fungsi lampu kota

Fungsi Lampu Kota : 3 Fungsi, Komponen, Dan Cara Kerja

Fungsi Lampu Kota – Dalam kendaraan terdapat beberapa jenis sistem penerangan, salah satunya yaitu lampu kota. Lampu kota ini memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting. Lalu apa saja fungsi lampu kota? Apa saja komponen lampu kota? Bagaimana rangkaian dan cara kerja lampu kota?

Lampu kota kerap kali disebutkan sebagai lampu senja sebab biasanya dinyalakan waktu senja hari. Ada juga yang menyebutkan lampu kota ini selaku lampu jarak sebab dipandang jadi kode dan pertanda lebar satu kendaraan. Disamping itu, ada pula yang sering menyebutkan lampu kota ini selaku lampu kecil sebab info sinar yang dibuat lampu ini lebih kecil dibandingkan dengan beberapa lampu yang lain ada.

Tetapi demikian, pada intinya lampu kota ini ialah lampu status (Position lamp/lights). Untuk sisi depan dikenali dengan panggilan lampu status depan (Front position lamps) sedang untuk sisi belakang dikenali dengan panggilan lampu status belakang (Rear position lamps atau Tail lamps).

Pada beberapa kendaraan, ada juga yang mempunyai lampu status yang terpasang disamping samping kendaraan (biasanya terpasang di fender segi kanan-kiri dekat roda depan). Untuk lampu ini dikenali bernama lampu status samping (Side position lamp).

Oleh karena itu tanpa adanya lampu kota, maka pengemudi lain akan kebingungan terkait ukuran kendaraan. Untuk lebih jelasnya terkait fungsi lampu kota, komponen, rangkaian, dan cara kerja akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi lampu kota

Fungsi Lampu Kota

1. Selaku pertanda mengenai status kendaraan

Fungsi lampu kota yang pertama sebagai pertanda status kendaraan untuk sopir yang lain baik dari arah depan atau dari arah belakang. Lampu kota ini akan memperlihatkan di mana status kendaraan waktu meluncur dijalan.

Jalan raya untuk kendaraan motor terbagi dalam banyak jalur jalan, ada yang terdiri dari 2 jalur searah, dua jalur bersimpangan arah, 3 jalur searah, sampai lebih dari 3 jalur jalan baik yang searah atau bersimpangan arah. Pada keadaan yang normal, biasanya kita tak perlu menghidupkan lampu kota waktu mengemudi pada jalur jalan itu sebab status kendaraan yang meluncur dan lewat bisa disaksikan secara jelas hingga gampang untuk menghindari atau untuk mengendalikan jarak aman mengemudi.

Pada saat keadaan jarak pandang yang terbatas berlangsung, misalnya waktu senja, waktu hujan gerimis, di waktu malam hari, waktu jalan berkabut, jalan berasap, dan sebagainya, karena itu kita perlu untuk menghidupkan lampu kota ini. Dengan menghidupkan lampu kota ini, karena itu sopir lain akan gampang untuk mengenali status kendaraan yang kita pakai waktu meluncur di jalan, apa sedang meluncur dilajur kiri, jalur kanan, meluncur searah, atau meluncur secara bersimpangan arah.

Baca Juga  Fungsi Flasher Mobil, Jenis, Rangkaian, & Perawatan

2. Selaku pertanda mengenai panjang dan lebar kendaraan

Selain itu fungsi lampu kota adalah sebagai pertanda panjang dan lebar kendaraan. Fungsi ini semakin banyak kita dapatkan pada kendaraan-kendaraan dengan dimensi yang lebar serta lebih panjang, seperti misalnya bis atau truk.

Pada kendaraan truk, sering kita saksikan lampu kota tambahan terpasang berjejer sejauh body dan bak truk. Beberapa lampu yang terpasang ini kecuali dipakai selaku pertanda mengenai panjang tubuh truk, dia sering dipakai oleh supir truk untuk mengawasi keadaan disamping kiri kanan tubuh truk terutamanya waktu ingin parkirkan di saat malam.

Adanya lampu kota di sejauh tubuh truk ini, pengendara yang lain dapat dengan gampang untuk mengenali jika kendaraan yang lewat di dekatnya ialah truk/ bis yang mempunyai body panjang hingga dapat lebih waspada saat pengin menyusulnya.

3. Selaku pertanda arah kecepatan kendaraan

Yang terakhir terkait fungsi lampu kota adalah sebagai pertanda arah kecepatan kendaraan. Seperti kita kenali jika, untuk lampu kota sisi depan akan berpijar dengan warna putih sebab biasanya terpasangkan dengan lampu kepala(headlamp), sedang untuk lampu kota sisi belakang akan berpijar dengan warna merah yang terpasangkan dengan lampu rem.

Waktu kita mengemudi dan menyaksikan kendaraan lain bergerak dengan lampu kota berpijar warna putih, ini mengisyaratkan jika kendaraan itu mempunyai arah kecepatan kendaraan yang bersimpangan arah sama kita. Apabila dari jauh kita menyaksikan kendaraan lain bergerak dengan lampu kota warna merah, ini mengisyaratkan jika kendaraan itu mempunyai arah kecepatan kendaraan yang sejalan dengan arah kecepatan kendaraan kita.

Komponen Lampu Kota

Terkait rangkaian kelistrikan lampu kota sebenarnya sangat sederhana. Hidupnya lampu kota sudah pasti pada di waktu malam hari. Tapi bisa di saat situasi hujan deras, berkabut, atau bahkan juga asap tebal kebakaran. Itu kenapa lampu kota kerap kali dihidupkan bertepatan dengan lampu kepala baik itu lampu dekat atau lampu jauh.

1.Baterai

Komponen pertama dari rangkaian kelistrikan lampu kota ialah baterei. Baterei selaku sumber daya kelistrikan pada semua rangkaian kelistrikan body, saat sebelum diganti oleh alternator (mekanisme pengisian) di saat mobil sudah bekerja. Sudah pasti baterei yang digunakan ialah baterei 12 V, tapi masihlah ada poin utama lain mengenai baterei.

Baca Juga  Rangkaian Alternator : Fungsi, Bagian, Dan Cara Kerja

2.Sakelar Lampu Kota

Komponen selanjutnya ialah sakelar lampu kota yang berperan untuk menyambung dan memutus arus. Dengan sakelar lampu kota ini maka lampu akan hidup dan mati waktu sakelar dioperasionalkan. Hal ini penting sebab selaku kontrol khusus fungsi kelistrikan lampu kota.

3.Sekering

Sekring atau disebutkan fuse ialah komponen ke-3 dari komponen khusus rangkaian kelistrikan lampu kepala. Sekring penting untuk jaga ada short sirkuit dari rangkaian lampu kota. Demikian keutamaan sekring untuk satu rangkaian kelistrikan, termasuk rangkaian kelistrikan lampu kota, karena itu harus hukumnya untuk lebih jauh tahu mengenai sekring.

4.Relay

Relay sebuah alat yang dipakai untuk membatu mengurangi beban baterei. Begitupun manfaatnya pada rangkaian kelistrikan lampu kota ini. Oleh karena itu, kita masukan relay ke dalam perincian beberapa komponen khusus rangkaian lampu kota.

5. Lampu

Yang paling akhir ialah bola lampu. Bola lampu atau lampu kota ada empat buah (pada umumnya). Dua ditempatkan dibagian depan kanan dan kiri yang dua yang lain ditempatkan ada di belakang samping kanan dan kiri.

Cara Kerja Rangkaian Lampu Kota

Cara kerja rangkaian kelistrikan lampu kota sesungguhnya cukup sedehana. Ini tidak kurang susah dari pahami rangkaian kelistrikan lampu kepala tentu saja. Berawal dari baterei 12 V selaku sumber daya khusus rangkaian. Arus akan mengucur ke arah dua buah sekring paralel. Arus dari salah satunya sekring ke arah sakelar lampu kota dan satu yang lain ke arah terminal 30 relay.

rangkaian lampu kota

Saat sakelar dinyalakan (ON) arus akan melaluinya dan akan dilanjutkan ke terminal 85 ke 86 relay. Pada saat arus mengalir pada dua terminal relay itu akan terbentuk kemagnetan dan menyebabkan terminal 30 dan 87 terhubung. Arus akan mengalir ke terminal 87 dan diteruskan ke semua lampu kota depan dan belakang kiri kanan. Dan lampu saat itu juga akan hidup.

Lampu kota mati saat sakelar diputus/OFF (secara normal). Sebab kemagnetan pada relay raib dan platinya kembali terbuka. Hingga tidak ada arus yang mengalair ke lampu lewat terminal 30 relay.

Diatas merupakan ulasan terkait fungsi lampu kota, komponen, cara kerja lampu kota pada kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

Join the discussion