Cara Kerja Sistem Pelumasan : Jenis & Prinsip Kerjanya

cara kerja sistem pelumas

Cara Kerja Pelumasan – Salah satunya sistem yang perlu disiapkan dalam sebuah mesin ialah sistem pelumasan. Cara kerja sistem pelumas sangat penting pada mobil. Lalu jelaskan cara kerja sistem pelumasan pada kendaraan?

Berlainan dengan sistem pemesinan lain, pada sistem pelumasan tidak memengaruhi proses kerja mesin langsung. Namun tetap sistem ini harus kehadirannya pada mesin.

Pasti di dalam mesin ada banyak elemen yang bersinggungan. Elemen yang biasanya dibuat berbahan logam itu akan hasilkan panas saat bersinggungan. Panas itu pasti dapat mengakibatkan engine overheat sampai elemen mesin alami keausan.

Terkait jelaskan cara kerja sistem pelumasan pada kendaraan akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini. Berikut ulasannya:

Jenis Sistem Pelumasan

Pada umumnya ada tiga jenis sistem pelumas engine, yaitu ;

1. Sistem Recik

Pada sistem recik, konstruksinya cukuplah sederhana. Karena oli mesin diteruskan ke semua elemen mesin lewat pergerakan poros engkol. Pasti ada sebuah elemen seperti sendok yang hendak memercikan oli kesemua sisi mesin.

Namun, sistem ini kurang efisien memulasi semua elemen yang mempunyai lokasi cukup jauh dari ruangan engkol. Hingga sistem recik cuman digunakan pada mesin type kecil seperti mesin sepeda motor, mesin pompa air atau pemotong rumput.

2. Sistem Pompa

Mekanisme pelumasan manfaatkan penekanan oli lewat pompa. Hal ini bisa dibuktikan semakin dapat salurkan oli kesemua elemen mesin karena mempunyai aliran yang terpadu dengan pompa ke beberapa bagian mesin.

Beberapa motor pruduksi terkini telah memakai sistem pompa ini karena dipandang lebih efisien dalam soal pelumasan.

3. Sistem gabungan

Sistem gabungan mempunyai dua unit sama seperti yang diterangkan di atas, di bagian ruangan engkol ada sendok yang hendak memercikan oli mesim dan hal tersebut masih ditambah lagi kehadiran pompa oli untuk salurkan pelumas ke sisi bagian paling jauh dari ruangan engkol.

Baca Juga  Fungsi Kondensor, Dan Cara Kerja Pada Sistem Pengapian

cara kerja sistem pelumasan

Cara Kerja Sistem Pelumasan

Cara kerja sistem pelumas mesin kendaraan bisa disebutkan cukuplah sederhana tetapi sulit. Sistem ini mulai akan bekerja saat mesin kendaraan dihidupkan. Dan pada keadaan normal, yakni mesin belum dihidupkan, pelumas atau oli tertampung dalam karter atau bak oli.

Saat itu, pompa oli mempunyai suplai pelumas yang dari engkol mesin. Pompa oli secara umum memakai rotary pump.

Selanjutnya saat mesin dihidupkan, poros engkol mengawali kerja sistem pelumasan dengan memutar pompa oli. Proses ini mengakibatkan ada penghisapan pada elemen inlet hose oil pump. Pelumas akan masuk pada pompa oli melalui inlet valve, dan terjadi penekanan pelumas oleh pompa disebelah yang lain.

Pelumas atau oli yang telah mempunyai penekanan mengucur melalui lajur oli ke arah filter oli. Dalam elemen filter ini pelumas alami proses filtrasi supaya terlepas dari beragam kerak, kotoran, dan partikel.

Pelumas atau oli lalu melalui pada elemen oil feed diteruskan ke oil jet dan sisi atas mesin. Oli yang sudah ada di permukaan mesin secara automatis langsung akan lakukan pekerjaannya, yakni memulasi sisi rocker arm dan poros cam. Kemudian, oli kembali lagi ke bak atau karter melalui aliran oli.

Di lain sisi, oli dari oil jet di bawah block silinder dikeluarkan dengan cara disemprot. Oli atau pelumas ini bekerja untuk memulasi elemen connecting rod dan piston. Semua putaran pelumas itu ditolong karena ada elemen weight balance.

Elemen weight balance sebagai sisi dari poros engkol yang berupa seperti sekop. Bagian ini digunakan untuk mengobrak abrik oli yang ada di karter atau bak oli di saat poros engkol berputar-putar. Ini mempunyai tujuan untuk menebar oli ke semua sisi mesin.

Pelumas akan terkumpul pada bak oli atau karter yang berada di bagian paling bawah mesin saat kondisi mesin tidak bekerja. Dalam pada itu, pompa oli mempunyai input yang digerakan dari engkol mesin. Biasanya pompa ini memakai rotary pump.

Baca Juga  Arti Shockbreaker: Pengertian, Komponen, & Cara Kerja

Cara Kerja Sistem Pelumasan:

  1. Saat mesin start, poros engkol akan memutar pompa oli mengakibatkan terjadi sedotan di bagian inlet hose oil pump.
  2. Oli masuk ke pompa lewat inlet valve dan pada segi yang lain oli didesak oleh pompa.
  3. Oli bertekanan itu mengucur lewat lajur oli masuk ke filter oli.
  4. Di dalam filter, oli disaring dari beragam kotoran dan kerak.
  5. Sesudah disaring, oli selanjutnya diteruskan lewat oil feed ke arah sisi atas mesin dan ke oil jet,
  6. Sampai di atas mesin, oli secara automatis akan memulasi poros cam dan rocker arm seterusnya oli kembali lagi ke sewa lewat aliran oli selain block silinder.
  7. Pelumas akan keluar berbentuk semprotan dari oil jet di bagian bawah silinder untuk memulasi sisi piston dan connecting rod.
  8. Di bagian poros engkol ada elemen weight balance, yang seperti sekop. Hingga saat poros engkol berputar-putar oli dari karter akan diobrak-abrik oleh weight balance supaya menyebar ke semua sisi mesin.

Grafik Cara Kerja Sistem Pelumasan

Pompa oli bekerja berdasar perputaran poros engkol. Tugas dari pompa oli ini adalah menghisap pelumas dari karter melalui saringan kasar atau strainer. Oli yang terserap selanjutnya didesak lewat sistem pengontrol penekanan dan lewat filter oli selanjutnya oli memulasi beberapa komponen mesin dan kembali lagi ke bak oli oleh style gravitasinya sendiri. Demikian selanjutnya perputaran pelumasan terjadi terus-terusan sepanjang sistem pelumasan bisa bekerja yang baik.

cara kerja sistem pelumas

Diatas sudah di jelaskan terkait cara kerja sistem pelumasan pada kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.