangga baterai berkarat, terminal yang lembek, terminal berkarat dan keratakan pada body battery.
  • Pengukur berat jenis elektrolit baterai memakai hydrometer. Detail minimum 1,25 kg/cm3 untuk suhu 20° C. Menyaksikan jumlah elektrolit battery jika di bawah garis low karena itu tambah air suling.

6. Oli Mesin

Oli mesin sebagai elemen penting pada mesin. Pada tune up mobil injeksi, pengecekan oli terbagi dalam:

  • Cek tinggi oli mesin. Tinggi oli mesin harus berada di signal L dan F untuk stik oli mesin, jika lebih rendah cek kesempatan ada kebocoran, jika tidak ada kebocoran bisa ditambahkan oli mesinnya.
  • Cek kualitas oli mesin. Cek kualitas dan kekentalan oli mesin, jika oli mesin sudah encer dan mempunyai warna kotor, perlu diganti oli mesinnya.

7. Busi

Pengecekan busi pada proses tugas tune up mobil injeksi terbagi dalam:

  • Rengat atau kerusakan lain untuk ulir isolator.
  • Gasket remuk atau berlainan bentuk.
  • Elektroda terbakar atau ada kotoran yang terlalu berlebih.
  • Jika busi kotor karena itu perlu dibikin bersih memakai amplas atau sikat kawat.
  • Setel celah busi. Cek tsela busi menggunakan feeler gauge. Standard celah busi maksimal 1 mm. Jika memang perlu, setel dengan membengkokkan segi yang menonjol dari elektroda.

8. Kabel Tegangan Tinggi

  • Check keadaan fisik kabel dari kesempatan berjalannya retakan atau putus untuk kabel.
  • Check tahanan kabel. Melakukan pengecekan tahanan kabel menggunakan avometer, hubungkan ke 2 terminal kabel, tahanan kabel harus kurang dari 25 KΩ per kabel.

9. Penekanan Kompresi

Proses pengukur penekanan kompresi memakai alat compression tester. Cara pengukurnya yakni seperti berikut:

  • Melepaskan semua busi dari kepala silinder
  • Memasangkan alat compression tester pada lubang busi.Catatan : usahakan pengukur dikerjakan dalam periode waktu secara singkat.
  • Buka katup throttle atau katup gas penuh selanjutnya starter sekitar 4 kali.
  • Membaca ukuran yang diperlihatkan pada jarum compression tester. Penekanan kompresi : STD ; 12,6 kg/cm2. Limit ; 9,5 kg/cm2

10. Pembersihan ruangan bakar

Umumnya ada beberapa kerak pada ruangan bakar walau telah memakai oli dengan tehnologi anti endapan. Oli cuma memiliki sifat menolong supaya kerak tidak cepat menimbun, tapi tetap lama-lama kerak akan menimbun.

Baca Juga  Jenis Klakson Mobil : 5 Macam Dan Merk

Timbulnya kerak ini disebabkan karena kombinasi bensin dan udara atau memakai bahan bakar dengan oktan yang rendah. Pada ruangan mesin ini ada busi yang harus juga dibikin bersih. Umumnya banyak kerak yang menimbun pada elemen kecil ini.

Cara bersihkan ruangan bakar tak perlu melepaskan kepala silinder. Kamu dapat memakai cairan combustion cleaner dengan cara disemprotkan hingga merontokkan kerak di ruangan bakar.

11. Idle Speed Kontrol (ISC)

ISC atau idle speed kontrol ini berperan untuk atur RPM idle mesin injeksi. Jika elemen ini kotor, sudah pasti perform mobil terusik. Oleh karena itu, umumnya bila lakukan tune up mobil injeksi di bengkel, teknisi akan memeriksa sisi ini.

Tetapi, tidak seluruhnya mobil mesin injeksi diperlengkapi ISC. Idle RPM pada mobil dengan tehnologi terkini yang TAC (throttle actuator kontrol) ISC telah ditata oleh katup gas yang dibuka tutup memakai motor listrik.

12. Throttle Bodi

Throttle bodi umumnya dilihat oleh teknisi bengkel saat tune up mobil mekanisme injeksi. Komponen ini akan perlu dibersihkan dari kerak yang umumnya melekat di bagian katup. Walau mobil injeksi tidak memakai karburator, namun tetap ada katup gas . Maka sisi katup gas ini dibikin bersih dari kerak.

Kerak-kerak pada throttle bodi menjadi pemicu RPM mesin tidak konstan. Cara membersihkan adalah dengan melepaskan throttle bodi dan dibikin bersih memakai carbon cleaner atau carb jet.

13. Alat Scan Tools

Mobil injeksi sebetulnya salah satunya mobil pandai yang telah tertancap chip computer berbentuk elektronik kontrol unit. Maknanya semua data berkenaan keadaan kendaraan telah dibaca pada ECU. Dengan demikian karena itu untuk proses pengujian bagaimana keadaan mesin mobil injeksi perlu ambil data dari ECU.

Proses ambil data ini memakai alat yang namanya scan tools. Disamping itu jika ada troubel sebetulnya pada dasbor mobil ada banyak lampu tanda yang hendak berpijar saat terjadi kerusakan pada elemen mesin. Jika pada mekanisme injeksi eror karena itu lampu cek engine akan berpijar secara terus-terusan (umumnya mati saat distarter).

Cara memakai scan tools yakni:

  • Menyambungkan scan tools dengan data link conector (DLC) pada kendaraan. Umumnya berada di bawah dasbor.
  • Menempatkan kunci contact on.
  • Seterusnya tentukan merek dan type kendaraan yang hendak discan.
  • Masuk pada menu data troubel kode untuk menyaksikan kerusakan yang berada di kendaraan. Umumnya akan ada code dan info kerusakan yang terjadi. Jika ada code kerusakan karena itu perlu dilaksanakan proses pembaruan lebih dulu..
  • Seterusnya janganlah lupa hapus atau erase DTC lebih dulu, selanjutnya periksa lagi data masalah kode sampai tidak ada DTC.
  • Jika sudah normal, karena itu statuskan kunci contact off, dan terlepas scanner dan membersihkan tempat kerja.

Diatas adalah ulasan terkait cara melakukan tune up mobil injeksi. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.